94. Niat baik

58 4 0
                                        

Acara kelulusan penuh haru atas lulusnya Bella Tanaya dalam menempuh pendidikannya berlangsung hikmat, hatinya semakin berdebar begitu melihat ibunya terlihat menangis penuh bahagia. Jelas putri kecilnya yang nekat kabur beberapa tahun lalu itu telah membuktikan kemandiriannya dan tanggung jawab atas dirinya sendiri di hadapan seluruh keluarganya, terpancar wajah bangga dari adik dan juga kakaknya sementara Bapak sibuk dengan ponselnya yang diam-diam mengabadikan momen anaknya yang cantik dengan toga. Bella menyandang title sarjana pertama di keluarganya.

Setelah serangkaian acara selesai mamah datang dengan bunga yang cukup besar membuat senyum Bella melebar "Mah astaga jangan bilang ini buat Bella?"

"Ya memang buat kamu lah, anak mamah teu suka bunga gak asik." Jawabnya akrab membuat bapak dan ibu bingung ditambah putrinya dengan santai memanggil wanita muda itu dengan sebutan mamah.

"Oh iya mamah ini orang tua Bella hehe." Bella memperkenalkan ibunda dari Christian Bramantya pada keluarganya untuk pertama kalinya.

Terlihat ada kecanggungan di sana sebab orang tua Bella bukan tipe yang dapat basa-basi berbaur apalagi bapak yang tidak minat untuk menyapa orang yang tidak dia kenal, di sisi lain mamah tentu berbanding terbalik, dia termasuk ibu-ibu extrovert yang cekatan ia bahkan bisa langsung menebar senyum penuh percaya diri memperkenalkan dengan santai mengulurkan tangan "Kenalin saya Mary orangtuanya Rama, anak saya sudah dekat dengan Bella dari awal masuk kuliah jadi semoga kita orangtuanya bisa akrab-akrab ya pak bu." kalimatnya penuh dengan tujuan terselubung demi anaknya yang mengintip dari jauh.

"I-iya bu, makasih juga ya Rama ini udah jagain Bella terus selama di Bandung." Ibu membalas jabatan tangan Mary.

"Jagain apaan." Celetuk sang bapak berbisik yang dapat Mary dengar.

"Kenalin Aisyah." Buru-buru ibunya ingin menyita perhatian Mary dengan memberitahukan namanya.

"Oh iya ibu Aisyah ini saya teh bawa bingkisan dikit, emang sengaja bawa buat keluarga Bella dan bener aja ketemu di sini. Selama di Bandung tuh Bella juga udah nemenin saya terus bu belaja ke salon ah macem-macem, udah temenin Rama juga."

"Bu Mary akrab banget ya? Duh Bella ini ngerepotinnya bukan ke Rama doang berarti ya?" Ada rasa iri ibu melihat kedekatan anaknya dengan ibu-ibu asing di hadapannya.

"Engga lah bu udah saya anggep anak sendiri." Ucap Mary lantang sambil melihat ke arah bapak yang terbatuk-batuk.

Saat itu pula Rama dan papahnya hadir menyusul keluarga yang sedang berkumpul, mereka pun mulai berbincang-bincang yang Rama dan Bella tinggalkan karena keduanya berencana membuat konten kelulusan bersama teman lainnya.

Tak lupa foto tema pasangan yang sudah bagai foto  prewedding di mana Rama dan Bella mengumbar kebahagiaannya dengan mesra tanpa tahu malu, lebih tepatnya mungkin Bella yang terus menempel sementara Rama mencoba tetap tenang dengan tatapan menusuk yang bapak berikan dari jauh, jelas setelah sesi ini selesai Rama siap menerima ceramah darinya.

"By udah by jangan nempel pipinya, bapakmu lihat." Rama berbisik dengan masih tersenyum melihat ke arah kamera.

"Biarin aja atau aku cium kamu aja ya biar dinikahin langsung sama bapak."

"Astaga by Rama yang kena loh ini." Keluh sang kekasih.

Rama dan papahnya memiliki hubungan yang tidak begitu dekat lebih tepatnya papahnya pendiam dan cuek, bahkan dia juga tidak begitu peduli dengan hadirnya Bella yang beberapa kali Rama bawa ke hadapannya tapi hari ini bapak-bapak itu terlihat begitu aktif mendekatkan diri dengan keluarga Bella yang berhasil membuat senyum manis Rama terukir di wajahnya karena selain mamah kini papahnya juga cukup menyambut baik keluarga Bella yang artinya perjuangan Rama akan terbantu.

METANOIA (another story)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang