Salma masih tiduran di ranjangnya meski sudah terjaga dari lelapnya. Lelaki yang tidur di ranjang satunya sudah tidak ada. Salma tau dia di kamar mandi dari suaranya. Salma belum mau beranjak, diambil hp-nya dari nakas yang memisahkan ranjangnya dan ranjang Rony semalam. Melihat jam, pukul 07.00.
"Ron, Lo ok?" tanya Salma sedikit keras.
"Hm..." sahut Rony tanpa kata yang berarti.
"Kalau butuh apa-apa bilang ya,"
"Hm..." sahutnya lagi.
Sudah sejam lebih Rony didalam kamar mandi, entah apa yang dilakukannya. Saat keluar dari kamar mandi, Rony nampak sudah mandi dan berganti pakaian rapi. Salma heran, bangkit dari tidurnya. Merenggangkan tangannya, supaya hilang segala pegal.
"Lama amat di kamar mandi?" tanya Salma. Tapi Rony tidak menjawab, hanya senyum tipis.
Semalaman Rony gelisah, tidurnya tidak terlalu nyenyak. Bagaimanapun dia lelaki pada umumnya, sekamar dengan perempuan membuatnya tidak terhindarkan dengan berbagai pikiran yang berkelindan. Apalagi obrolan terakhir Salma memancingnya berpikir yang tidak-tidak. Manusiawi, justru agak aneh kalau nggak kepikiran sama sekali. Pertahanannya cukup kuat untuk tidak berbuat macam-macam.
Tapi, puncaknya di pagi hari dia harus berurusan dengan rutinitas pagi yang semingguan lebih sudah tidak terlalu menyakitkan seperti dulu. Meskipun luka bekas operasi sudah kering, tapi kondisi tertentu membuat sensitivitas yang mengganggu. Sebenarnya hal itu yang membuatnya ragu semalam. Kalau kemarin-kemarin mereka beda kamar, dia leluasa dengan urusan pagi harinya. Kegelisahannya semalaman membuatnya malah terasa menyakitkan lagi.
"Agak sakit nih," jawab Rony singkat.
"Lo masuk angin?" sakit yang pertama terlintas di kepala Salma, Rony membiarkan pikiran Salma itu."Mau gue kerokin?" tawar perempuan itu, obat manjur masuk angin.
Rony kikuk, tawaran yang bisa memperparah sakitnya yang sudah mereda setelah berlama-lama di kamar mandi.
"Gue ke luar dulu cari minuman hangat ya," pamit Rony menghindar dari masalah baru. Salma malah jadi curiga.
"Enggak! please, Ron. Gue nggak mau sendirian disini," Salma bangkit dari ranjangnya. Ia masih takut dengan hotel ini.
"Cuma ke depan, Sa,"
"Ron, gue takut," wajah Salma dilipat, dahinya mengkerut. Masa Rony tega ninggalin dia setelah kejadian semalam, apa ada yang disembunyikan?
"Yaudah kita cepet check out aja dari sini, Lo siap-siap. Gue di depan dulu, ngerokok," ucap Rony tegas tidak mau memperpanjang urusan.
"Dasar ahli hisab(p)!!!" ucap Salma ketus.
Di hati Salma masih ada penasaran Rony ngapain di kamar mandi, kalau sakit ngapain malah mendekam di kamar mandi selama itu?
Rony berlalu, Salma bersiap. Keduanya sepakat secepatnya meninggalkan tempat yang membuat trauma itu. Mencari sarapan dan kehangatan. Ya, tidak ada layanan sarapan di hotel tersebut.
Pagi ini mereka berencana mencari soto Kudus untuk sarapan. Di Indonesia ada banyak sekali varian Soto, berbeda-beda di tiap kota. Soto Betawi, Soto Banjar, Soto Lamongan, Soto Sokaraja, Soto Kudus, dan masih banyak lainnya.
Prinsipnya hampir mirip. Karbohidrat, bisa nasi bisa ketupat atau lontong, disiram kuah dan diberi potongan daging, ditambah pengisi lainnya seperti kerupuk, kacang, tauge, dll. Bumbunya juga beragam menjadi ciri khas masing-masing kota. Soto Kudus keunikannya pada daging yang digunakan, yakni daging kerbau. Sama seperti nasi jangkrik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Katakan [End]
Hayran KurguCerita mengenai perjodohan lelaki dan perempuan yang tidak mudah. Perjalananan panjang untuk bersatu bertemu cinta. Seperti layaknya perjalanan, dalam prosesnya bertemu jalan yang berlika liku juga tanjakan dan turunan. Sebuah perjalanan menelusuri...
![Katakan [End]](https://img.wattpad.com/cover/347744651-64-k971590.jpg)