Rony : Nab, mau gelato nggak?
Rony : /dropp location
Rony : Nab?
Nabila : Bentar Kak, masih tugas kelas
Rony : oh, buruan mau nggak
Rony : mumpung belum jalan
Nabila : tumben? mencurigakan
Rony : nggak usah tanya, mau nggak?
Nabila : boleh deh, keknya tempatnya asik
Rony : ok, kelar jam berapa?
Nabila : 14.40
Rony : Ok. gue jemput
Rony : nanti lo tunggu depan
Rony : biar gue nggak usah parkir
Nabila : ok
_________
Hari ini cuaca Jakarta sangat panas, tidak ada angin yang berhembus. Rasanya lengket, mungkin kelembabannya tinggi. Rony memacu mobilnya menuju kampus Nabila, menjemputnya untuk merealisasikan rencananya. Entah angin apa yang membuatnya tiba-tiba mengajak Nabila jalan berdua saja. Rony bukan tidak pernah jalan bersama Nabila. Tapi tidak pernah hanya berdua saja, biasanya bareng keluarganya atau teman-temannya.
Nabila sudah menunggu di depan kampusnya bersama beberapa temannya. Rony membuka kaca jendela mobil sebelah kiri untuk memastikan dia yang hadir. Meskipun sebenarnya Nabila sudah paham betul mobil Rony. Teman-teman Nabila saling kasak-kusuk melihat kepergian Nabila bersama abangnya. Entah apa yang mereka bahas.
"Tumben banget si, Kak?" tanya Nabila setelah selesai memasang seat belt-nya.
"Gerah banget, pengen yang seger-seger,"
"Lo kan nggak suka manis-manis, kok ngajakinnya sejenis es krim?"
"Lo kan suka? gue tertarik sama tempatnya,"
"Iya si, bener banget. Tapi Lo baek gini gue malah curiga si,"
"Sialan, salah gue berbuat baik sama Lo,"
"Hahahaha, keajaiban banget soalnya. Ah, gue tau, gada cewek yang Lo ajak?"
"Jangan tanya kalau itu, gue tinggal pilih. Tapi males sama cewek, tapi aneh kalau gue ngajak Paul makan gelato,"
"Oh, sekarang udah ada calon, jadi nggak mau ngajak cewek ya,"
"Si paling pahim," dengus Rony.
Setelahnya tidak ada perbincangan antara keduanya. Nabila menyambungkan bluetooth hp-nya dengan player di head unit mobil Rony. Memutarkan playlistnya. Lalu sibuk dengan hp-nya dan menyanyi sendiri. Hanya sesekali Rony ikut nimbrung menyanyi di lagu yang dikenalnya.
Sesampainya di lokasi yang tadi dibagikan oleh Rony, mereka langsung memesan makanan, minuman dan gelato tentu saja. Nabila memesan gelatonya terlebih dahulu, meskipun biasanya gelato menjadi makanan penutup, hari ini ia menjadikannya appetizer. Sambil menunggu pesanan mereka datang, alasannya.
Keduanya memilih duduk di area outdoor, yak Rony mau merokok.
"Cobain deh kak, ini peanut butter. Nggak terlalu manis," tawar Nabila, menyodorkan sendoknya ke mulut Rony.
"Lumayan enak," komentar Rony. Dia memilih sebatang rokok untuk menunggu makanannya, meski Nabila sedikit kesal melihatnya.
"Tempatnya lumayan juga ya kak, masih banyak pohon. Lo tau dari mana? Pernah kesini? Sama cewek yang mana?"
"Satu satu Nab. Liat di maps, belum pernah kesini. Gue lagi pengen liat ijo-ijo," banyak pohon, alasan Rony ingin mengunjungi tempat di bilangan Jakarta Selatan ini.
"Liatin kangkung di kulkas mamah aja mesti ada," canda Nabila, Rony mendungus.
Tak lama pesanan mereka datang. Nabila memesan Salad, sedang Rony memesan pasta, serta pizza untuk bersama. Nabila menghabiskan dulu gelatonya.
"Bolognese? tumben biasanya carbonara. Kek pesenan kak Caca," komentar Nabila.
"Ganti suasana, mencoba hal baru nggak ada salahnya kan?" ucap Rony sambil menikmati pasta bolognese-nya. Enak juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Katakan [End]
FanfictionCerita mengenai perjodohan lelaki dan perempuan yang tidak mudah. Perjalananan panjang untuk bersatu bertemu cinta. Seperti layaknya perjalanan, dalam prosesnya bertemu jalan yang berlika liku juga tanjakan dan turunan. Sebuah perjalanan menelusuri...
![Katakan [End]](https://img.wattpad.com/cover/347744651-64-k971590.jpg)