DIDALAM MOBIL RUDY : 15.56
Caramel duduk tersandar untuk menghilangkan rasa pegal di bahunya sejak kejadian di bar malam itu. Matanya terpejam mengingat kejadian itu namun lagi lagi pikirannya mengarah ke Darius. Dia benci kenapa saat itu ada dia? Kenapa tidak ada orang lain yang menolongnya? Seandainya ada orang lain, dia tidak akan membenci Darius separah ini.
“lo gapapa?”
Suara berat itu menyadarkan Caramel dan diapun membuka matanya perlahan. Ternyata Rudy sedang menatapnya. Mobilnya tengah berhenti karena didepan lampu berwarna merah menyala terang.
“gapapa, belum sampai?” tanya Caramel dengan suara serak.
“belum, nanti belok kiri baru sampai.” Jawab Rudy.
“lo tidur ca?” tanya Amelia.
“mungkin, gue ga sadar” jawab Caramel.
“lo capek ya?” tanya Amelia lagi.
“enggak kok..”
“kalau lo capek, besok lo absen aja..” ucap Priselia.
“ga papa gue cuman pegel aja” jawab Caramel mencoba menenangkan teman-temannya.
“gegara kejadian itu?” tanya Anastasya. “emang brengsek tuh da-“
Sebelum Anastasya menyebut sebuah nama, Priselia sudah mendekap mulut Anastasya cepat. Rudy melihat reaksi Priselia tadi dan Caramel yang tengah menatap Anastasya tajam.
Dalam hati Caramel meneriaki Anastasya dan berharap agar Rudy tidak mempertanyakannya. Dia tidak mau Rudy mengetahui masalah dirinya dengan Darius. Namun harapannya tidak terkabulkan.
“jauh-jauh deh dari Darius” ucap Rudy.
Caramel duduk kaku mendengar ucapan Rudy tadi. teman-temannya pun ikut terdiam. Mobilnya kembali jalan lalu berbelok ke kiri. Kesunyian masih menyelimuti mereka sampai akhirnya tulisan kafe bax terlihat oleh mereka.
Rudypun memarkirkan mobilnya lalu membuka kunci mobilnya, membiarkan mereka semua turun satu persatu. Sampai akhirnya Caramel ingin membuka pintu mobilnya tapi berhasil ditahan oleh Rudy.
“gue tau apa yang terjadi sama lo selama kenal sama Darius..” ucap Rudy.
“terus? Apa masalahnya?” tanya Caramel.
“gue pengen lo jauh-jauh dari dia” jawab Rudy. “lebih baik lo hubungin Martinz, dia kangen sama lo”
“cih, gue gaperduli!” ucap Caramel. “gue ga mau lagi berurusan sama masa lalu, sama dia maupun elo!”
“ca, sekali aja dengerin penjelasan dia dan lo pasti bakal ngerti”
“lo ga ngerti, dan lo ga tau kana pa aja yang dia lakuin ke gue?” tanya Caramel. “yang lo tau cuman gue yang salah ninggalin dia!”
Rudy terdiam, dia tidak berani membahasnya lebih jauh karena mata indah Caramel sudah mulai digenangi air mata. Dia takut membuat Caramel menangis. Bisa-bisa dia dikeroyok sama teman-temannya itu.
Caramel menatap Rudy sebentar lalu membuka pintu mobil lalu membantingnya pelan. Dia berjalan menyusul teman-temannya yang sudah masuk ke dalam kafe dan duduk nyaman.
Rudy melihat tubuh Caramel menghilang di balik pintu, tanpa memikirkan bagaimana perasaannya. Yang dia pikirkan adalah ucapannya tadi. tentu saja dia tau permasalahan Caramel dengan Martinz dan dia juga tahu apa saja yang di lakukan Martinz terhadap Caramel sehingga sampai sekarang Caramel tidak mau memaafkan dan menghindar.
KAFE BAX : 16.13
“ca gue minta maaf, tadi gue keceplosan sumpah” ucap Anastasya khawatir.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Bad Boy ✓
Ficção Adolescente[COMPLETED 2020 & REPUBLISH 2024] Sinopsis The Bad Boy : Berawal dari kisah duka dan kelabu yang menjadi dendam sampai berakhir di geng motor besar bernama INVICTUS yang dalam bahasa latin berarti tak terkalahkan. Sosok lelaki yang temperamental mem...
