48. Kencan

135 9 1
                                        

"By aku mau ajak kamu dinner date yang proper." Ucap Rama mengelus pipi Bella yang sedang lahap makan ayam krispi dekat kampus yang harganya menurut Rama tidak masuk akal saking terjangkaunya bahkan dia sebut bisa saja ayamnya jadi-jadian.

"Tiba-tiba?" Tanya Bella mengerutkan dahinya, Rama mengambil sisa nasi di samping bibir Bella untuk dibersihkan lalu tersenyum.

"Iya, kita kaya belum pernah yang official gitu bener-bener ngedate. Kalau gak di apart di kos kamu atau kita main sama anak-anak ramean kan. Aku mau jalan berdua aja by." Wajahnya seperti memohon yang sangat menggemaskan.

"Oh, ayo bebas."

"Kamu gak punya wishlish ngedate dimana gitu by? Biasanya cewe suka punya ideal place to visit for first time sama cowonya."

"Engga punya."

"Kok kamu gak ada keinginan gitu ya by, emang gak ada niat buat ajak aku kemana gitu?" Rama menjawab dengan suara yang bisa dibilang kecil lalu wajahnya pun menunjukan kesedihan sebab dia merasa Bella seperti tidak memikirkannya dalam bagian hidup Bella.

Bella yang sibuk makan kini menyadari Ramanya diam sembari melihat ke jalanan yang dilalui mobil dan motor "Ma aku dari dulu pacaran gak tau harus ada ngedate dan lainnya. Rangkaian pacarannya tuh aku gak ngerti, lagian bareng sama kamu udah buat aku seneng." Balas Bella yang masih menyimpan kunyahan ayam di pipi kirinya, lalu setelah menenangkan Rama dia melanjutkan lagi makannya.

Rama yang tadi melamun kini menunjukan senyum puas lalu memainkan ujung rambut Bella "By aku juga mau makan ayam ah."

"Halah tadi embung, lagian kamu kan gak suka makan pinggir jalan udahlah nanti aku anterin kamu mau makan dimananya udah ini." Ucap Bella yang menyemburkan fakta, sebab Rama berkata seperti itu hanya keinginan sekejap karena merasa senang mendadak dengan balasan Bella barusan.

"By ngedate aku yang pilih aja berarti ya." Rama memiringkan kepalanya untuk melihat ke arah Bella yang masih sibuk dengan ayam krispinya.

"Iya." Jawab Bella menyetujui keinginan kekasihnya yang terlihat semangat.

***


Melihat begitu cantik dan mewahnya tempat yang Rama pesan membuat Bella sadar bahwa dia yang cukup lama tinggal di Bandung tidak serta merta membuat dirinya otomatis tau seluk beluk segala tempat contohnya tempat yang kini dia kunjungi, tempat makan yang bisa disinggahi hanya untuk beberapa kalangan yang tentunya mampu secara kondisi keuangan jika Bella melihat harga dari menu makanannya.


Fine dining sebutannya, yang Rama book untuk makan malam dengan kekasihnya hari ini.

Bella terlihat masih memperhatikan bagian kanan, kiri dan setiap sudut tempat kemudian dia melihat pakaian yang dia pakai begitu seadanya seperti tidak cocok dengan nuansa tempat makannya.

"Ma."

"Iya?" Rama menjawab antusias dengan alis terangkat.

"Lain kali bilang ya kalau mau ngajak ke tempat begini atau bilang kaya gimana tempatnya." Kemudian Bella melihat ke bawah lagi seperti menunjukan pakaiannya pada Rama "Baju aku kaya gak cocok sama tempatnya."

Rama baru menyadari dirinya membuat Bella diposisi tidak nyaman "I-iya, maaf. Aku sengaja gak ngasih tau biar kamu pake yang biasa pake aja supaya nyaman. Aku gak masalah kamu pake apapun, li-lihat ini aku juga cuma pake kemeja biasa kaya bapak-bapak malah kan. Dinner ini jangan sampe buat kamu kaku atau gimana ini aku mau nunjukin menu yang aku suka aja, aku mau makan sama kamu kaya kamu yang suka ngasih nunjuk makanan kesukaan kamu."

Bella mengangguk 'Iya juga ya Rama pasti niatnya baik terus, dia pasti ngutamain aku dan kita.'

"Maaf ya by Rama gak kasih tau kamu."

"Engga bukan gitu, aku takutnya kamu malu apa gimana. Lihat sekeliling kita kaya pada effort to look pretty aku meni polos pisan, kan kalau tau aku bisa minta si Didi makeupin lah poles-poles dikit."

Rama menunduk senyum diam-diam, dia suka sekali dengan Bella yang tidak pernah merasa kecil. Rama pikir tadi Bella merasa rendah diri atau bagaimana tapi ternyata dia sekedar khawatir dengan pendapat dirinya padahal Rama tidak pernah malu dengan apapun yang Bella pakai.

"Aku gak mau ah begitu-begitu nanti kamu cantik terus direbut orang." Balas Rama bercanda.

"Kamu kali digondol tante-tante."

Rama kemudian mengulurkan tangannya sambil memegang tangan Bella "Next time aku pasti nanya kamu ya kalau kita pergi kemana-kemananya, tapi by kamu suka gak?"

"Tempatnya?" Rama mengangguk menunggu pendapat kekasihnya.

"Suka, nyaman, cantik tapi kaya asing. Saking gak pernah makan di tempat begini jadi kaya yang aneh aja gitu kaya wow ada yah orang spending uang sebanyak itu buat makan. Tadi aku google pas di mobil hehe."

"Kamu gak begitu nyaman ya by?"

"Nyaman tapi gak tau nih makanannya enak gak itu kan yang terpenting. Oh iya aku takut sih kalo datenya begini terus kamu bangkrut gak sih bayarin aku terus?"

Rama tertawa sampai kepalanya mendongkak ke atas, sebab tadinya dia sudah khawatir Bella akan berbicara apa tapi ternyata membahas tentang keuangan"Aku punya tabungan masa depan by, tenang."

Obrolannya tertahan saat hidangan mulai disajikan, mata Bella tertuju pada makanan pembuka yang terlihat begitu kecil sampai bisa ditutup oleh telapak tangannya. Bagi Bella pemandangan makanan pembuka begitu awkward karena terlihat mungil di tengah piring yang besar, Bella benar-benar tidak paham konsep makanan mewah ini.

Tanpa mengangkat sendok garpunya Bella mengambil makanan dengan tangan telanjang yang hanya butuh diangkat dua jari saking mungilnya, dia cicipi layaknya juri karena benar-benar terlihat serius sementara Rama diseberang sana begitu tegang seolah dia yang memasak makanannya.

Setelah beberapa kali mengunyah Bella kembali lagi dengan obrolannya "Ma kenapa pake tabungan masa depan? Maksudnya kamu gak dikasih bekal sama orangtua?"

"Dikasih cuma maksudnya kalau kurang ada uang yang lain."

"Jangan lah, jangan spending tabungan masa depan ke aku. Aku gak enak asli kalo perduitan gini." Tolak Bella mengingat dulu Joseph mantannya begitu royal jadi Bella ingin mengubah sikapnya untuk menjadi lebih baik saat di hubungannya yang baru ini dengan Rama.

"Loh gak apa-apa, sambil latihan aku nafkahi."

"Anjir udah kaya mau nikah aja." Bella terkekeh sambil melihat ke arah samping tak sabar dengan makanan utamanya.

Rama membungkuk mendekati Bella untuk berbisik "Mau lah, kan kita udah ngelakuin itu by." Ungkapnya sangat serius.

'Ya terus kenapa anjir kalo hs? Eh bentar.'

"Kamu mikirin kita sampe nikah ma?" Bella menggelengkan kepalanya dengan wajah terkejut sementara Rama menjadi diam membeku mengetahui sepertinya wanita itu tidak berpikir kesana dan Bella pun ikut diam karena tidak tahu seorang Christian Bramantya ini melihatnya sebagai potensi untuk dijadikan istri di masa depannya, sungguh diluar dugaan.

Bukan Bella tidak menyukai Rama tapi Bella menerapkan dalam hatinya tidak masalah kalau suatu hari nanti Rama meninggalkannya toh dilihat-lihat mereka banyak halangannya selain keyakinan ditambah hubungannya ini bisa dibilang baru seumur jagung.

"By kamu gak mikir kesitu?" Tanya Rama ingin memastikan, tubuhnya masih belum bergerak duduk di kursinya seperti kaku.

"Eh itu makanan utama kita dateng." Bella malah membuang muka, melihat ke arah pelayan yang siap-siap menyajikan makanan utamanya.

'Ini gak mungkin kan Bella ninggalin setelah kita udah having sex? Yang bener aja!'


🌻


METANOIA (another story)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang