Extra Part (7)

4.2K 203 3
                                        


••••

"Enggak usah deket-deket!!! Aku lagi ngambek!"

Alula melotot pada Raka yang berusaha untuk mendekat setelah insiden dia marah-marah. Pagi tadi Raka mengatakan kalau dia akan pulang untuk makan siang, tapi tiba-tiba saja dibatalkan karena belum selesai pemotretan.

Sebenarnya itu bukan masalah, tapi Alula melihat di foto yang Raka sendiri kirimkan untuknya bahwa dia tengah makan siang bersama dengan rekan kerjanya. Di sana Alula melihat Raka yang duduk diantara dua orang wanita yang Alula ketahui merupakan teman suaminya yang sama-sama sedang melakukan pemotretan.

Alula jadi kesal. Akhirnya ketika suaminya itu pulang dia pun mulai melancarkan aksi ngambeknya. Ia tidak mau didekati oleh Raka dan terus menatap suaminya itu dengan wajah cemberut.

"Bisa-bisanya kamu duduk ditengah-tengah kayak gitu???? Emang enggak ada tempat lain apa????" tanya Alula dengan penuh kekesalan.

"Memang enggak ada Sayang," jawab Raka jujur.

"Enggak percaya. Aku ngambek pokoknya! Kamu tidur sendiri aja, aku mau tidur sama Kaynara malam ini." Alula terlihat tidak main-main dengan ucapannya.

"Aku enggak bohong," kata Raka berusaha membujuk.

"Beneran itu cuman makan siang dan rame juga, kan? Aku kirim fotonya ke kamu. Aku bukan enggak mau pulang, tapi aku belum selesai. Alula, maaf." Raka berusaha membujuk sambil menatap Alula dengan wajah sedihnya.

"Enggak mau! Pokoknya aku masih mau ngambek, enggak tau sampai kapan ngambeknya." Alula tetap menolak untuk berdamai.

Pokoknya dia masih kesal!!!

"Aku mau tidur sama Kaynara," katanya yang membuat Raka pasrah.

Dia melihat Alula yang membawa bantal dan guling di kamar mereka dengan raut wajah lelah.

"Kamar Kaynara cuman di sebelah, kenapa kamu bawa..."

"Memangnya enggak boleh????" tanya Alula galak.

"Bukan gitu maksud aku. Sini aku bantuin bawanya biar enggak susah," kata Raka yang malah membuat Alula semakin melotot.

"Tuhh kann kamu memang mau jauh-jauh dari aku. Bukannya dilarang malah mau dibantu." Alula mengeluh hingga Raka menghela nafasnya pelan.

Salah lagi.

Kehamilan Alula yang sudah memasuki bulan ke-enam dan selama masa kehamilannya ini bukan kali pertama Raka menjadi sosok serba salah. Bukan kali pertama juga menghadapi aksi ngambek Alula seperti sekarang ini.

"Bukan gitu Alula... kamu kan tadi bilang mau tidur sama Kaynara," kata Raka dengan hati-hati karena takut semakin salah.

"Iyaaa!"

Raka menghela nafasnya lagi. Dia hanya bisa pasrah dan mengikuti Alula yang pergi ke kamar Kaynara dengan membawa bantal juga guling. Padahal di kamar Kaynara juga ada, kalau sudah begini Raka hanya bisa pasrah dan diam saja.

Semakin dia bicara semakin dia salah. Raka mengikuti bahkan dia membantu Alula membuka pintu kamar Kaynara ketika istrinya itu terlihat kesulitan, tapi Alula malah memandangnya dengan sinis.

Aduh serius deh hampir setiap hari selalu aja ada kesalahan Raka di mata Alula. Dia sampai pusing sendiri karena Raka selalu berhati-hati agar istrinya itu tidak ngambek, tapi tetap saja dia ngambek.

"Ehh Mama."

Kaynara langsung bangun ketika kedua orang tuanya masuk ke dalam kamarnya.

"Mama mau tidur di sini?" tanya Kaynara.

Alula menganggukkan kepalanya sebagai jawaban yang membuat anak itu berseru senang. Dia langsung merapihkan tempat tidurnya dan meminta Alula untuk mengambil tempat di sampingnya.

"Kasihan Papa tidur sendirian," ledek anaknya yang membuat Raka menghela nafasnya pasrah.

"Kalau ada apa-apa panggil aku, ya?" kata Raka yang hanya dijawab dengan gumaman singkat saja oleh Alula.

"Dadah Papaaa jangan sedih, yaa." Kaynara melambaikan tangannya ketika Raka ingin keluar dari kamarnya.

Raka benar-benar pasrah. Malam ini dia tidur sendirian lagi. Padahal Raka sudah buru-buru pulang supaya Alula tidak ngambek, tapi ternyata tetap saja.

Huh baiklah Raka kamu harus sabar. Sebentar lagi bukan hanya dua princess yang akan kamu hadapi, tapi tiga.

••••

Alula menghela nafasnya pelan ketika tengah malam ia terbangun karena lapar. Dia melirik Kaynara yang tidur dengan sangat nyenyak. Kemudian dia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul satu malam.

Alula pun beranjak dengan hati-hati agar tidak membangunkan Kaynara. Setelah berhasil keluar dari dalam kamar Alula diam untuk berpikir, apakah lebih baik dia membangunkan Raka atau dia pergi ke dapur dan masak sendirian?

Tapi... Alula tidak berani sendirian.

Sepertinya lebih baik kalau dia membangunkan Raka saja. Alula pun pergi ke kamarnya, dia masuk ke dalam dan melihat Raka yang tidur sendirian.

Tiba-tiba dia jadi sedih. Mengingat dia yang tadi marah-marah dan sekarang melihat suaminya itu tidur sendirian membuat Alula merasa bersalah.

Alula naik ke atas kasur. Dia melihat Raka yang terlihat sangat lelap hingga membuatnya tidak tega untuk membangunkan.

"Emm kayaknya enggak usah deh," gumam Alula.

Alula tersenyum dan mengusap pelan pipi Raka sebelum kembali ke kamar Kaynara, tapi ternyata yang ia lakukan mengusik tidur suaminya.

Raka membuka matanya dan menatap Alula dengan sayu. Selama beberapa detik ia mengumpulkan kesadarannya. Lalu ia mengusap pelan matanya dan bangun.

"Kenapa Sayang? Kamu butuh sesuatu?" tanya Raka dengan suara serak.

Sambil tersenyum Alula menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, tapi tak lama dari itu perutnya berbunyi. Ia pun meringis ketika Raka menatapnya lalu tertawa kecil.

"Lapar, ya? Mau makan apa?" tanya Raka.

"Emm.."

"It's okay. Aku belum terlalu ngantuk. Kamu mau makan apa?" tanya Raka dengan penuh kelembutan.

Alula menatapnya dengan sedih. Padahal Raka sangat mengantuk, ia tau itu.

"Maaf, ya. Maaf karena aku suka marah-marah dan ngambek enggak jelas.."

"Jelas ah. Kamu kan marah sama ngambek kalau aku salah," kata Raka sambil tersenyum.

"Harusnya aku enggak kayak gitu. Kamu pasti capek habis kerja seharian, tapi aku malah sering ngambek terus sering ganggu waktu istirahat kamu," ucap Alula dengan penuh rasa bersalah.

Raka hanya bisa tersenyum dan mengatakan bahwa itu sama sekali bukan masalah. Ia pun kembali bertanya apa yang ingin Alula makan sekarang.

"Mau makan mie hehe," jawab Alula.

Raka tertawa kecil. Dia mencubit gemas pipi Alula lalu mengajaknya untuk sama-sama pergi ke dapur.

"Aku janji enggak akan ngambek lagi," kata Alula sambil menggenggam tangan Raka.

Saat mendengar itu Raka hanya tersenyum. Karena sebenarnya ia sudah berkali-kali mendengarnya dan itu bukan masalah untuknya. Dia bisa mengerti kalau Alula marah atau ngambek karena hal-hal kecil.

Dia tidak marah. Dia hanya bisa pasrah, tapi dia tau kalau nanti Alula akan membaik dengan sendirinya.

••••

MASIH ADAAA TIGA LAGIIIII

SEBENARNYA UDAH SELESAI TINGGAL TAMBAHIN SEDIKITTT DAN ADA YANG MAU AKU RUBAH SEDIKIT AJAAA


OKE SEBENTAR AKU TAMBAHIN DIKIT LAGI DULUUU BARU AKU UPDATE SEMUAAAA💃

Until I Found YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang