Rama tidak menutup matanya, dia terus di samping memperhatikan kekasihnya yang tidur pulas. Kecemasannya melebur oleh manjanyan Bella terhadapnya di sepanjang jalan, penyebutan namanya saat tidak sadar juga menambah suasana lebih baik dari muka masam berubah menjadi senyuman.
Bella menggeliat sambil mengucek matanya yang Rama respon dengan usapan di kepalanya agar kembali tidur tapi nyatanya Bella jadi bangun saat merasakan usapan yang nyata.
Dahinya mengkerut mendapati kekasihnya ada di samping "Rama?" Tanyanya bingung.
"Bobo lagi gih."
"Kenapa di Bandung?"
"Kangen sama kamu baby." Jawabnya singkat menarik Bella ke dalam pelukannya.
"Rama beneran ini?" Bella mencubit pipinya.
"Aw, minum banyak ya kamu?"
"Engga, aku cuma ngantuk bukan teler." Bantahnya yang memang benar namun pulasnya Bella juga tentu karena pengaruh minuman terlarang itu.
"Ya udah bobo lagi by." Rama menepuk lengan Bella hingga kekasihnya kembali ke dunia mimpi.
***
Semakin diperhatikan semakin nyata yang Bella rasakan, dia menyadari ada kerenggangan antara Rama dengan Sawal. Hal itu dapat disadari dengan jelas untuk yang mengenal betapa dekatnya mereka, entah apa yang terjadi tapi ini menganggu Bella walau bukan urusannya tapi menurutnya pertemanan mereka tidak boleh putus begitu saja setelah keduanya telah melewati naik turun gunung konflik kehidupan.
"Ma."
"Iya?"
"Ada apa sama Sawal?"
"Maksudnya by?"
"Kaya lagi musuhan kalo ketemu Sawal jarang ngobrol malah main hp sayangnya. Kenapa ih?" Bella menekuk bibirnya menunjukan wajah sedih.
"Gak ada apa-apa, emang gak ada yang mau diobrolin aja." Tentu jawabannya malah semakin membuat Bella curiga sebab tidak mungkin keduanya harus mencari topik, biasanya hal random pun mereka bahas tidak sehening akhir-akhir ini yang kontak mata pun tidak ada.
"Baikan ah kalo berantem, jelek tau udah gede masa kemusuhan terus Sawal tuh temen kamu dari bocil lebar tau-" Tiba-tiba saja Rama menarik tengkuk Bella dan mengecupnya singkat, membuat wanitanya terkejut.
"Bawel."
"Mau bawel sering ah biar dicipok terus-terusan." Bella langsung berubah jika sudah dipancing sedikit, seketika buyar lupa tentang apa yang sedang dibahas sebelumnya.
Setelah kekasihnya curiga Rama mencoba untuk berinteraksi di depan Bella yang membuat Sawal sedikit heran sebab memang awalnya Rama juga yang menjauhinya tiba-tiba setelah malam itu.
"Wal tolong kecap." Pinta Rama yang sudah ke sekian kali nya meminta tolong.
"Lo dari tadi nyuruh-nyuruh gue, tinggal bawa sendiri kan bisa." Protes Sawal di hadapan teman-temannya yang sibuk makan siang menghiraukan keributan antara Sawal dan Rama yang berada di kanan dan kiri Bella.
"Apa sih lebay cuma minta tolong bawa kecap." Sungguh jawaban Rama ini tidak seperti Rama yang Bella kenal sampai-sampai dirinya memicingkan mata melihat ke arah kekasihnya.
"Kenapa by?"
"Kamu being annoying ke Sawal sekarang tau gak?" Bella menilap tangannya dengan tatapan curiga.
"Apa sih kamu belain dia, gak asik." Rama meninggalkan Bella dan Sawal yang masih duduk di kursi kantin.
"Kalian kenapa sih?" Tanya Bella bingung.
KAMU SEDANG MEMBACA
METANOIA (another story)
RomanceKisah romansa huru-hara remaja milenial di kampus Regulus yang diawali dengan perkenalan antara seorang Bella Tanaya yang menyandang tittle yakuza dengan Christian Bramantya yang memiliki imej malaikat yang baik, menariknya pribadi yang bertolak bel...
