KELAS 11 IPS 2 : 07.25
Setelah kepergian Haris dan Darius, kini dua orang temannya itu kembali ke materi yang akan disampaikan Pak Heri. Namun khususnya Jack, dia tidak fokus. Pikirannya kosong entah kemana, mungkin dia memikirkan perkataan Haris tadi yang menyinggung razia dan kondisi Darius.
“Jack, lo ngapa?” tanya Karel yang tengah mengamati Jack. “lo panik atau sakit?”
“lebih ke khawatir sih” jawab Jack kini menatap Karel. “apa kita bakal aman? Gue juga khawatir sama Darius”
“kalau Darius bilang aman, semuanya bakal aman kok Jack” ucap Karel.
Jack terdiam. Benar yang dikatakan oleh Karel, namun ada perasaan lain yang membuat Jack kepikiran entah hal apa. Rasanya ada yang janggal. Jackpun kembali menatap ke papan tulis untuk mencoba fokus ke penyampaian materi Pak Heri. Tak lama suara ketukan pintu yang cukup keras mampu membuat tatapan seisi kelas menuju pintu kelasnya.
“siapa tuh?”
“absen ya?”
“siapa dah?”
“kaget gue”
“jurnal ya?”
Jack dan Karel langsung tatap menatap dengan penuh kekagetan. Sedangkan seisi kelas hanya menebak-nebak siapa yang mengetuk pintu. Pak Heri langsung meletakkan buku dan spidolnya lalu melangkahkan kakinya kearah pintu kelas.
“Pak Heri, minta izin motong pelajaran bapak, buat bapak-bapak polisi mau razia” ucap Pak Nandar sambil membawa kantong plastik besar berwarna hitam.
Seisi kelas terutama Jack dan Karel langsung menegang. Semuanya diam tak berkutik saat 3 orang polisi bersama Pak Nandar masuk kekelas mereka. Jack yang tengah ketakutan langsung disadarkan oleh Karel. Karel meminta Jack untuk bersikap biasa aja agar gerak geriknya tidak membuat kecurigaan.
Tak lama ketiga polisi itu langsung menjalankan tugasnya tanpa basa-basi. Dua orangnya langsung menuju siswa dan siswi agar meminta izin mengecek tas dan berbagai barang bawaannya, sedangkan satu orang polisi yang terlihat cukup gemuk mengamati seisi kelas.
Jack dan Karel yang duduk debelakang masih punya kesempatan untuk mengobrol karena pengecekan oleh kedua polisi yang masih terlihat muda itu masih di barisan depan.
“rel, lo bawa rokok?” tanya Jack menatap Karel tajam.
“kagak, lo bawa?” tanya Karel balik.
“gue bawa” jawab Jack. “ga bakal dikeluarin kan ya?”
“palingan kena point atau ga hukuman, santai aja” jawab Karel mencoba untuk menenangkan temannya itu.
“lebay amat dah, mereka masih muda pasti pernah ngerokok juga” ucap Jack kesal.
Tak lama seorang polisi mendatangi meja kosong didepan Jack dan Karel. Polisi itu langsung menolehkan kepalanya dan menatap Jack dan Karel.
“orangnya kemana?” tanya Polisi itu.
“izin ke UKS pak” jawab Karel santai.
“kalian jadi saksi saya ngegeledah tas mereka ya” ucap Polisi itu lalu mengambil tas milik Haris. Lalu bergantian dengan tas Darius.
Jack dan Karel langsung saling tatap menatap. Mereka berdua tidak tahu apa yang dibawa Haris dan juga Darius, bagaimana kalau ada barang-barang yang mencurigakan? Karel pun percaya kalau tas kedua temannya itu aman.
“oke, sekarang kalian” ucap Pak Polisi tadi sambil meletakkan tas milik Darius.
Jack dan Harispun menghembuskan nafas leganya. Kini polisi muda itu mendatangi tempat mereka dan mulai mengecek tas Karel. Jack yang masih memperhatikan polisi muda itu hanya diam dan melirik name tag yang dipakai polisi itu. Ternyata polisi itu punya nama yang tak asing bagi Jack.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Bad Boy ✓
Teen Fiction[COMPLETED 2020 & REPUBLISH 2024] Sinopsis The Bad Boy : Berawal dari kisah duka dan kelabu yang menjadi dendam sampai berakhir di geng motor besar bernama INVICTUS yang dalam bahasa latin berarti tak terkalahkan. Sosok lelaki yang temperamental mem...
