68 🥀 Rangkulan

4.8K 175 22
                                        

“Bevan?” tanya Darius tak mengerti.

“iya. Bevan menggunakan kekuasaan dan kesempatan kakekmu” jawab Ronlad dengan raut wajah sedihnya.

“kenapa harus kakek saya?” tanya Darius kesal. Rasanya dia ingin hancur. Kenapa hidupnya tak selalu selaras dengan keinginannya?

“percayalah Darius. Kakekmu pasti juga terpaksa” ucap Ronald mencoba menenangkan Darius.

“tidak. Ini tak benar. Kita harus hentikan si Bevan itu!” seru Darius.

“tak mudah. Permasalahan ini tak bisa disebar luaskan kesembarang orang maupun pihak. Jika hukum dan pemerintah tahu, saya tak membayangkan apa yang terjadi” jawab Ronlad sambil memijat pelipis matanya karena pusing.

“memangnya kenapa? Kita laporkan saja pada pemerintah. Dia itu alien pak! Ini ga masuk akal!” ucap Darius frustasi. “memangnya anda bisa apa?”

“kamu ga berfikir kalau kita melaporkan kepada pemerintah, kakekmu akan kena imbasnya! Memangnya kamu tak memikirkannya sejauh itu?” tanya Ronlad sedikit membentak. “saya rekan lama pak Henry nak, saya tahu beliau tak seperti itu. Pasti dia diancam!”

Darius terdiam. Tiba-tiba saja dirinya teringat sebuah ingatannya. Ingatan yang mengalir begitu saja didepan mata Darius saat melihat kakeknya tadi. namun saat Darius mencoba mempertajam ingatannya, tiba-tiba saja kepalanya diserang rasa sakit lagi.

“kamu kenapa?” tanya Ronald bingung saat melihat Darius meringis kesakitan.

“ugh! Kenapa sakit lagi?!” ringis Darius.

“nak! Kamu kenapa?” tanya Ronald lagi dan kini mencoba membantu Darius untuk fokus pada kesadarannya.

“pak” panggil Rugia dari belakang Ronald. Suara itu terdengar sangat dingin dan pelan, walaupun samar Ronald tetap menolehkan kepalanya dan menatap Rugia. “itu perbuatan Bevan”

“apa maksudmu? Anak ini disentuh Bevan?!” tanya Ronlad kaget.

“benar. Saya melihat aura hijau di kepalanya” jawab Rugia dingin dengan tatapannya yang tajam menatap Darius.

“cepat sembuhkan!” perintah Ronald panik.

“saya tak bisa. Walaupun saya adalah ras putih, Bevan tetap anak raja yang memiliki kekuatan diatas rata-rata” jawab Rugia cepat.

“lalu kita harus bagaimana?!” tanya Ronald kehilangan cara. “saya sudah berjanji pada Hendrick untuk menjaganya dari Bevan”

“Bevan melalukan itu sudah lama pak. Bukan tadi” ucap Rugia tiba-tiba. “sepertinya itu berkaitan dengan ingatan masa lalunya”

“ayo kita ke tempat yang ada tempat duduknya dan aman” ucap Ronlad sambil menolehkan kepalanya kekanan dan kekiri berniat mencari tempat duduk.

“Darius!” teriak Haris.

Sial! Apa teman-temannya tahu??” batin Ronald.

Tak hanya Haris, semua teman-teman Darius datang berhamburan kearah mereka bertiga. Rugia yang melihat kedatangan teman-teman Darius langsung tersenyum ramah kepada mereka. Namun tidak dengan Haris, sahabat Darius itu hanya menatap curiga Rugia.

“apa yang anda lakukan?” tanya Haris berani.

“temanmu tiba-tiba sakit kepala” jawab Ronald jujur.

Benar. Haris ingat kalau Darius dan ayahnya baru saja mengalami kecelakaan tadi pagi, apa ini adalah sebabnya? Entahlah. Yang terpenting Haris harus melakukan sesuatu.

“ayo kita ke rumah sakit” ajak Haris sambil merangkul Darius.

“Darius! Lo gapapa?” tanya Caramel panik.

The Bad Boy ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang