19 🥀 H&A 2

8.2K 282 7
                                        

In The Dream

Keheningan menyelimuti tiap langkah Darius dengan pakaiannya bergaya SMA yang lusuh dan berantakan, ditambah dengan kondisi tempat yang gelap dan dingin yang menambah hawa mengerikan.

Darius berjalan di pinggir trotoar yang hanya diterangi beberapa lampu jalan. Hanya dengan membawa pisau lipat, Darius berjalan tanpa rasa takut bahkan sorot mata yang terbakar-bakar seakan menuntun dia ke suatu jalan.

Sampai tiba saatnya Darius berhenti melangkahkan kakinya disuatu tempat yang menurutnya sangat tak asing. Tempat itu berupa jalan raya luas dengan pohon-pohon pinus di tiap pinggir jalannya, namun karena malam hari yang sangat gelap dan dingin, pohon-pohon pinus itu tidak seindah pagi hari.

“keluar lo!!!”

Tidak ada jawaban dari panggilan Darius.  Tapi Darius tidak menyerah, dia tetap memanggil dan berteriak berharap sosok yang dia cari keluar dan menemuinya. Seolah dalam diri Darius, ada yang ingin dia temui entah siapa itu.

Namun tak lama tiba-tiba ada sorot cahaya dari lampu mobil yang sedang melaju dengan kecepatan rata-rata. Dariuspun memundurkan kakinya beberapa langkah dan mempertajam penglihatannya. Dia melihat mobil sedan berwarna hitam sedang melaju kearahnya.

“itu bukannya?”

Saat melihat mobil sedan hitam itu, Darius merasa sangat familiar. Dalam segi situasi, suasana, tempat dan waktu bahkan mobil didepan matanya itu sangat familiar sehingga sosok lelaki itu mengingat sesuatu.

Namun saat hendak mengingat momen itu lebih dalam tak lama ada suara ledakan yang sangat keras sehingga mata yang tadinya tertutup untuk mengingat sesuatu menjadi terbuka lebar. Mobil sedan hitam tadi terlihat berubah jalur karena oleng dan akhirnya menabrak pembatas jalan sehingga mobil itu terbalik dan pastinya mencelakai beberapa orang didalamnya.

Dariuspun terbelalak. Kedua matanya terbuka lebar dan detak jantungnya terasa terhenti. Bagaimana tidak? Kejadian yang dia lihat itu sangat mirip dengan kejadian dimasa lalunya yang pada saat itu juga dia kehilangan ibunya.

Dariuspun melamun, pikirannya bertebaran kemana-mana. Darius sangat ingin mendekati mobil yang masih dalam keadaan terbalik dengan kaca dan beberapa bagian yang sudah hancur parah itu, namun tekadnya ciut. Banyak perasaan yang tercampur aduk sehingga Darius tidak berani mendekati mobil itu.

Tak lama Darius mendengar suara pintu depan mobil itu terbuka lebar sehingga terlihat ada sosok lelaki yang wajahnya tertutupi darah segar sehingga Darius tidak dapat melihat wajah itu dengan jelas. Sosok lelaki itu keluar dengan kakinya yang pincang dan penuh kesakitan di seluruh tubuhnya.

Sosok lelaki itu membuka pintu mobil yang lainnya dengan susah payah. Tak lama akhirnya pintu disebelah kiri belakang itu terbuka dan dia tampak menggendong sosok anak lelaki yang berumur sekitar 8 tahun dalam keadaan yang kritis.

Sosok lelaki itu kembali membuka pintu disebelah kiri lagi dengan susah payah untuk menyelamatkan satu korban lagi dan mungkin itu yang terakhir. Darius yang melihat kesusahan sosok lelaki itupun mencoba untuk mendekatinya dengan perlahan-lahan dan mendengar sesuatu.

“ayoo.. ya tuhan tolong…”

“kumohon… tolong..”

“ayoo sayang.. jangan seperti ini..”

“anak kita udah keluar.. kita harus ke rumah sakit.. ayoo..”

Darius dibuat merinding dengan rintihan yang keluar dari mulut sosok lelaki itu. Suaranya sangat berat dan bergetar seakan dia kesal, ingin menangis dan menahan sakit. Darius pun bertekad untuk memberanikan diri, dengan cepat dia melangkahkan kakinya menuju sosok lelaki itu.

The Bad Boy ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang