65 Day 6: Demak-Kudus

9.6K 538 75
                                        


R~ : Sa, udah bangun?
R~ : kok ga bangunin gue?
R~ : Lo nggak apa-apain gue kan?
R~ : jujur Lo sama gue! Lo kan pencuri
SS : Najis!
R~ : Pencuri ciuman. gue merasa ternodai
SS : Apaan si Ron, Anj!
SS : pagi-pagi udah diberondong pertanyaan
R~ : semalam tidur jam brp?
SS : tidur jam 10
SS : semalam Lo tidurnya nyenyak banget
R~ : abis nyaman banget rasanya, mau lagi...
R~ : Mau sarapan sekarang?
SS : emang Lo udah mandi?
R~ : gampang lah nanti
R~ : gue meeting jam 9, biar santai makannya
SS : Ok. gue ke kamar lo sekarang.

________

"Gue boleh disini apa Lo mau sendiri?" tanya Salma setelah mereka kembali dari sarapan di lantai lain hotel mereka.

"Bebas, Sa. Boleh semua,"

"Gue disini aja ya, gegoleran, hehehe,"

Kali ini Salma yang menjatuhkan dirinya di kasur, menenggelamkan diri ke hp-nya. Rony memilih meja di sudut menjadi tempat kerjanya. Dia mulai menyiapkan perangkatnya, mengeluarkan ipad yang dari kemarin hanya ngendon di backpack-nya. Pairing airpod. Lalu menyiapkan aplikasi meeting. Salma menyibukkan diri dengan hp-nya, sambil mencemil kukis yang kemarin dia beli di Toko Oen.

"Sa, Lo mau dengerin demo lagunya?" tanya Rony.

"Boleh,"

Rony mengganti ke mode loudspeaker dari materi lagu yang pagi tadi sudah dibagikan di grup chat mereka. Salma mendengarkan dengan seksama, Rony juga. Melihat perbedaan suaranya antara di airpod dan melalui loudspeaker. Salma manggut-manggut mengikuti irama.

"Bagus Ron!" komentar Salma ketika lagu yang diputar selesai.

"Lo nggak ngerasa ada yang aneh?" tanya Rony.

"Eh? nggak tuh,"

"Kita dengerin sekali lagi ya..." ucap Rony, lalu memutar ulang lagu tadi.

"Aman... maksud Lo bagian mana?" tanya Salma penasaran.

"Drum-nya, ada bagian yang kehilangan tempo, gue nunggu pendapat Bang Neyl deh. Tapi kalau Lo aman sebenernya nggak masalah,"

"Bener deh kata Paul, kuping Lo perfectionist si," komentar Salma, si lelaki hanya memicingkan bibirnya.

"Coba play sekali lagi," pinta Salma.

Rony menurut.

"Bagian bridging kah?" tanya Salma sekarang.

"Sama pas mau fade out," tutur Rony.

"Bener-bener kuping Lo terlalu perfectionist!"

"Hehehe... Mungkin karena semalam udah dibersihin," ucap Rony tengil. Salma memanyunkan bibirnya.

"Gue meeting dulu ya..." pamit Rony.

Rony memulai meetingnya ketika semua anggota sudah masuk ke room meeting online mereka. Setelah sapaan ringan mereka langsung membahas ke materi lagu baru yang sedang mereka garap. Sempat ada perdebatan mengenai drum yang kehilangan tempo. Seperti kata Rony, Neyl yang peka juga memiliki pendapat yang sama. Tapi sepertinya Rony tidak masalah akan hal ini, so far tidak fatal dan mungkin akan jadi ciri khas lagu ini, nyeret sedikit. Hanya telinga-telinga terpilih yang akan menyadarinya, pun jadi semacam 'campur tangan Tuhan'.

Hampir di ujung meeting Salma sedang membuat minum dengan pemanas air elektrik di kamar itu. Satu kopi dan satu teh, keduanya minuman instan yang disediakan hotel. Setelah jadi, dia menyerahkan cangkir kopi ke Rony. Rupanya hal itu tertangkap kamera Rony, dan mengundang banyak komentar.

"Wededew, ada yang bikinin kopi, nih!" ejek Paul.

"Hahah, iri bilang bos!" jawab Rony.

"Wooh, dari tadi ada Salma juga rupanya," Diman sekarang yang berkomentar.

Katakan [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang