68. Hal baru

105 8 2
                                        

Seperti hari-hari sebelumnya Bella memang sedang menjalankan misi berbuat baik untuk Karmika dan Sawal secara bergantian, dengan izin Rama dia pergi beberapa kali menemani Sawal bekerja. Ada rasa sedikit tertarik dengan pekerjaan sampingan Sawal selain karena nominal uang yang cukup besar untuk hanya beberapa hari project yang diambil, dia pun merasa pekerjaan menjadi seorang selebgram seperti lebih mudah dari pada beberapa pekerjaan paruh waktu yang selama ini dia jalani jika dibandingkan waktu dan nominal uangnya. 

Namun memang orang akan baru sadar jika melihat prosesnya, seperti beberapa hari ini Bella mengikuti beberapa kegiatan Sawal dia jadi tahu untuk menjadi selebgram tidak semata-mata hanya modal tampang dan asal bicara. Jika memang menekuni dan berpikir panjang tentulah perlu branding kuat dan juga keseriusan dalam menjalankan, seperti Sawal yang baru Bella temukan sisi pekerja kerasnya.

Sawal yang kadang-kadang menjadi bahan lelucon atau samsak bercanda Bella terlihat begitu dapat diandalkan saat dirinya berdiskusi, mengambil foto dan juga menanggapi beberapa orang yang kagum padanya. Jelas pekerjaan ini tidak mudah sebab reputasi pun berpengaruh, sedangkan tidak bisa setiap hari orang dalam keadaan fit tapi jika di lihat dari staff di sekeliling Sawal rasanya Bella bisa menebak bahwa teman kekasihnya ini memperlakukan dan diperlakukan baik di lingkungannya. Ada rasa bersyukur bahwa Rama berteman dengan orang yang tepat dan itu membuat Bella lega.

"Wal kamu hebat juga ya-" Belum selesai kalimat yang dilontarkan Bella, Sawal sudah memotong pembicaraan, merasa tahu dirinya sudah mempesona seharian ini. Ditambah beberapa kali Sawal melihat mata Bella bersinar melihat dirinya.

"Iyalah, baru sadar?"

Namun yang diharapkan ternyata bukanlah pujian seperti biasa, yang dia hadapkan adalah seorang Bella Tanaya tentu akan berbeda reaksinya "Hebat boong, sosoan keren padahal di rumah kaya amang-amang bersarung dengan kaos bolong." Tidak ada hari dimana Bella benar-benar 100% memuji pasti ada saja tersilap membuat wajah Sawal kesal.

"Anjing."

"Kan jol kasar tadi so baik, tapi salut sih bisa jadi orang lain. You are a pro bro." Bella menepuk pundaknya beberapa kali lalu bertepuk tangan, jelas merasa bangga namun bukan ini yang Sawal mau.

"Jadi gimana masih tertarik mau jadi content creator? Atau selebgram gitu?" Tanya Sawal mengalihkan ke topik lain.

"Kaga ah males, mending asisten kamu aja lah sama-sama dapat duit tapi cuma gini doang nonton sama ingetin jadwal kan paling?"

"Kaga butuh gue asisten, sayang duit mending ngurus sendiri."

"Pelit amat si Sawal ih! Kuburannya sempit tau rasa siyah padukdek."

"Baliknya mau makan apa dulu nih kita?" Tawar Sawal tiba-tiba.

"Anjir tumben baik, emang ya selebgram pro beda."

"Nyebelin banget lo bisa gitu ya ekspresi rubah seketika dari hina gue bilang pelit terus sekarang senyum-senyum serem, lepas jangan pegang-pegang jijik gue." Sawal berjalan duluan meninggalkan Bella yang senang akan makan gratis di akhir bulan ini.

***


Bella dan Sawal menikmati makan malam di pinggir jalan, di kawasan berkumpulkan berbagai jajanan street food dari tradisonal, makanan ringan hingga berat. Sambil berbincang-bincang lebih tepatnya Bella bergosip tentang beberapa staff yang tadi bekerja dengan Sawal mereka menelusuri untuk memilih harus berhenti di kedai mana untuk menutup harinya.

Setelah kesana-kemari Bella memutuskan untuk makan pecel lele yang Sawal setujui, di meja nyatanya bukan hanya lele, mereka juga memesan usus goreng, ayam bakar dan juga cumi asam manis. Terlihat senyuman Bella tidak pernah luntur semenjang piring-piring pesanannya dihidangkan membuat Sawal menggelengkan kepalanya.

METANOIA (another story)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang