Mendapatkan perlakuan manis dari Rama yang semua hal nya terkabul cuma-cuma membuat Bella akhir-akhir ini begitu bersinar, terlihat dari pancaran ekspresi dan tingkah lakunya bahwa dia wanita yang sedang bahagia bahkan senyumnya pun terukir begitu cantik walau hanya saat Rama berada dalam jangkauannya. Orang-orang sekitarnya jelas sudah tahu semua itu dampak dari Rama yang handal menyirami Bella dengan kasih yang sesuai porsi standar wanitanya walau beberapa hal melanggar aturan karena Bella masih merasa kegiatan dewasa adalah salah satu wujud dari mentransfer rasa cinta.
Hati yang senang itu kadang sampai merubah kebiasaannya, seperti hari ini contohnya Bella mendadak mengajukan diri akan menjemput Karmika dari rumahnya. Biasanya bagian menjemput dilakukan oleh Dania si pemilik rumah yang paling ujung dan secara jalur memang ideal Dania yang menjemput karena selain memiliki kendaraan roda empat jelas jalurnya melewati rumah Karmika dan Bella, namun Bella yang paling dekat dengan kampus mendadak mengajukan diri dengan tidak masalah harus memutar jauh.
"Sumpah efek pacaran sama Rama gila begini."
"Udah diam kamu, nikmati kebaikanku ini mumpung masih tersedia. Lagian sia meni kitu pisan ih! Aku ge osok mereun mau nganter jemput kamu mah." Ucap Bella memberikan sedikit pembelaan terhadap Karmika yang terheran-heran sedari tadi pantatnya mendudukan pada jok motor berwarna merah muda itu.
"Ya iya tapi gak selebay ini bego, kosan paling deket kampus malah jadi muter jauh." Karmika menggelengkan kepalanya.
Selain karena mood nya yang baik, Bella mengingat penuturan Rama tentang kebaikan Karmika dan Sawal yang menemani Rama di masa-masa sulitnya sehingga dia ingin membalas kebaikan itu dan menunjukan rasa terima kasih namun untuk mengucapkannya cukup canggung mengingat Karmika dan Bella bukan tipe pertemanan yang menggemaskan bisa mengutarakan perasaannya. Setelah ini pun Bella berencana untuk setidaknya mencoba baik kepada Sawal dengan membantu si pria jika dia kesulitan atau memerlukan dirinya, diam-diam Bella lakukan itu untuk kekasihnya Christian Bramantya yang sudah terlalu masuk ke dalam kehidupannya.
Senyum merekah itu kini terganti saat motornya dicegat petugas berseragam "Anjing anjing." umpat Bella sambil menyetir ke arah samping yang diarahkan bapak-bapak berseragam itu.
Karmika sebagai anak dari seorang polisi terlihat santai karena tahu ini hanya patroli biasa toh Karmika yakin dari rumahnya sampai sekarang Bella temannya ini tidak melanggar, namun begitu sang petugas meminta surat-surat terdengar temannya yang menyetir itu menjawab tidak ada membuat Karmika yang santai jadi menegang dan melihat ke arah depan.
"Haduh de masa bawa kendaraan tidak ada surat-surat."
"Ketinggalan di kampung pak."
"Ketinggalan atau memang tidak punya izin?"
"Mau meriksa atau mau zuudzon bapak? Emang saya keliatannya pake motor kaku ya kaya orang-orang nembak sim? Kan engga artinya udah lama bisa dan bawa ini motor sampai ke kampung saya."
"Ya saya tau dari mana kalau buktinya ada di kampung? Lagian surat-surat kan harus dibawa."
"Ya ketinggalan judulnya ge."
"Turun dulu kita proses tilang." Petugas itu tanpa izin menarik kunci yang terpasang dan membawanya pergi yang membuat Bella tidak suka.
"Gak mau ah pak, itu motornya buat bapak aja saya mending jalan kaki." Karmika yang mendengar penuturan Bella yang gila akhirnya turun dan menjawab sang petugas menggantikan Bella yang acuh, kemudian sang petugas entah bagaimana jadi memeriksa yang lain sejenak saat Karmika menceramahi Bella.
"Sinting masa mau kasiin motornya?"
"Abisan kekeuh, jig aja bawa motornya ari mau pisan mah. Aku di kampung masih ada motor yang lain."
"Gak usah so keras ya kamu yang salah, kalau kamu bener baru." Setelah ditegur begitu Bella sadar dan terdiam tidak seperti 5 menit yang lalu membantah sang petugas penuh percaya diri.
Bella masih terlihat angkuh saat petugas yang tadi sempat berdebat melirik ke arahnya, sedangkan Karmika melempar senyum lalu menghampiri kumpulan petugas. Tidak lama setelah itu Karmika menghela napas dan berhasil dengan cara rahasianya yang hanya dia dan keluarganya ketahui.
"Yu balik." Karmika melemparkan kunci motor.
"Lu nyogok mi?"
"Mana ada bekel aja dikit."
"Terus?"
"Ada kode rahasia, pokonya kamu udah ini jangan macem-macem kudu patuh bego."
"Anjir keren aya kode rahasia segala keluarga polisi, apa cari jodoh polisi ya?"
"Istigfar itu Rama mau dikemanain."
"Oh iya ayangku paling lucu aduh jadi kangen mau cipok."
"Turun dulu bel sana salam ke petugasnya."
"Ih ngapain?" Protes Bella.
"Biar sopan aja, buru." Titah Karmika lalu Bella menurut yang Karmika rekam dari jauh untuk menjadi bahan cerita pada teman-temannya.
🌻
KAMU SEDANG MEMBACA
METANOIA (another story)
RomantikKisah romansa huru-hara remaja milenial di kampus Regulus yang diawali dengan perkenalan antara seorang Bella Tanaya yang menyandang tittle yakuza dengan Christian Bramantya yang memiliki imej malaikat yang baik, menariknya pribadi yang bertolak bel...
