12. Permainan

133 7 6
                                        

Untuk pertama kalinya setelah hampir 1 tahun orang tua Bella bertamu untuk bertemu anaknya, terlihat ibunya begitu rindu memeluk erat tapi tidak untuk bapaknya padahal bapaknya lah yang membawa begitu banyak makanan kesukaan Bella menurut saksi dari ibu yang mengomel karena dinginnya sikap bapak, interaksi bapak-anak itu sangat canggung karena memang bukan tipe yang menunjukan rasa sayang ditambah terakhir kali kali karena keduanya berdebat.

Keadaan cukup mencair saat Karmika bertamu tanpa tau ada orangtua Bella di kosannya. Karmika akhirnya sedikit berbincang dengan orang tua Bella yang membuat perasaan orang tua Bella sedikit lega bahwa anaknya memiliki teman yang baik dan dapat dipercaya untuk tinggal jauh dari rumah.

Senyuman kedua orang tuanya yang nyaman berbincang dengan temannya membuat Bella senang karena dia bisa menebak dari parasnya bahwa mereka mempercai temannya ditambah Sarah hadir yang memang dari perawakannya saja sudah tipe wanita polos baik-baik dengan suara yang sangat lembut dan gestur tubuh yang santun.

Setelah cukup lama mereka pun berpamitan dan Karmika pun menghela napas panjang.

"Gila pegel banget aku senyum terus, awkward gak kuat. Aku paling gak bisa siyah basa-basi sama orang tua." Ungkapan jujur Karmika.

"Aku juga, kaya malu gitu." Sarah tersenyum canggung.

"Jir segitu bagus kalian tadi bapak aku ngadadak santai, apalagi Karmika cocok buat ngejebak cowo-cowo."

"Ngapain anjir gak ada kerjaan ngejebak cowo?"

"Senjata aja, kamu kalau dideketin cowo pake kepribadian yang lain dulu kalau dirasa baik baru tunjukin real kamunya."

"Ide bagus, soalnya aku lagi sebel sama cowo sosoan yang populer di sekolah ini padahal korban cewenya pada curhat ke aku anjir kalau mereka dijahatin."

"Hajar anjir, kalau fisik kalah hatinya aja. Biar tau rasa!"

Dari serunya percakapan Sarah memotong kedua temannya yang bersemangat itu "Ih kalian teh jangan gitu kasian tau mainin perasaan orang gak baik."

Bella menepuk pundak Sarah "Tenang, kita jahatin orang yang emang udah kaya tai, kalau yang baik jangan. Setuju?" Tanya Bella melirik Karmika yang mengangguk-angguk sepakat dengan menjabat tangan sedangkan Sarah hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua temannya yang semakin akrab dan kompak namun dengan permainan gila mereka.

Dari situlah awal mula syooting yang tentunya main hakim sendiri namun merasa puas karena telah membalas para laki-laki sialan yang menyakiti banyak perempuan.

Namun tentu saja shooting yang Karmika lakukan tidak menggoda secara murahan, tetap dilandasi untuk mengenal orang tersebut dengan tulus karena yang datang curhat kepada Karmika belum tentu benar dan bisa saja ternyata sisi wanita yang salah bukan pihak si pria. Begitu ketehuan bahwa si pria di pihak yang salah baru dia habisi seperti yang si pria lakukan pada wanita lainnya.

🌻


🌻

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
METANOIA (another story)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang