Bagai sebuah takdir salah satu pria yang pernah berkenalan dengan Bella di meja VIP kini berada di rumah temannya.
"Hi, kok bisa disini?" Tanya Bella kepada pria yang duduk di ruang tamu itu.
Si pria mencoba mengingat-ngingat siapa wanita yang menyapanya ini dan Bella terlihat sabar tersenyum menunggu respon namun heningnya dibuyarkan oleh kedatangan Karmika dengan sekumpulan cemilan ditangannya "Masuk anjir, kenapa bengong?" tegurnya pada Bella dan saat bersamaan pria itu beranjak dari kursi.
"Balik ya." Pamit Gilang mengusap kepala Karmika setelah mengikat sepatunya lalu melewati Bella begitu saja.
Disitulah kira-kira pertemuan Bella dan Gilang yang kesekian kalinya, sebenarnya jika diingat-ingat kembali Bella pernah bertemu tapi lupa dimana dan itu wajar mereka sering berpapasan karena Gilang adalah sepupu dari Karmika yang selalu Karmika ceritakan.
Bella tidak semahir Karmika dalam menyimak setiap curhatan orang padanya, bukan maksud tidak menghargai tapi dia tidak dapat mengingat banyak hal apalagi jika itu bukan masalahnya jadi Bella biasa mendengarkan saja lalu memberi solusi jika diperlukan atau membalas seadanya berdasarkan pengalaman hidupnya setelah itu melupakannya begitu saja. Berbeda dengan Karmika yang sering menjadi tempat curhatan orang-orang tapi jika Bella dipancing seperti hari ini ingatannya kembali berkumpul.
'Oh iya dia tuh sepupu si Karmika.' Sambil mengangguk merasa kagum karena Gilang semakin tampan apalagi efek disinari matahari, saat di club yang gelap saja sebenarnya dia sudah mempesona walau banyak diam.
***
Pesona Gilang sebagai pria pendiam yang terlihat keren bahkan saat tidak melakukan apapun itu cukup menarik perhatian banyak orang termasuk Bella, terlihat sekali Bella diam-diam mencari kesempatan setiap Gilang datang ke rumah Karmika.
Gilang memiliki masalah perihal salah paham dengan Karmika, dan Bella sebagai manusia yang kebetulan mencari perhatian seorang Gilang secara sukarela menunjuk dirinya untuk membantu Gilang agar Karmika membuka hati untuk menyelesaikan permasalah antar saudara ini walau Bella tau akan sulit karena Karmika cukup keras kepala saat dirinya marah dan menetapkan pada sebuah pilihan.
Seiring berjalannya waktu Bella yang sering heboh itu selalu berubah menjadi wanita yang tenang dihadapan Gilang karena menyesuaikan sikap pendiam Gilang ditambah lagi setiap Bella berisik Gilang selalu menegurnya pelan, tegurannya tidak kasar atau menyinggung jadinya Bella semakin terpesona oleh Gilang. Tampang yang dingin ini tidak pernah kasar dalam tutur kata dan Bella menyukai hal itu.
Walau bersama Gilang Bella berubah menjadi wanita yang cukup tenang tidak emosian, hal itu hanya berlaku dalam waktu yang singkat aslinya Bella tetap akan keluar tapi tidak saat Gilang ada di dekatnya.
Karena tujuan awalnya untuk mendekati Gilang, bantuan Bella pun jadinya sia-sia karena tidak dilakukan secara maksimal bahkan Karmika masih seperti dingin terhadap saudaranya. Sebenarnya Bella sendiri tahu bahwa masalah ini harus mereka berdua selesaikan tanpa dirinya memihak sisi salah satunya, walau pun Bella pada akhirnya menyerah tapi gerakan dia yang mendekati Gilang tidak dia hentikan. Bella bukan tipe yang mudah menyerah untuk hal yang dia inginkan.
Kesibukan dirinya mengejar sosok Gilang ini membuatnya sempat lupa pada pria yang dia tidak sukai. Ingatannya kembali setelah berpapasan di parkiran kampus dimana dia menyadari bahwa pria itu menatapnya dengan tajam setelah biasa mengabaikannya, entah apa yang dipikirkannya tapi mood Bella menjadi rusak apalagi barusan untuk pertama kalinya mereka bertatapan dari jarak dekat, saat Bella bertanya pria bernama Rama itu malah mengabaikan dirinya begitu saja padahal dia duluan yang menatap seenaknya sepanjang dirinya mengobrol dengan Sawal.
Bahkan saat Bella hendak mengikuti Gilang untuk pulang bersama, pria bernama Rama itu sempat membalikan tubuhnya untuk melihat ke arah Bella yang tidak bisa dia tebak ekspresinya karena Rama terlalu jauh.
***
Dari luar mungkin ada yang menyadari kedekatannya dengan Gilang seperti orang yang sedang pendekatan namun sebenarnya pulang bersama Gilang adalah sebuah bisnis dimana Gilang ingin menyelesaikan masalah dengan karmika menggunakan Bella sedangkan Bella sendiri memang sengaja merelakan dirinya dimanfaatkan walau sudah tau jalan percintaan dengan Gilang tidak akan membuahkan hasil setelah Gilang dengan tegas beberapa kali menolaknya walaupun Bella memohon untuk diberi kesempatan.
Bella tidak akan memohon apalagi pada seorang pria tapi Bella merasa tidak apa-apa jika dirinya sedikit menundukan harga dirinya untuk seorang Gilang Hartanto.
🌻
KAMU SEDANG MEMBACA
METANOIA (another story)
RomanceKisah romansa huru-hara remaja milenial di kampus Regulus yang diawali dengan perkenalan antara seorang Bella Tanaya yang menyandang tittle yakuza dengan Christian Bramantya yang memiliki imej malaikat yang baik, menariknya pribadi yang bertolak bel...
