Pagi hari setelah kami mengetahui kehamilan Jess, aku bukannya sibuk menatapi tidurnya istriku dengan penuh cinta tapi sibuk membersihkan muntahan !!! (=A=")
Dalam satu malam, Jess sudah muntah 3 kali dan semuanya di tubuhku ! Otomatis aku harus mandi 3 kali juga...(=____=")
Kukira aku bakalan digampar seperti cerita dad. Tapi, kenyataannya malah aku dimuntahi terus-terusan. Entah kenapa rasanya lebih pengen digampar...(-_____-")
"Dylan...maaf..." Jess memandangiku dengan penuh rasa bersalah saat aku keluar dari kamar mandi setelah dimuntahi untuk ke-4 kalinya.
Aku hanya bisa berdeham mengangguk dan melambaikan tangan seolah hal itu tidak menjadi masalah padahal aku sudah lumayan dongkol. Kalo gak ingat anakku yang bikin emaknya kayak gitu, udah mencak-mencak aku dimuntahi kayak gini...(=A=")
Aku duduk di sofa yang agak berjarak jauh dari Jess sambil mengeringkan rambutku. Jess masih menatapku dengan rasa bersalah.
"Dylan...marah ya...?" tanya Jess dengan takut-takut.
"Gak." jawabku singkat di balik handuk.
"Marah tuu...pasti marah..." Jess memanyunkan bibirnya.
Nah, ini dia yang aku gak habis pikir... Cewek kalo dibilangin 'gak marah', pasti mikirnya 'marah' padahal kita para cowok ini gak mau ada letusan gunung berapi makanya bilang 'gak'.
Tapi, kalo dipaksa ngaku terus ya bisa emosi juga...
"Kamu itu maunya aku bilang apa sih Jess ?" aku akhirnya memandangnya dengan wajah bete.
Jess langsung menciut seketika.
"Kan bukan mauku muntah..." suaranya mencicit kecil sekali.
"Ya udah. 'kan aku juga gak marah kok. Trus kamu maunya apa lagi ?" aku masih memandangnya serius.
"Mau digendong ke kamar mandi~" tiba-tiba ia merengek manja hingga membuatku mengernyit mendengarnya.
Aku mendengus sambil menggeleng-geleng melihat betapa labilnya istriku ini.
Aku bangkit dan berjalan mendekatinya.
Wajah Jess mulai berubah seperti hendak muntah kembali. Otomatis aku berhenti di depannya sebelum kena sembur.
"Apa??? Mau muntah lagi???" aku membelalak ke arahnya dengan tatapan tidak percaya.
Jess menutup bibirnya dengan tangan sambil menggeleng. Ia mengisyaratkan bahwa ia baik-baik saja. Jess bahkan sudah menaikkan sebelah tangannya yang bebas untuk meminta gendonganku.
Aku langsung menggendongnya ala bridal walaupun aku cemas juga dia akan muntah kembali di bahuku setelah aku baru saja mandi.
(=.=")
Aku tertegun saat aku membawanya ke kamar mandi. Tangan Jess mencengkeram bahuku dengan cukup kuat dan ia gemetar. Aku melirik ke arahnya sekilas dan terdiam saat melihat wajahnya yang sedang berusaha menahan muntah.
Iba juga aku melihatnya menahan seperti itu hanya karena takut aku marah padanya. Aku menghela napas dan bergumam lembut padanya.
"Muntahkan saja. Gak usah ditahan lagi...gak pa-pa kok Jess..."
Mendengar aku mengatakan hal itu, Jess langsung melompat turun dan muntah di kloset agar tidak mengenaiku. Aku menatapnya iba dan menepuk-nepuk punggungnya perlahan.
Wajahnya sampai memerah karena kebanyakan muntah.
"Ayo, istirahat aja di kamar..." ajakku menuntunnya berdiri. Jess menggeleng.
"Aku mau mandi biar lebih segar...mana tau gak pengen muntah lagi..." jawabnya dengan suara serak.
Aku mengangguk dan berjalan meninggalkannya di kamar mandi. Tapi, Jess menahan lenganku hingga membuatku bingung.
