76 🥀 Bel Rumah

4K 152 33
                                        

DIGUDANG KOSONG : 20.47

"pintar. Mereka bisa kabur rupanya" ucap Bevan membelakangi sosok Harimau besar berkulit besa dan dua orang yang tengah berdiri dibelakangnya.

"bagaimana dengan manusia-manusia didepan? Mereka mati?" tanya Lance.

"itu tidak penting, jangan buang-buang kekuatan kita untuk hal seperti itu. Ingat! Target kita bukan mereka" jawab Bevan tegas.

"Esuren. Kau sudah ke Amerika?" tanya Lance kini menatap sosok tinggi besar. Esuren.

"sudah. Tapi, Chaiden berada disini" jawab Esuren cepat.

"lalu kenapa kau menyerang manusia-manusia itu? Kita tinggal cari saja Chaiden dan culik dia sebelum bala bantuan mereka datang" ucap Lance.

"bala bantuan sudah berada di Bumi, bahkan mereka sama seperti kita. Mencari keberadaan Chaiden" balas Bevan kini membalikkan badannya dan menatap Lance.

"kita harus bergerak cepat!" ucap Lance.

"kau sudah menemukan keberadaan Chaiden?" tanya Nabe pada Esuren, tanpa menunggu lama Esuren langsung menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

"kita tak perlu mencari Chaiden secara terang - terangan, karena disisi Chaiden ada Rugia. Orang tua itu mampu menutup aura dan sinyal kekuatan yang berada didalam tubuh Chaiden" ucap Bevan mulai menjelaskan. "oleh karena itu, kita incar Darius karena dia akan menuntun kita menuju Brian"

Mereka semua langsung menganggukkan kepalanya bersamaan karena paham dan setuju dengan perkataan Bevan tadi.

"sekarang kita lacak keberadaan Darius!" perintah Bevan tegas. "kabur kemana dia?"

"saya bergerak sekarang tuan" ucap Esuren lalu berniat pergi dari gudang itu.

"tunggu!" perintah Bevan. "bukan hanya kau yang pergi, aku akan ikut!"

DIRUMAH CRISTIAN : 21.19

"AKH!! PELAN-PELAN!!!" teriak Haris kesakitan.

Darius merasa ngilu saat melihat Haris menahan sakit hingga mengeluarkan air mata. Tangan lentik Cristian juga membuat Darius ngilu.

Pasalnya, Cristian yang tengah menjait luka terbuka Haris terlihat sangat buru-buru dan kasar.

"pelan-pelan bodoh! Lo bisa ngejait luka ga sih?" tanya Darius geram.

"lo pada ngeliatin gue! Nyuruh gue ini itu! Gimana gue ga grogi!" bentak Cristian kini menatap Darius.

"setidaknya tenanglah dikit! Lo sedang mengobati orang!" bentak Darius kesal.

"tenang lah! kasihan Harisnya!" lerai Jack.

Darius hanya melengos dan membuang tatapan kesalnya ke sembarang arah. Sedangkan Cristian, dia kembali menjait luka Haris namun dengan pelan-pelan.

"nah begitu" ucap Jack lega.

"ris? Ga sakit kan?" tanya Karel khawatir.

"sakitlah! Dari tadi dia nahan sampe-sampai banyak mengeluarkan darah! Udah gitu ga bisa kerumah sakit! Dijahit kasar begitu!" jawab Darius ketus.

"yus.. udah.. gue gapapa" ucap Haris dengan nafas beratnya.

"terserah!" ucap Darius kesal lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruang tamu dan meninggalkan mereka semua.

"ga jelas!" desis Cristian sambil mengelap darah yang masih berbekas di kaki Haris.

"emosian banget doi" celetuk Martinz.

"maaf, dia cuman khawatir jadinya begitu" ucap Haris menatap mereka satu persatu.

"paham, gue tahu rasanya" ucap Jackson yang tengah duduk disalah satu sofa.

The Bad Boy ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang