47. Ingatan

232 12 1
                                        

Perbedaan ketertarikan Christian Bramantya bersama teman sekelasnya menjadikan dirinya dijauhi, sungguh alasan yang tidak masuk akal tapi apa yang bisa diharapkan dari anak yang duduk di bangku sekolah menengah pertama yang masih perlu bimbingan dan nasihat dari yang lebih tua.

Rama mengikuti ekstrakulikuler taekwondo, dimana eskul itu diperhatikan oleh pihak sekolah entah dari membiayai saat kejuaraan atau tempat latihan untuk mereka walau anggotanya hanya berisi 10 orang berbeda dengan klub sepak bola yang terkesan diabaikan juga tanpa dukungan yang mempuni, ketidakadilan tersebut itu lah awal mula pertikaian antara Rama dan teman sekelasnya.

Roy namanya, ketua sepak bola yang selalu mengajak Rama untuk bergabung yang berakhir nihil sebab Rama tidak ada sedikitpun ketertarikan untuk berkeringat di bawah terik matahari berbeda dengan taekwondo yang dilakukan indoor.

Roy berhasil mengajak Joseph si pria tampan yang terkenal untuk bergabung jadi Roy merasa ajakannya yang ditolak Rama itu karena dia orang angkuh yang tidak mau mengulurkan tangan untuknya tidak seperti Joseph yang bahkan selalu mentraktir teman sekelas tapi dengan power yang dia miliku pun dia tetap bisa diajak kerja sama. 

Tujuan Roy mengajak Rama adalah karena dia pun tahu Rama sedikitnya berpengaruh di sekolah, terlihat dari papanya yang cukup sering datang untuk memantau kegiatan Rama di sekolah dan guru-guru yang berubah menjadi budak penjilat yang tiba-tiba hormat. Pemandangan yang begitu menjengkelkan untuk Roy, Christian Bramantya seolah memiliki segalanya, hidup nyaman dan angkuh. Walau begitu memang keangkuhannya didukung dengan otak cerdasnya yang jadi disukai para guru sedangkan Roy bisa dibilang murid biasa-biasa saja yang ingin bermain sepak bola dengan serius.

"Kamu cuma perlu gabung anjing, gak perlu datang buat lati-"

"Enggak, jangan pake nama aku. Urus urusan kamu sendiri." Tolak Rama kali ini tegas dan meninggalkan Roy yang sudah mengemis berapa kali itu di situasi yang memalukan.

Setelah kejadian itu Rama menjadi olok-olokan dan perundungan teman-teman Roy, sejujurnya Rama muak dengan tingkah orang-orang sekitarnya namun dia sebagai yang memiliki keahlian bela diri tidak sepantasnya mempraktekan untuk melawan teman sekelasnya. Lebih menjijikan lagi saat Rama tahu orang-orang tersebut bertingkah baik saat Joseph hadir, selaku ketua kelas tapi jika Joseph tidak ada tas Rama sudah tersangkut di pohon, bukunya di buang ke ember berisi air dan masih banyak lagi. Menurut Rama semua yang disekeliling Joseph pun adalah orang-orang yang hanya memanfaatkannya bukan berteman dengan tulus.

Gejolak amarah Roy semakin memuncak ketika Rama menjadi juara nasional dimana sekolah lebih memanjakan klub taekwondo dengan segala fasilitas dan kelonggaran waktu dalam memakai ruangan atau izin sekolah yang dipermudah atas nama latihan.

Perundungan yang Rama terima akhirnya semakin parah, sayangnya saat Rama melapor papanya respon yang didapat adalah Rama harus bisa menyelesaikan masalahnya sendiri katanya. Rama berharap dengan menunjukan luka di tangan dan kakinya papanya akan membelanya namun ternyata tidak, ingatan kejadian di masa lalu itu terkadang samar-samar masih muncul akhirnya. Rama kira adegan itu muncul saat dia kelelahan tapi ternyata hari ini pun tiba-tiba terjadi lagi, dia terbangun paksa karena ingatan di masa lalunya saat Bella berada disampingnya.

Rama duduk terengah-engah sambil menutup wajahnya, napasnya memburu, debaran jantungnya masih cukup kencang. Semua kerisauan yang dia rasakan seolah lenyap begitu saja saat melihat kekasihnya tidur lelap di sebelahnya.

Rama diam beberapa saat untuk mengatur nafasnya setelah selesai baru dia pergi mencari pakaiannya dan kembali tertidur di sebelah Bella, baru kali ini rasanya Rama bangun dari mimpi buruk dengan tersenyum.

Rama diam-diam memberikan kecupan di kening wanitanya lalu bersandar di bantalnya kembali, senyum sendiri hingga Bella mulai terbangun yang disambut senyuman manis Rama.

Sejenak Bella diam ditempat mencoba mengingat kenapa kekasihnya ada di ranjang yang sama lalu pikirannya buyar dengan ketampanan kekasihnya di pagi hari yang semalam telah melakukan hal-hal di luar norma dengannya, sangat salah tapi juga begitu membuatnya senang diwaktu yang sama.

Bella benar-benar sudah terlalu jauh, terlalu jauh sambil membawa Rama mengikuti jejaknya yang salah.


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


🌻

METANOIA (another story)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang