Bella sangat bisa membaca keadaan Rama, kekasihnya itu jadi banyak diam setelah pulang makan malam. Jujur saja Bella tidak bisa menghiburnya dengan kata-kata bohong mengikuti keinginan Rama sebab rasa sayang Bella tidak sejauh yang orang bayangkan, tidak sepercaya diri yang terlihat. Rasa untuk Rama jelas bertumbuh tapi Bella tidak mau sombong dengan seolah-olah bisa melawan takdir yang sudah terlihat akan berat, semua orang pun tahu jalan mereka akan penuh rintangan dengan adanya tembok paling tinggi diantara mereka.
Bella hanya ingin fokus dengan apa yang dia miliki sekarang, kebahagiaan mereka sekarang contohnya, tapi untuk Rama dia menjadi was-was takut Bellanya diambil. Dia sedang ditahap jatuh cinta yang begitu besarnya jadi ingin segala hal nya jelas apalagi keduanya telah ditahap melakukan hal intim yang bagi Rama itu tidak bisa dipermainkan, Rama ingin bertanggung jawab.
Ketidakmampuannya menghibur pria disampingnya itu Bella gantikan dengan mengelus-ngelus tangan sebelelah kiri Rama yang sedang menyetir saat ada kesempatan, sesekali Bella berikan kecupan di punggung tangannya membuat Rama tersenyum menoleh ke sebelah kiri "Harusnya aku gak sih by yang begitu." Kemudian Rama membalas mengecup punggung tangan Bella.
"Aku suka ciumin kamu begini cup cup cup." Bella memang jadi lebih sering melakukannya setiap Rama banyak diam setelah malam itu.
"Ma kamu mau mampir dulu?" Ajaknya.
"Pulang langsung ya by maaf." Balas Rama mengusap rambut kekasihnya, Bella tidak bertanya lebih sebab dia paham mungkin Rama butuh waktunya sendiri toh Bella pun tidak punya solusi atas cemasnya Rama.
"Ya udah next time mampir ya sayangku." Pinta Bella manja yang Rama balas dengan mencubit pipinya.
"Iya by nanti ya."
***
Setelah mengantar Bella ke kosnya Rama kembali ke apart yang disambut teman-temannya karena memang asalnya tempat tinggal dia adalah tempat berkumpul para kelompok Blasteran malaikat saat tidak ada tujuan namun tidak mau pulang.
"Lesu amat abis anter ayang." Tegur Sebastian merangkul Rama yang baru masuk.
Sawal yang sedang menikmati baso yang dia bungkus tertawa melihat Rama, lalu Jian tidak mau melewatkannya jadi dia bergabung dengan obrolan "Wah konflik rumah tangga nih kayanya."
"Belum apa-apa dah ribut." Ujar Devon menimpali.
Akhirnya Rama membuka mulutnya "Berisik ya von lo yang belum apa-apa, gue udah jadian lo belum." Akhir kalimatnya membuat semua menjadi fokus mengejek Devon yang masih saja terjebak dalam HTS (Hubungan tanpa status).
"Besok juga gue jadiin bisa elah."
"Kaya Karmika bakal nerima banget ya." Ucap Sawal mengangguk-angguk sambil menguyah.
"Ya nolak gue apa coba alasannya?" Tanya Devon percaya diri.
"Kalau Karmika nanya pendapat gue dan Rama terus kita kontra bisa aja dia gak nerima lo, gini-gini opini kita dipertimbangkan loh."
"Halah anak anjing." Balas Devon kesal, lalu Jian paling keras tertawanya puas melihat Devon yang sudah fokus dengan satu perempuan.
Obrolan berlanjut membicarakan hal bermacam-macam sampai akhirnya Rama yang berpartisipasi dengan tawa ikut membuka mulutnya "Eh bro emang mungkin ya cewe ninggalin cowonya habis hs?" Seketika pertanyaan itu membuat semua berhenti beraktivitas lalu menengok ke arah Rama.
KAMU SEDANG MEMBACA
METANOIA (another story)
RomanceKisah romansa huru-hara remaja milenial di kampus Regulus yang diawali dengan perkenalan antara seorang Bella Tanaya yang menyandang tittle yakuza dengan Christian Bramantya yang memiliki imej malaikat yang baik, menariknya pribadi yang bertolak bel...
