69. Rasa waspada

135 9 3
                                        

Beberapa kali Bella melihat ke sampingnya dan dia tahu ada yang salah sehingga Bella terus mengusap satu tangan Rama yang dia paksa taruh di atas pahanya untuk dia genggam dan berikan elusan di punggung tangannya.

"Sayang kenapa ih?" Tanya Bella melihat ke luar jendela tidak ingin menekan Rama untuk menjawab tapi di sisi lain juga ingin tahu ada apa dengan kekasihnya.

"Aku gak kenapa-kenapa."

"Tapi diem aja, yang ini diemnya beda aku tau loh." Balas Bella dengan suara halus tidak mau menekan, lalu saat ada kesempatan Bella menarik tangan Rama untuk diberikan kecupan di punggung tangannya beberapa kali.

Saat lampu merah Rama menarik Bella untuk dipeluknya "Ih gak suka badannya wangi Sawal." Ucap Rama pelan tapi berhasil membuat Bella tertawa.

"Jadi cemburu? Lagian mana ah bau Sawal, biasa aja juga."

"Engga, bau Sawal kamunya." Rama membantah tanpa mengakui dirinya cemburu.

"Ya udah mana jaket Rama? Sini aku pake."

"Itu ada di belakang." Jawabnya suara pelan seolah tidak begitu niat padahal rasanya dia memang ingin Bella cepat-cepat memakai jaketnya.

Bella membuka kaosnya yang membuat Rama terkejut, Rama bahkan berusaha menutup tubuh Bella dengan kedua tangannya sambil melihat ke arah lampu merah takut ada CCTV sedangkan si wanita dengan santainya memakai hoodie milik Rama setelah membuka kaos tipisnya.

"By kenapa sih dibuka segala kaosnya ih." Ada rasa kesal dari suaranya, namun yang ditegur terlihat acuh malah mendekatkan dirinya sambil terkekeh.

"Biar hoodie kamu wangi badan aku, nanti aku balikin tanpa dicuci. Cie bisa cium-cium wangi aku mesum." Ledek Bella tiba-tiba.

"Apa sih."

"Apa sih apa sih tapi pipinya merah, lucu banget." Bella mendaratkan kecupan pada pipi Rama beberapa kali lalu mencuri kecupan juga pada leher kekasihnya sangat cepat.

"Ih Bella."

"Jangan bt lagi ah ini udah wangi Rama akunya." Bella memeluk tubuhnya sambil memperlihatkan ke arah Rama yang dibalas dengan senyum malu-malu.

'Astaga pingin makan si Rama, lucu banget waktu cemburu.' Isi hati Bella setelah melihat tingkah kekasihnya yang jarang-jarang ditunjukan.

"Aku ngine-"

"No no besok kuliah, pulang ke kosan ya by." Tentu jawaban bantahan datang dari seorang Christian Bramantya.

"Ih sebel anjir!" Bella tau Rama tidak mungkin lengah saat dirinya sudah menunjukan taring, Rama pasti menghindari hal-hal agar tidak terjadi kegiatan nakal di antara mereka.

Setelah Rama membujuk Bella akhirnya dia mau pulang tanpa harus ada pertengkaran di antara mereka walau si wanita memasang wajah cemberut.

"Besok Rama juga kuliah pagi, mohon dingertiin ya."

"Ya udah. Kiss dulu tapi." Rama mengangguk patuh lalu mengecup hidung dan dahi Bella, tidak sesuai harapan tapi hal itu membuat Bella tersenyum.

Kekasihnya memang sangat menggemaskan.

***


Hari ini Bella datang cukup pagi lebih tepatnya setelah Rama selesai 1 kelas di pagi hari, sengaja datang dengan 1 bungkus nasi yang dia beli untuk sarapan bersama di mobilnya.

Saat keduanya menyantap makanan Rama memulai percakapan dengan bertanya tentang beberapa hari terakhir karena Bella sibuk dengan Sawal, lebih tepatnya banyak menghabiskan waktu bersama yang Rama tidak masalah tentunya karena dia pun sibuk dengan perkuliahannya tapi ada rasa ingin tahu.

"Rama jujur deh sama aku, kamu cemburu sama Sawal?"

"Engga." Balasnya tanpa melihat ke arah Bella dan menyantap nasi uduknya semangat.

"Terus kenapa kaya aneh?"

"Bukan aneh ya mau tau aja, kamu biasanya berantem terus tiba-tiba lengket kaya mau bareng aja coba."

Bella tertawa dan mengalihkan pandangannya ke depan, jelas Rama memang cemburu hanya saja tidak mau mengaku yang entah kenapa karena biasanya Rama akan jujur mengakui sesuatu apapun itu terhadap Bella.

"Kenapa by ketawa?"

"Engga." Jawabnya sambil menahan senyum.

Rama diam-diam melihat ke arah Bella saat dia terlihat membalas pesan yang sebenarnya dari teman-temannya tapi gerak-gerik Rama yang gelisah tentu dapat Bella rasakan, bukannya menjelaskan Bella malah mematikan ponsel dan memasukannya ke dalam tas membuat Rama semakin tenggelam di rasa penasarannya.

"Ma."

"I-iya?"

"Aku tuh akhir-akhir ini bantuin Sawal buat kamu."

"Maksudnya?"

"Bukan cuma Sawal tapi ke Karmika juga, kaya aku mau bales kebaikan mereka ke kamu dulu ya sampe sekarang sih mereka udah baik ya.. jadi ya itu beberapa hari ini aku pulangnya ke mereka melulu atau sering gak bareng kamu."

"By apa sih kamu manis banget." Rama terlihat terharu setelah tau alasannya.

"Kalau aku kenal kamu lebih dulu aku pasti bakal hajar orang-orang itu tapi karena engga ya aku cuma bisa segini doang balesnya."

"Iya pasti ya Bella kan baik sama Rama, pasti Bella lindungin Rama."

"Kunyah dulu ah itu nasi jangan nangis." Bella mengusap pipinya yang gembul dari beberapa suap terakhir nasi uduk yang belum Rama telan.

"Makasih ya by kamu yang terbaik yang Rama punya."

"Kalau banyak gombal pitonnya aku pacok, udah ah jep." Ancaman Bella Rama abaikan dengan menarik kekasihnya untuk dia peluk erat, ternyata memang tidak perlu ada yang Rama khawatirkan di hubungannya Bella dapat dipercaya jika itu tentang kesetiaan.

Jika pun ada orang di luar sana yang berpotensi akan menghancurkan hubungan mereka, kekasihnya adalah Bella Tanaya sosok yang tidak mungkin akan menyakitinya dengan memberikan kesempatan pada pria lain.


🌻




METANOIA (another story)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang