33. Penampakan

117 12 0
                                        

Benar adanya, penampakan benar-benar terjadi di unit apartemen Rama tapi penunggu itu menganggu sang tuan Rumah Christian Bramantya bukan Bella sang penghuni baru.

Bukti gangguan-gangguan yang terkumpul setiap Rama berkunjung pulang :

'Bel aku tau selama aku kenal kamu memang selalu ada kejutan tapi apa harus semengejutkan ini ya?' Begitulah kira-kira perasaan Rama setelah melihat semua adegan bombastis yang disuguhkan Bella setiap dia pulang sebagai 'USAHA' meluluhkan hati Ram...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


'Bel aku tau selama aku kenal kamu memang selalu ada kejutan tapi apa harus semengejutkan ini ya?' Begitulah kira-kira perasaan Rama setelah melihat semua adegan bombastis yang disuguhkan Bella setiap dia pulang sebagai 'USAHA' meluluhkan hati Rama atas izinnya sendiri.

Rama yang kewalahan akhirnya menyuruh Bella untuk menemuinya di ruang tengah untuk membicarakan tingkahnya yang di luar nalar dan membuat jantung Rama beberapa kali merosot rasanya.

Tidak pernah ada wanita yang mengehar Rama dengan cara yang bar-bar begini, memperlihatkan tubuh dengan sengaja walau dia berpura-pura tidak sengaja juga menggoda Rama dengan baju-baju dan dalaman seksi yang menggantung. Rama menjadi selalu menghela napas panjang melihatnya.

Bella yang dikirimi pesan bersikukuh tidak ingin bertemu sampai akhirnya luluh tapi begitu dia keluar kamar dia hanya mengintip ke arah ruang tengah tanpa melangkahkan kakinya sedikit pun.

"Sini bel." Ajak Rama mengayunkan tangannya dengan kepala sudah menunduk akibat pusing.

"Mau apa?" Bella tau auranya berbeda, Rama terlihat mengusap rambutnya menunduk begitu seram.

"Sini dulu." Ucap Rama akhirnya dituruti Bella.

Rama menghembuskan napasnya panjang baru menoleh ke arah Bella "Kamu kenapa ekstrim gitu?"

"Apa ekstrim?"

"Kamu tau apa yang aku maksud bel."

"Apa sih? Beneran gak tau." Bella mengayunkan kakinya tidak merasa topik yang Rama bicarakan penting.

Rama yang sudah tidak sanggup akhirnya berdiri dan menghampiri Bella lalu menarik dagunya melihat ke atas "Jangan gak sopan di tempat aku kaya gitu, pake baju yang bener. Taruh pakaian kotor di tempatnya."

"Ih apaan, biasa juga aku di rumah emang pake celana pendek."

"Iya tau tapi kali ini beda, kamu pikir aku gak sadar? Aku cowo."

"Ya udah sih kamu juga jarang kesini."

"Aku setiap kesini jadi kaget tapinya bel, tolong nurut kamu kan tinggal di tempatku."

"Ish kenapa sih galak." Bella mencoba kabur tapi Rama tahan kedua bahunya.

"Aku paham tujuan kamu tapi kamu bisa pake cara lain bukan kaya nawarin badan Bella." Keduanya bertatapan dengan suasa hening menyelimuti. Rama tahu Bella sedang gencar mendekatinya tapi tidak seperti ini harusnya.

"Aku gak masalah kalau Rama tertarik karena badan aku juga." Suara Bella kecil tapi Rama bisa mendengarnya dengan jelas dan tak habis pikir jawabannya seperti itu sampe membuat kepala Rama pusing lalu dia menyentil jidat Bella.

'Ih aku aja asalnya suka piton si Rama. Emang kenapa kalo suka badan aku ya? Kan sah-sah aja.'

"Engga gitu ya, gak boleh pake cara itu pokonya titik." Rama gelagapan saat mengutarakannya dan pergi begitu saja sebab tidak mau mendengar Bella membantahnya lagi atau memberikan pernyataan yang membuat dirinya terkejut.

🌻

METANOIA (another story)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang