52. Curhat

100 8 2
                                        

Bella memutuskan untuk lebih terbuka dengan Rama karena kenyamanan yang dia rasakan bersama kekasihnya namun setelah dia menceritakan tentang kerenggangan yang terjadi antara dia bersama teman-temannya dengan Sarah reaksi Rama cukup membuat Bella tidak terpuaskan. 

Sebenarnya respon dari seorang Christian Bramantya tentu seperti itu. Dia akan diam, mendengarkan, dan berkomentar seperlunya tanpa menjatuhkan siapapun sebab dia tidak ada di lokasi dan hanya pihak ke-3 yang mendengarkan dari salah satu narasumber pelaku sedangkan di sisi lain Bella mengharapkan seorang kekasih yang membelanya dalam situasi apapun terlebih ini menyangkut tentang Sarah, wanita yang pernah Rama sukai.

"Astaga bel langsung manyun, aku gak maksud bela dia aku netral."

"Netral itu pengecut karena gak nunjukin keberpihakan!" Bella menjauh dan duduk di bawah karena tidak ingin satu sofa dengan Rama.

Rama tertawa melihat tingkah Bella lalu ia pindah dengan duduk masih di sofa namun tepat di belakang Bella agar tangannya bisa menarik untuk memeluk Bella dengan menyandarkan pipinya di pucuk kepala Bella "Pacar aku jealousan juga ternyata."

"Bukan jealous ya aku udah jelasin si Sarah tuh gak jelas anjir dia tuh mau dipahamin tapi cerita ke kita engga kan gelo masa kita kudu jiga ahli nujum anjir ngira-ngira mood dia, dipikir dia tokoh utama. Terus dia bebal geus dibejaan si Zeema brengsek cuma ngincar Karmika eh dia malah mau sama cowo kaya gitu kan kita temennya khawatir maksudnya teh ma ih."

"Udah udah ah."

"Kan anjir malah nyuruh aku udah!"

"Maksudnya udahan bahas itu, pacaran aja kita ngapain bahas orang lain."

"Halah ngeles bilang aja masih ada rasa."

"Aduh by lucu banget." Rama malah gemas sendiri.

"Jauh-jauh ah sana."

"Aku pasti bela kamu kok bel kalau ada apa-apa." Rama menarik tangan Bella untuk mengecup punggung tangannya.

"Pipi pipieun." Pinta Bella menyodorkan pipinya yang Rama ikuti.

"Bibir."

"Udah ah nanti kemana-mana, peluk aja sini." Tolak Rama yang sudah biasa dirasakan Bella.

Rama masih diam-diam menahan tawanya, rasanya senang sekali melihat Bella bisa semanja dan secemburu ini padanya. Impas, sebab Rama pun diam-diam pernah tidak menyukai kehadiran Joseph apalagi hubungannya dengan Bella seperti masih akrab.


🌻

METANOIA (another story)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang