"Hai Bell," jawab Rony pelan, dia menjaga posisinya stabil berdiri.
"Kamu apa kabar? lama banget nggak kelihatan disini? tadi kutanya temen-temenmu katanya mau datang. Aku mau ngisi live music lho..."
"Oh iya...?" dengus Rony masih pelan. Dia memutarkan badannya mencari-cari sosok Salma, Rony melihat Salma yang terpaku jadi kikuk sendiri. Rony menunggu Salma menyusul.
"Ayok Ron, aku tunjukkin tempat temen-temenmu," Bella begitu bersemangat dengan kehadiran Rony.
"Ayok!" panggil Rony, bukan ke Bella tapi ke Salma.
"Siapa si Ron?" tanya Bella.
Begitu Salma mendekat Rony langsung memperkenalkan Bella ke Salma, Rony belajar dari kesalahan sebelumnya.
"Sa, ini Bella temanku, dia penyanyi. Bella, ini Salma," Rony memperkenalkan singkat. Salma dan Bella bersalaman dan menyebut nama masing-masing.
"Eh, tadi pada dimana mereka?" tanya Rony.
"Di teras belakang," jawab Bella.
"Ayok Sa," ajak Rony sambil menggandeng Salma ke tempat yang dituju. Salma mengikuti dibelakang Rony.
Meninggalkan kebingungan di wajah Bella.
Sebenarnya ini yang Rony khawatirkan ketika dia mengajak Salma ke tempat-tempat tongkrongannya. Ada banyak teman perempuannya yang akan membingungkan Salma. Bukan hanya Salma yang bingung, tapi dirinya sendiri juga, karena dia bingung menjelaskannya. Lebih tepatnya bingung harus menjelaskan atau tidak.
Tadinya dia mau skip ikut nongkrong kali ini, tapi Diman yang membocorkannya dan membuatnya kesal. Salma juga tiba-tiba membuat pernyataan-pernyataan kecewanya, sehingga Rony memutuskan untuk ke cafe bersama teman-temannya. Semoga ini ga bakal jadi masalah baru.
Di teras paling ujung sudah berkumpul teman-teman dari studio Rony.
"Hai Ron," panggil Neyl.
"Wey, Sal, Lo ikut?" tanya Novia.
"Hai semua..." semua anak yang kemarin datang ke rumah Rony ada disana, termasuk Nabila yang baru kali ini ikut dan duduk di sebelah Paul. Dia ikut karena kata Paul kemungkinan Salma juga ikut, jadi bisa pulang bareng.
Rony dan Salma lalu duduk dikursi yang tersisa.
"Udah sembuh Kau Ron?" tanya Novia.
"Mendingan," jawab Rony singkat.
"Tadi kata Nabila ke rumah sakit?" tanya Paul.
"Udah, lepas perban," dia memang manusia tak banyak bersuara.
"Wededew, udah sembuh nih," canda Daniel.
"Eh Ron, tadi kulihat ada Bella, udah ketemu Kau? Dia masih mau deketin kau tu. Tu si anak manager sini yang pernah kau ajak ke studio dulu juga ketemu. Nanyain Kau pula, lama-lama aku jadi asprimu saja ya?" keluh Novia.
Ya, Novia dan Anggis belum tahu siapa Salma sebenarnya. Novia dan anggis tidak ada di studio saat Rony membahas soal perjodohan. Novia masih menganggapnya saudara Rony. Rony mencoba memberikan kode dengan pandangannya tapi Novia nggak mengerti.
Novia justru melanjutkan ocehannya, "Kau kenapa si Ron, Kau mau cari cewek yang lain? Tu kayaknya yang baju biru lirik-lirik Lo,"
"Iya tu, Kak. Atau yang baju merah?" Anggis menimpali.
Paul yang mendengar ocehan Novia dan Anggis meletakkan kedua tangannya ke kepala melirik Nabila, ikut pusing. Yang lain? Terdiam kelu.
Rony menggeleng sambil melirik Salma yang mendengarkan setiap kata dari Novia, tercekat. Apa lagi ini.... Pah, papah tau nggak si manusia macam apa Rony ini?
KAMU SEDANG MEMBACA
Katakan [End]
FanfikceCerita mengenai perjodohan lelaki dan perempuan yang tidak mudah. Perjalananan panjang untuk bersatu bertemu cinta. Seperti layaknya perjalanan, dalam prosesnya bertemu jalan yang berlika liku juga tanjakan dan turunan. Sebuah perjalanan menelusuri...
![Katakan [End]](https://img.wattpad.com/cover/347744651-64-k971590.jpg)