Di sebuah acara yang entah dalam rangka apa itu Bella terlihat bingung namun tetap bersikap sopan dan mengikuti langkah Rama dan keluarganya agar tidak mempermalukan sebagai orang yang diajak oleh mama dari pacarnya ini, orang tua Rama ini cukup menyambutnya dengan baik sehingga dia tidak begitu terbebani ditambah setiap Bella terlihat kebingungan sedikit saja Rama dengan sigap di sampingnya seolah siap membantu apapun yang Bella perlukan.
Bella ikut memberikan senyuman pada semua orang yang mengajak orangtua Rama berbincang apalagi saat beberapa orang asing tersebut berkenalan dengan Rama, dia yang di samping otomatis semakin menunjukan senyum lebar. Setelah kegiatan basa-basi Bella sebagai wanita paling ramah di dunia untuk sementara itu akhirnya bisa bernapas lega dengan duduk di meja bulat dengan Rama di sebelah kiri dan mamahnya di sebelah kanan yang cukup jauh, sedangkan papahnya Rama bersama temannya sedang berdiskusi yang entah apa.
Makanan ringan dihidangkan bersamaan dengan pertunjukan di depan sana yang menampilkan tari-tarian tradisional yang cukup menyita perhatian orang-orang sedangkan Rama memanfaatkan itu dengan menggeserkan kursinya untuk menggenggam tangan Bella di bawah meja, hal itu membuat mereka bertatapan dan tersenyum yang diketahui oleh mama Rama yang diam-diam ikut tersenyum melihat anaknya sedang terlihat bahagia.
Rama mengelus punggung Bella dengan sengaja sembari mendekatkan dirinya lebih lagi ke arah Bella untuk menunjukan kepada pria tua di belakangnya yang melirik punggung kekasihnya karena dressnya yang terbuka "By makanannya cocok?" Tanyanya berbisik dengan kedua alis dinaikan.
"Iya, enak kok."
"Kamu makannya kaya dikit-dikit kirain gak suka." Ucap Rama mengelus kepala Bella.
"Ya lagi acara gini masa mode warteg atuh baleg aja lah." Rama tertawa yang lagi-lagi disaksikan oleh mamanya yang diam-diam melirik ke arah dua anak muda itu.
Acara terasa membosankan untuk Bella yang tak paham dan tidak biasa dengan hal seperti ini jadi Rama memutuskan menggandeng tangannya membawa Bella jauh untuk beristirahat sejenak di dalam mobilnya.
Bella yang merasa nyaman karena hanya berdua dengan Rama kini memejamkan matanya sejenak sambil bersandar dipangkuan Rama, menikmati heningnya suasana "Cape ya by, mau pulang aja?"
"Gak enak sama mamah kamu."
"Santai aja mamah pasti izinin pulang kalau kamu mau." Jelas tidak akan jadi masalah toh dia yang merencanakan semua ini, merencanakan mamanya untuk mengajak kekasihnya ini agar Bella merasa diakui kehadirannya sebagai kekasih Rama.
"Bentar, gini dulu aja." Tolak Bella membenarkan posisinya agar lebih nyaman di pangkuan Rama.
Sementara Bella menikmati istirahat singkatnya, Rama mengirim pesan pada mamanya untuk meminta izin pulang lebih awal sebab tidak tega Bella harus memakain heels yang kurang nyaman baginya dan baju yang cukup terbuka.
Kaki Rama mulai terasa pegal setelah beberapa menit tidak merubah posisinya. Saat mulutnya hendak terbuka memberitahu, Bella duluan menegakkan tubuhnya.
"Ma."
"Iya by?"
Bella merubah posisi duduknya yang tadi menyamping karena dress panjangnya kini jadi menghadap ke arah Rama sehingga rok panjang itu menyingsat menunjukan paha Bella yang tentu diacuhkan, hanya Rama yang terkejut dengan pemandangan itu seolah tidak pernah melihat tubuh kekasihnya.
"Ma aku gak mikir kita bakal nikah tapi bukan berarti aku main-main disini, beberapa hari kemarin aku renungin perasaan aku ke kamu...
kalo ditanya sayang sih aku mulai sayang dan anehnya udah tidur sama kamu aku makin gak mau lepasin kamu padahal aku dulu gak gitu tapi mungkin karena aku bisa rasain sayangnya kamu ke aku. Kamu kalo bukan pacar aku juga aku seneng dideket kamu, kamu tuh ngetreat aku gila-gilaan apalagi ini emang kamu tuh pacar aku ya aku happy banget. Ih anjir aku ngomong apa sih giginian geleuh mellow tapi intinya aku gak ada niat jahatin kamu apalagi ninggalin. Gitu pokoknya mah kamu jangan ovt ah." Akhir kalimatnya ditutup dengan Bella yang mendorong dada Rama cukup kencang.
Rama menarik pinggang Bella hingga hidung mereka bersentuhan "By kenapa manis gini waktu udah jadi punyaku?"
"Apa sih ma kata-katanya geleuh."
"Aku suka sisi kamu yang lembut waktu kita berdua aja deh." Rama mengunci kekasihnya dengan pelukan erat.
"Ma ih badan aku cepel sumpah gak enak kudu mandi, bau tau lepas-lepas." Bella menghindar sekuat tenaga dengan melihat ke arah lain tapi Rama terus mendekatkan wajahnya ingin kekasihnya melihat ke arahnya.
Rama tidak kehilangan akal dan berakhir memberikan kecupan di bahu Bella yang terekspos "Engga bau ah."
"Ah ma jangan gini jantung aku ngerusuh." Bella merengek sambil memukul dada kekasihnya yang malah tertawa puas.
"Sakit dadanya by."
"Ya senyumnya jangan ngeledek ih heran!" Yang Rama lakukan malah menilap bibirnya menahan senyum melihat tingkah Bella.
"Kan kan sosoan nahan ketawa ah."
Bella meracau tapi Rama seperti tidak mendengar ocehannya dengan terus memberikan kecupan di pipi kanan dan kirinya walau berhadiahkan tonjokan di dadanya.
***
Lagi-lagi kegiatan berpacaran Rama dan Bella di taman kampus yang sepi menjadi tontonan bagi teman-teman Rama yang kebetulan sedang bersantai menunggu kelas atau sejenak menikmati angin sepoi-sepoi sembari makan makanan ringan, jaraknya cukup jauh tapi pemandangan pasangan tersebut tetap jelas untuk mereka.
"Itu cowo bukannya orang yang galau kemarin-kemarin perihal ditinggal habis hs ya?" Tanya Jian tidak paham dengan apa yang dia lihat sekarang.
Pemandangan mesra seperti gambaran drama korea dengan sound track manis dan efek daun berjatuhan.
"Udah anjir ji." Dirga menimpali sembari tertawa.
"Keliatan banget si Rama nih lagi suka-sukanya, itu mata melengkung terus." Balas Sebastian ikut tersenyum melihat temannya sambil memakan ciki-cikian.
"Gue duluan ya masih ada kelas." Pamit Gilang yang dijawab anggukan teman-temannya, sementara Sawal masih diam memandangi dua sejoli yang sedang asik mengobrol di sana.
🌻
KAMU SEDANG MEMBACA
METANOIA (another story)
RomansaKisah romansa huru-hara remaja milenial di kampus Regulus yang diawali dengan perkenalan antara seorang Bella Tanaya yang menyandang tittle yakuza dengan Christian Bramantya yang memiliki imej malaikat yang baik, menariknya pribadi yang bertolak bel...
