KAFE : 12.01
“Gimana? Bisa?” tanya Cristian penasaran.
Sudah beberapa kali Derek dan teman-teman lainnya menelphone ketua geng mereka yang sampai sekarang belum terjawab sama sekali. Dan kini hanya Derek dan Cristian yang mencoba menghubungi Jackson sambil menikmati minuman dingin.
“belum, gue udah nyoba lebih dari 7 kali ga diangkat-angkat..” jawab Derek mulai kesal.
“pulsa lo banyak kan?” tanya Cristian sambil meneguk minumannya.
“butuh berapa sih?” tanya Derek balik dengan wajah menahan emosinya.
Cristian hanya tertawa dalam diam. Terkahir kali lelaki berambut putih itu bertemu Jackson, ketua geng PRIFORT yang selalu ditunggu mereka semua, di Amerika itupun hanya sebuah keberuntungan.
Sebenarnya banyak yang ingin di bahas oleh Jackson namun beberapa pria tua memaksanya untuk masuk kedalam mobil untuk menuju ke suatu tempat. Wajah dan ekspresi Jackson pun terlihat kesal dan buru-buru, seperti ada masalah yang harus dia kejar.
“lo ngelamunin apaan?” tanya Derek tiba-tiba membuat lamunan Cristian pudar dan kembali memfokuskan tatapannya ke Derek.
“gimana udah diangkat?” tanya Cristian tidak peduli dengan yang ditanyakan Derek. Lelaki dengan kedua matanya yang tajam itu lebih memilih menyembunyikan keadaan Jackson saat bertemu di Amerika.
“belum, lagi gue coba terus terusan. Ngomong-ngomong lo udah ketemu ayah lo?” tanya Derek seperti basa-basi.
“udah tapi ya begitu..” jawab Cristian seadanya.
“kenapa? pertemuan singkat? Sibuk kali, ayah lo kan kepala sekolah” ucap Derek dengan tatapannya ke arah layar handphonenya.
“mungkin, gue udah ga mau berurusan sama dia” balas Cristian sesekali meneguk minumannya.
Keheninganpun terjadi secara tiba-tiba dan singkat sebelum akhirnya suara berat seorang lelaki terdengar dari handphone yang digenggam oleh Derek sejak tadi. Suara yang sudah lama tidak terdengar dikuping Derek, dengan cepatpun Derek menekan tombol volume di pinggir handphonenya sampai full dan meletakkan handphonenya ditengah-tengah meja.
Cristian yang dibuat kaget oleh Derek dan langsung mengerti maksudnya, dengan cepat dia memajukan bangku dan mendekatkan telinganya kearah speaker handphone Derek. Sambungan sudah berlangsung sekitar 9 detik. Akhirnya Derekpun menjawabnya.
“Hay, akhirnya ngangkat juga lo. Gimana kabar lo, Jackson?”
"lo ngapain sih nelphone gue subuh-subuh gini? hah?!!"
“apa? Subuh? Emang jam berapa?”
"pukul 1 malam derek!!! 1!!!"
“maaf gue ga tahu, lagian dari dulu-dulu gue telephone ga diangkat..”
"mau ngomong apa?"
“buru-buru banget? Gue mau nanyak kabar lo dan kenapa lo ngilang begini?”
"itu gue jelasin saat pulang nanti"
“kapan?”
"selasa, rabu gue sekolah"
“tugas banyak lho”
"tugasnya udah gue beli"
“cih, sombong! Gue tunggu lo, ngomong-ngomong Cristian udah nyampaikan pesan lo dia ada dihadapan gue sekarang. Dan gue rencananya nanti malam mau ngasih perhitungan ke Darius, menurut lo?”
"Darius? Invictus? Dia kenapa?"
“mukul 4 anggota kita”
"terus?"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Bad Boy ✓
Teen Fiction[COMPLETED 2020 & REPUBLISH 2024] Sinopsis The Bad Boy : Berawal dari kisah duka dan kelabu yang menjadi dendam sampai berakhir di geng motor besar bernama INVICTUS yang dalam bahasa latin berarti tak terkalahkan. Sosok lelaki yang temperamental mem...
