"Rendy?" tanya Rony.
"Ready!!!" Sahut Salma, nampak excited memulai perjalanan mereka.
Rony menyalakan radio, mencari frekuensi dengan lagu yang enak. Pilihan Rony jatuh pada 106.1 fm, Geronimo FM.
Menjelang siang Rony dan Salma akhirnya memulai perjalanan mereka menuju arah utara dari Jogja. Sepagian Salma heboh dengan apa-apa yang hendak dibawanya. Setelah berpamitan dengan dramatis, Rony memacu mobil berwarna merah itu dengan kecepatan sedang. Hari mulai panas, matahari yang sedang berada di belahan bumi Utara membuat silau pagi menjelang siang hari itu yang juga menuju ke Utara dari Jogja. Dikenakannya kacamata hitam yang selalu dibawanya.
Di sebuah jembatan yang sedikit panjang menyebrangi perbatasan Jogja dan Jawa Tengah, Salma mulai merasakan lapar di perutnya. Setelah melewati kawasan yang banyak pengrajin batu dan di beberapa titik melihat bongkahan batu besar di pinggir jalan yang membuat Rony heran. Akhirnya atas rekomendasi Salma mereka makan di sebuah warung makan di dekat kelenteng di Muntilan, sup empal Bu Haryoko namanya.
"Kita mau kemana?" tanya Salma. Ketika mereka sudah berada di mobil untuk melanjutkan perjalanan setelah istirahat makan siang.
"Lo ada ide?" pertanyaan dijawab pertanyaan.
"Borobudur?" jawab Salma.
"Wajib banget ya ke Borobudur?" Rony sedikit ragu.
"Lama nggak kesana si, terakhir SMP kayaknya, hahaha. Lo?"
"SD malah kayaknya," keduanya tertawa.
"Yok, kesana, kita nonton komik raksasa," Salma berseloroh.
"Komik?"
"Ya kan Borobudur itu candi yang punya relief terbanyak dan terbesar di dunia. Relief kan kek cerita bergambar, komik."
"Hahahaha," Rony tertawa mendengarnya.
Memasuki kawasan Borobudur, mereka melewati Candi Mendut dan membaca penunjuk arah ke Candi Pawon. Rony seperti berpikir sejenak.
"Eh, kita ke Candi Mendut aja yok?" ajak Rony.
"Eh, kenapa?"
"Borobudur mainstream banget, katanya nggak boleh naik juga kan?"
"Iya si,"
"Jadi ga bisa baca komik. Panas juga. Kita kesana aja, kita putar balik, mau?"
"Oke deh,"
Rony pun memutar balik mobil, menuju sebuah candi yang tadi sudah terlewati. Candi yang cukup besar di pinggir jalan, tampak megah. Setelah membayar tiket masuk seharga Rp 10.000,- mereka berjalan menuju candi di tengah hamparan rumput. Salma dan Rony mengitari Candi Mendut dan melihat relief-relief disana. Rony menunjukkan Salma sebuah relief yang lucu menurutnya. Dua ekor Angsa yang membawa terbang seekor kura-kura. Salma ikut tersenyum.
Di panel relief yang lain ada yang menarik perhatian Rony, sosok perempuan memangku bayi dan dikelilingi anak-anak. Dia memotret panel tersebut dengan hp-nya. Tetiba Rony merasa tersentuh dengan relief tersebut. Memasuki relung candi terdapat 3 arca Budha yang cukup besar. Arca yang ditengah permukaannya begitu halus, warnanya pun lebih legam dari yang lainnya. Mungkin cukup sering disentuh tangan manusia.
Rony dan Salma asyik sendiri-sendiri. Salma tertarik dengan relief pohon. Emang si pecinta pohon. Setelah asyik mengamati detil-detil candi, Salma turun lebih dulu menuju sebuah pohon yang berada di kawasan itu. Sebuah pohon Bodhi, dengan akar gantung yang menjuntai. Salma berjalan ke arah bangku tersebut. Duduk di bangku di bawah pohon Bodhi yang begitu rindang. Menyejukkan dari terik matahari yang tak terkira. Lalu ia membuka hp-nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Katakan [End]
FanfictionCerita mengenai perjodohan lelaki dan perempuan yang tidak mudah. Perjalananan panjang untuk bersatu bertemu cinta. Seperti layaknya perjalanan, dalam prosesnya bertemu jalan yang berlika liku juga tanjakan dan turunan. Sebuah perjalanan menelusuri...
![Katakan [End]](https://img.wattpad.com/cover/347744651-64-k971590.jpg)