••••
Alula melotot. Saat tubuhnya tiba-tiba dipeluk dengan erat hingga membuatnya nyaris terjatuh. Bukan pelukan itu yang membuatnya terkejut, tapi sosok yang memeluknya lah yang membuat matanya melotot.
Bagaimana bisa dia ada di sini?
Padahal tangan Alula sudah memegang sapu ketika seseorang menekan bel rumahnya tanpa henti, tapi ternyata ketika ia membuka pintu yang muncul adalah suaminya sendiri.
"Sayanggg."
Raka memeluk erat sekali dan mencium pipinya berkali-kali. Sedangkan Alula masih dengan rasa terkejutnya yang belum hilang.
"Kamu..."
"KOK UDAH PULANG???" tanya Alula sambil memukul pelan lengan Raka ketika pelukan mereka terlepas.
Sekarang pukul sebelas malam dan Raka tiba-tiba saja sudah pulang. Padahal seingatnya pria itu baru pulang besok dan bukan sekarang.
Apa dia benar-benar kabur????
"Kamu kabur benerannn????" tanya Alula kaget.
Raka tersenyum seraya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Ia mengajak Alula untuk masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu.
"Semua kerjaan aku udah selesai, jadi aku minta langsung pulang," kata Raka yang tetap saja masih membuat Alula terkejut.
"Malam-malam????" tanya Alula.
Raka menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Dia juga mengatakan bahwa dia sudah membujuk Andrew agar ia dapat segera pulang.
"Kamu... astaga! Nyusahin Bang Andrew aja," omel Alula.
"Katanya enggak papa kok," ucap Raka yang membuat Alula berdecak pelan.
Tidak peduli dengan wajah kesal Alula saat ini. Raka menunduk dan menggendong istrinya itu dengan mudah hingga membuat Alula melotot karena merasa terkejut.
Ia langsung melingkari leher Raka dengan kedua tangannya. Saat melihat wajah suaminya itu dari samping Alula tersenyum dan membiarkan Raka yang sekarang membawanya pergi ke kamar mereka.
"Kamu enggak bilang kalau mau pulang hari ini," kata Alula ketika Raka menurunkannya di ranjang.
"Hm sengaja. Kamu kenapa enggak bilang ke aku?" tanya Raka yang masih menuntut jawaban atas pertanyaan yang satu itu.
"Karena mau nunggu kamu pulang. Aku mau kasih tau waktu kamu pulang biar kejutan," jawab Alula dengan jujur.
"Tadi makan apa?" tanya Raka lagi.
"Makan di rumah Mami, tapi aku belum bilang ke Mama sama Mami," kata Alula yang membuat Raka menatapnya dengan bingung.
"Kenapa?" tanya Raka.
"Nanti aja sama Mas kasih taunya," jawab Alula.
Raka mengangguk. Ia pun duduk dan kembali memeluk Alula dengan sayang yang membuat Alula tersenyum. Dibalasnya pelukan Raka dengan sangat erat, karena jujur saja Alula juga sangat merindukan suaminya itu.
Setelah merasa puas Raka melepaskan pelukannya. Dia menangkup wajah Alula dengan kedua tangannya lalu mencium keningnya cukup lama.
"Terima kasih, Alula." Raka pun mencium pipi nya berkali-kali hingga Alula terkekeh.
"Selama aku pergi kamu baik-baik aja, kan? Enggak ada sakit-sakit atau muntah atau mual atau apapun itu?" tanya Raka memastikan.
Alula menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Kemudian ia meraih tangan Raka dan menggenggamnya dengan kedua tangan lalu tersenyum manis.
