Aku hanya bisa terpaku melihat perut Jess yang membesar tiba-tiba. Jess menatap bungkusan yang kupegang dengan tatapan menyelidik.
"Itu apaan?" tanyanya.
Aku baru tersadar akan apa yang kubawa dari tadi.
"Nih, es durian jogetmu. Ampe pusing aku nyarinya." jawabku sambil menyodorkan plastik itu padanya.
Jess mengambil es durian itu dari plastik dengan girang dan ia langsung menuangnya di mangkuk. Baru sesuap masuk ke dalam mulutnya, Jess sudah mengernyit ke arahku.
"Ini...bukan es durian joget..." keluhnya.
"Itu beneran Jess ! Aku yang minta sendiri abangnya joget sambil buatin es duriannya !" dustaku.
"Bohong." balasnya singkat sambil menatapku tajam.
Aku langsung terdiam mendengarnya.
Masa' sih langsung terbongkar???
Perasaan dia udah gak bisa baca pikiranku lagi deh...
(=.=")a
"Nyari dimana kamu es duriannya?" tanya Jess lagi.
"Err...itu..di simpang..." jawabku dengan suara pelan.
"Simpang ? Simpang mana??? Jelas-jelas aku tadi cek g*jek liat dimana ada yang jual es durian, dan hasilnya gak ada yang buka pagi-pagi Dylan ! Berani bohong ya???" Jess sudah berdiri sambil berkacak pinggang membusungkan perutnya yang sudah membesar.
Upss...ciut dah nyali gue...
Siap-siap mampus lu Dylan....
(πAπ")
"Itu...es duriannya aku buat sendiri...habis gak ada yang jual..." jujurku dengan menunduk seperti anak yang ketahuan mencuri permen.
Jess langsung mendengus menyeringai karena berhasil membuatku mengaku.
"Kalo gitu joget sekarang !" katanya tiba-tiba hingga membuatku terkejut.
"H..hah???" aku melongo menatapnya.
"Iya, joget sekarang. Habis rasa es duriannya gak ada efek jogetnya." kata Jess lagi masih berkacak pinggang.
Aku langsung menepuk keningku.
Astaga...apa sih yang dipikirkan istriku ini ???
Kayaknya nikah ama dia bukan berkah...tapi musibah ! (=A=x)
Ups, gak boleh gitu Dylan...
Sabar...sabar...sabar...
"Darimana sih kamu tahu ada efek jogetnya ato gak ?" aku menghela napas dan melepas jasku serta melonggarkan dasi yang kupakai.
"Kalo pake joget 'kan es nya berasa diputer-puter gitu..." jawabnya polos.
Hah??? Alasan dari mana itu???
(=A=")
"Jadi, kamu mau aku joget apa? Striptease ?" seringaiku ke arahnya.
Wajah Jess langsung memerah dan ia menggeleng cepat.
"Gak! Gak! Joget dangdut aja!" jawabnya langsung.
"Dangdut??? Sejak kapan kamu punya selera dangdut???" heranku.
"Sejak hamil." jawab Jess enteng.
Busyet dah...kayaknya anakku ini bakal jadi biduan...
(=w=")
Setelah menghela napas panjang. Aku langsung berpose menekuk sebelah kaki sambil memiringkan tubuhku dengan tangan kiri berkacak pinggang dan tangan kanan menengadah ke atas.
Oke, kebayang 'kan pemirsa-pemirsa ?
Sulingnya suling bambu
Gendangnya kulit lembu
Dangdut suara gendang rasa ingin berdendang
Terajana...Terajana...
Ini lagunya? lagu India...
Udah fix deh pantatku bergoyang-goyang lebay hingga Jess tertawa sepingkal-pingkalnya. Kepalaku bahkan udah pandai menirukan gaya khas Tina Toon. Aku sampai bergerak ke kanan dan ke kiri seperti boneka kotak musik.
Baru kali ini juga aku mempermalukan diriku sendiri...apa kata karyawanku kalo liat bosnya joget kayak kesetanan gini???
Tapi, melihat Jess tertawa seperti itu aku langsung tersenyum. Setidaknya dia menjadi lebih ceria dan aku senang akan hal itu.
"Oke ? Sekarang sudah puas tuan putri ? Ada lagi ?" aku tertawa sambil berkacak pinggang ke arahnya.
Jess yang masih tertawa-tawa langsung menggeleng-geleng.
"Gak...udah mantep !" kekehnya.
Jess yang masih tersenyum sambil terkikik sekali-kali kembali duduk di sofa dan menikmati es duriannya.
Otomatis akupun duduk di sampingnya dan mencuil pinggangnya hingga Jess menoleh.
Aku membuka mulutku minta disuapkan juga. Jess tertawa kembali dan menyuapkan sesendok es durian buatanku yang ternyata gak jelek-jelek amat rasanya...
"Mana upah capekku non ?" kataku padanya.
Jess mengernyit bingung mendengar pertanyaanku. Aku langsung menunjuk pipiku dan menyodorkannya.
Jess tersenyum dan ia meletakkan mangkuk es nya di meja sebelum merangkul leherku dan mengecup pipiku.
"Makasih sayang..." ucapnya hingga membuatku tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unusual Vampire
UpířiJika biasanya di film-film, vampire selalu digambarkan memiliki paras rupawan melebihi manusia biasa, hal itu sama sekali tidak terjadi padaku... Kenapa bisa kukatakan demikian ? Karena aku adalah vampire yang menyedihkan... Buruk rupa, pendek, gend...
