47 🥀 CCTV

5.9K 217 12
                                        

TOKO PETSHOP : 16.04

"permisi, om aku mau beli makanannya dong" ucap Caramel sambil menunjuk bungkus makanan kesukaan kucingnya yang berwarna ungu.

"cepat ya abisnya?" ucap Pak Bowo. Pemilik toko tersebut. Sejak Caramel kecil, lelaki berbadan tinggi kurus itu memulai membangun bisnisnya itu.

"iya tuh! Si Kimy juga gendutan" balas Caramel sambil tertawa-tawa kecil.

Tak lama Pak Bowo memasukkan barang yang ingin dibeli Caramel tadi kedalam kantong plastik berwarna putih dan memberikkannya. Dengan cepat Caramel menerimanya dan memberikan uang untuk membayarnya.

"makasih ya om" ucap Caramel sambil tersenyum.

"sama-sama. Hati-hati dijalan ca!" balas Pak Bowo sambil melambaikkan tangannya.

Caramelpun membalas lambaian tangan sang penjual itu dengan senyumnya. Tanpa lama-lama, Caramel langsung keluar dari Toko Petshop milik Pak Bowo itu. Jalanan didepan toko itu terlihat sepi, entah karena apa. Apa mungkin karena hari libur? Entahlah!

Komplek perumahan itu memang sepi. Akhirnya Caramel lebih memilih untuk fokus ke aspal jalanan sambil bersenandung pelan. Sebenarnya, dirinya tidak mematuhi perintah Darius agar tak keluar rumah sampai besok pagi. Namun kucing peliharaannya itu terlihat kelaparan, mau tak mau Caramel keluar rumah untuk membelinya.

DIJALAN : 16.11

"permisi, boleh ngobrol sebentar?"

Jantung Caramel langsung berdetak cepat karena seorang lelaki dengan wajah seram menyapanya. Awalnya dari kejauhan Caramel sudah melihat lelaki itu sedang duduk dikursi pinggir jalan, namun saat Caramel melewatinya tiba-tiba saja lelaki itu mengajaknya berbicara.

"maaf. Ada apa ya?" tanya Caramel takut-takut.

Takut? Jelas sekali. Dari dahulu Caramel sudah diajarkan agar tidak menerima ajakan atau mengobrol dengan seseorang yang tidak Caramel kenal. Namun pakaian lelaki itu cukup sopan dan rapih, hanya wajahnya saja yang menyeramkan.

"cuman mau ngobrol sebentar, lo bener Caramel kan? Caramel Aleysia?" tanya lelaki itu.

"benar. Lo siapa ya?" tanya Caramel kaget karena lelaki itu tahu namanya. Bahkan nama panjangnya!

"gue Derek, salam kenal" ucap lelaki itu.

Tunggu! Derek? Bagaimana bisa sang wakil PRIFORT tahu bahwa Caramel sedang ada disana? Apa jangan-jangan Derek mengikuti Caramel? Bisa jadi! Karena saat Caramel diantar Jack pulang dari perkumpulan Invictus, Derek dan teman-temannya di dalam mobil menunggu didepan rumah Caramel. Kalian ingat?

Namun untuk apa Derek menemui Caramel sekarang? Caramel menjadi semakin takut. Bukan karena tak percaya dengan lelaki yang sedang ada didepannya itu. Dirinya hanya takut jika sosok itu ada sangkut pautnya dengan Darius.

"mau apa?" tanya Caramel cuek. Bahkan Caramel memundurkan kakinya beberapa langkah karena lelaki itu semakin mendekat.

"mau memastikan, lo ada hubungan dengan om Vian? Pemilik bar deket mall Grand?" tanya Derek sambil tersenyum.

"bagaimana cowo ini bisa tahu?" batin Caramel kaget.

Stalker? Mungkin bisa jadi. Caramel tak pernah berhenti berfikir, siapa lelaki ini? Dan bagaimana bisa lelaki itu tahu semua tentangnya? Mungkin belum sepenuhnya tahu, namun pertanyaan yang keluar dari mulutnya cukup mengagetkan?

"tahu dari mana?" tanya Caramel balik.

"oh ternyata benar, akhirnya gue ketemu juga sama lo" ucap Derek seolah semuanya tak masalah baginya. "temen gue juga keponakan om Vian, dulu sering banget ke barnya om Vian"

The Bad Boy ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang