Author pov
Bulan berikutnya...
Di waktu tengah malam. Seorang ibu hamil itu menjadi gelisah ketika dirinya merasakan mulas dan sakit di bagian perutnya. Entah mengapa dia merasa tidak nyaman sekarang dan berusaha untuk mencari kenyamanan nya sendiri.
Yerim, tengah berjalan mondar mandir di dalam kamarnya. Perutnya terasa mulas dan pinggangnya menjadi panas entah karna apa. Mungkinkah dia tengah merasakan kontraksi?.
"Shhh.. ya tuhan.." dirinya mulai tersiksa saat dirinya benar benar merasa tidak nyaman.
Semua orang sudah tertidur termasuk suami dan anaknya yang tertidur pulas di ranjang mereka bersama. Nada tidur di samping appanya dengan kaki dan bahkan tubuh yang tak beraturan di atas ranjang.
"Shhhh.. huft..." yerim mencoba mencari cara agar dirinya tenang. Dia benar benar merasa sangat tidak nyaman sekarang karna merasakan mulas dan sakit di bagian perut dan pinggangnya.
Yerim benar benar merasa tidak nyaman, sekarang dia harus apa?.
Atasa, mulai terusik saat dirinya mendengar banyak rintihan kesakitan di dalam kamarnya. Perlahan dia bergerak membuka matanya dan tidak melihat sang istri tertidur di sampingnya.
Atasa mengusap kedua bola matanya dan melihat sang istri tengah berjalan mondar mandir sambil memegangi pinggang dan perutnya merintih kesakitan.
Dia bangkit dari tidurnya dan duduk di atas ranjang perlahan untuk menanyakan kenapa dengan sang istri.
"Honey? Kamu kenapa? Kamu baik baik saja?" Tanya nya saat dia melihat sang istri benar benar gelisah.
Yerim menggeleng dan terus menerus menahan rasa sakit itu. Bahkan keringat bercucuran di wajahnya.
"Perutku mulas tas.." rintihnya.
Atasa segera bangkit dari atas ranjang secara perlahan dan mendekati sang istri disana untuk mengetahui apa yang terjadi.
Atasa berdiri tepat di depan yerim dan menyentuh perut sang istri yang sudah membesar.
"You fine? Apa kamu kontraksi?" Tanyanya dan yerim menggeleng kemudian merintih hanpir menangis.
"Aku tak tau, tapi ini mulas sekali.." katanya dan atasa mencoba untuk menenangkan sang istri dengan mengusap perut sang istri secara perlahan.
"Tenang tenang ok.. ayo kerumah sakit" katanya dan yerim merapatkan kedua bibirnya.
"Bagaimaana dengan nada? Perlu kita membawanya?" Tanya yerim dan atasa mengambil ponselnya.
"Aku hubungi mommymu" katanya dan dia nencoba menelpon irene untuk meminta bantuan.
"Yaboeseyo?"
"Oh mom.. maaf menganggumu.. eum.. aku ingin meminta bantuan padamu. Yerim merasakan kontraksi dan aku ingin membawanya kerumah sakit sekarang.. bisakah kau membantuku untuk menjaga nada mom?" Tanyanya.
"Oh sungguh? Baiklah.. mom dan beardy akan kesana" katanya dan kemudian mereka menutup panggilan.
Atasa kembali menyimpan ponselnya dan kembali pada sang istri. "Aman.. mom akan kesini" katanya dan dia mencoba membantu yerim lagi.
"Sebaiknya kamu duduk dulu, ayo aku bantu" katanya dan dia membawa yerim untuk duduk di sofa. "Kamu rileks disini dulu ok? Aku akan siapkan pakaian kamu dan bayi kita agar kita bisa pergi kerumah sakit segera sembari menunggu ibumu" katanya dan atasa mulai bergegas untuk mengemasi barang barang bayi mereka dan pakaian yerim untuk pergi kerumah sakit.
——————————-
Atasa benar benar menjadi suami yang siaga. Dia dengan cepat membawa sang istri kerumah sakit meskipun itu sudah tengah malam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sky & butterfly 3 the next gen manoban
FanfictionBuku ketiga Sky dan butterfly. Menceritakan kehidupan asmara kedua anak remaja jenlisa yang sudah tumbuh dewasa dengan pasangan hidup mereka masing masing Futa!!! Gk boleh salah lapak!! 20++++ Selamat membaca