Dengan wajah yang masih merah, Jess langsung melepas jubah mandiku hingga membuatku tanpa busana. Dia nampaknya sudah biasa melakukan ini...(=w=")
Jess melepas pakaiannya juga dan langsung menyalakan shower. Oke, fix aku gak kena muntahan tapi aku mandi lagi untuk kelima kalinya...
(=_____=)
Kuturuti saja keinginannya dan aku menyabuni tubuhnya walau tidak bisa kupungkiri nafsuku bangkit lagi saat melihatnya menggoda seperti itu.
Wangi tubuh kami jadi sama karena sabun yang kami gunakan. Jess memelukku masih dalam keadaan bersabun hingga membuatku 'geli-geli-enak' gitu...(=/////=)
Air mulai membilas tubuh kami dan aku tanpa sadar langsung mengulum bibirnya. Jess membalas ciumanku dan nampaknya efek aroma sabun membuatnya tidak ingin muntah lagi.
Maka, terjadilah kembali proses pembuatan anak~~~
(A____A)
Jess masih bersandar padaku saat kami berendam di bathup. Dia nampaknya menikmati waktu-waktu ini dan hampir saja tertidur di sana.
Aku duduk lebih tegak hingga membuatnya tersadar.
"Ayo, kita bisa masuk angin kelamaan di air." ajakku untuk keluar dari bathup karena aku juga sudah mulai kedinginan.
Jess mengangguk dan aku memakaikannya jubah mandi. Kami keluar dari kamar mandi dan Jess langsung terkapar kembali di ranjang dengan rambut yang masih basah.
"Astaga Jess...kau benar-benar bisa masuk angin kalau begitu."
Aku sampai harus duduk di sampingnya dan mengeringkan rambutnya.
Jess diam saja menikmati perlakuanku padanya. Aku jadi seperti pengasuhnya yang harus merawat istriku yang sedang malas-malasnya.
"Nah, pakai bajumu. Aku akan membuatkan sarapan." kataku sambil beranjak dari ranjang setelah mengeringkan rambutnya.
Jess hanya mengangguk dengan malas dan aku keluar dari kamar setelah berpakaian. Aku mulai memasak sesuatu yang bergizi untuknya.
Jess keluar dan aku meletakkan sup sayuran yang masih panas di depannya.
"ini akan menghangatkanmu." kataku sambil tersenyum dan Jess mengambil sendok untuk memakannya.
Baru satu suap masuk ke mulutnya, Jess langsung melempar sendoknya ke lantai hingga membuatku terkejut.
"Ada apa??? Tidak enak???" kagetku.
Jess mau muntah kembali dan tangannya langsung mengibaskan mangkuk sup hingga pecah di lantai dan berserakan.
PRANG!!!
Aku benar-benar membelalak melihat hal itu. Kalau gak suka ya gak usah ampe pecahin piringnya dong !
Rasanya emosiku mulai naik melihat hal itu. Jess memandangku dengan perasaan bersalah dan nampaknya ia tidak sengaja melakukannya. Tapi, ia tidak bisa menjelaskannya karena tangannya sedang sibuk menutup mulutnya yang mau muntah kembali.
Aku hanya bisa menghela napas melihat ekspresi wajahnya dan berusaha menahan amarahku. Aku berjongkok dan membersihkan pecahan piring yang berserakan.
"Pergilah ke kamar. Jangan di sini. Nanti kakimu terinjak beling." kataku singkat tanpa memandang wajahnya.
Aku tak tahu apa yang dipikirkan Jess dan ia langsung berlari ke kamar membuatku hanya bisa menghela napas panjang saja. Ini benar-benar ujian untukku...
Kupikir Jess sudah tidak akan muntah lagi, tapi nampaknya belum berakhir...
KAMU SEDANG MEMBACA
Unusual Vampire
VampirJika biasanya di film-film, vampire selalu digambarkan memiliki paras rupawan melebihi manusia biasa, hal itu sama sekali tidak terjadi padaku... Kenapa bisa kukatakan demikian ? Karena aku adalah vampire yang menyedihkan... Buruk rupa, pendek, gend...
