Paul : Mau gue tanyain lacak IMEI?
Neyl : gabisa find my phone, malah lacak IMEI
Paul : Ron?
Paul : Rony anjing!
Rony : nggak jadi Ul, mobilnya Caca datang
Novia: baek-baek Ron sama Salma
Nabil : Jangan berantem sama kak Caca!
Rony bergegas menuju arah kedatangan mobil. Mobil yang dibawa Salma diparkirkan di depan lobby. Rony tergesa. Namun ia terkejut ketika yang turun dari pintu kemudi adalah seorang cowok. Rony memastikan sekali lagi mobil itu benar milik Anang, plat AB. Hatinya berdegup kencang. Dipelankan jalannya. Rony makin terkejut ketika Salma keluar dari pintu lainnya. Cowok itu mencari jasa valet parking, dan menyerahkan kunci mobil.
Rony mendekat ke arah mereka pelan, penuh amarah. Keringatnya sudah membanjiri tubuhnya. Dilihatnya Salma mendekati cowok itu. Tangan Rony mengepal, siap menghantam apapun itu. Saat Rony mendapati Salma yang melihatnya ditahannya amarahnya, dieratkan giginya. Tangannya masih mengepal.
Salma sedikit terkejut melihat Rony yang sudah ada di sana.
"Ga usah marah," ucap Salma seperti mengetahui amarah Rony, "Dia yang nyuruh gue balik kesini,"
"Halo bro, gue Nathan, temen SMK-nya Caca," cowok itu mengulurkan tangan.
Rony tidak langsung meraihnya, dia menatap mata Salma, nampak sembab.
Setelahnya Rony baru mau meraih tangan Nathan, "Gue Rony, makasih udah nganterin cewek gue," Rony menekankan pada frasa terakhirnya.
"Oke Ca, aku jalan dulu kalau gitu," Nathan nampak paham situasi, langsung berpamitan ke Salma.
"Ati-ati ya, Nath! Thank you very-very much. Kabari kalau dah sampai,"
"Bro, aku jalan dulu, jangan sakiti temenku," Nathan pun menekankan frasa terakhirnya, sambil menepuk lengan Rony.
Rony merasa dihantam, bukan dengan pukulan, tapi omongan. Dan dia kalah telak. Rasanya ingin marah, tapi tidak bisa.
Kini tinggal Rony menatap Salma yang sedang melambaikan tangan pada Nathan. Perempuan itu masih mengamati punggung temannya sampai cowok itu masuk ke dalam sebuah taksi yang rupanya sudah dipesan sedari tadi. Rony menunggu Salma memalingkan wajah ke arahnya. Menahan segala kekesalannya dengan mengeratkan gigi dan jemarinya.
Saat kedua mata Rony bertemu dengan mata Salma, tanpa kata Rony langsung memeluk perempuannya erat.
"Sa...." panggilnya lirih. Melepaskan segala rasa yang menyesakkan dada. Marah, bersalah, sedih, pilu, cemburu, lebur oleh syukur akan kehadiran Salma. Salma masih diam, kaku.
Rony menarik lengan Salma ke dalam hotel. Tapi bukannya menuju lift ke kamar mereka, Rony membawanya ke arah lain.
"Kemana?" tanya Salma ketus.
"Gue laper, temenin makan," jawab Rony tak kalah ketus.
________
Rony duduk berhadapan di meja dimana tadi Rony menunggu kedatangan Salma. 3 cangkir kopi kosong, 1 masih utuh, dan asbak yang penuh puntung rokok. Salma berdecak melihatnya, mengetahui Rony menunggunya. Rony melipat tangannya di meja. Seperti anak sekolah yang siap menerima hukuman. Salma masih bungkam.
Rony begitu kelaparan, supaya tidak emosi karena lapar dia merasa harus makan untuk menyelesaikan masalah. Rony masih menunggu makanannya, ia memesan sup iga dan lemon tea hangat karena Salma tidak mau memesan apapun.
Rony meraih tangan Salma, Salma memperbolehkannya.
"Sa, gue minta maaf, kalau hal tadi bikin Lo sakit hati," ungkap Rony tulus. Salma masih diam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Katakan [End]
FanfictionCerita mengenai perjodohan lelaki dan perempuan yang tidak mudah. Perjalananan panjang untuk bersatu bertemu cinta. Seperti layaknya perjalanan, dalam prosesnya bertemu jalan yang berlika liku juga tanjakan dan turunan. Sebuah perjalanan menelusuri...
![Katakan [End]](https://img.wattpad.com/cover/347744651-64-k971590.jpg)