35 🥀 Cemburu

7.9K 260 0
                                        

"kalau lo masih mau hidup jangan deketin nih cewe"

Caramel langsung menolehkan kepalanya kearah Darius dengan cepat. Kaget, itu yang dirasakan Caramel. Bagaimana bisa dengan entengnya lelaki garang itu berbicara seperti itu? Memangnya hubungannya dengan Caramel apa?

Caramel langsung menatapnya tajam sambil mengerutkan keningnya sebagai tanda dia kesal dan bingung. Darius yang sadar akan ekspresi Caramelpun langsung membalas tatapannya sambil menghembuskan nafas yang kasar.

"ngapain lo dateng?" tanya Darius dengan ekspresi galaknya.

"terserah gue dong!" jawab Caramel judes. Padahal dia tak mau menjawab seperti itu namun entah kenapa ekspresi dari Darius membuat Caramel mengurungkan niatnya.

"padahal lo udah nolak ajakan gue, lah sekarang? Muna!" ucap Darius sambil berdecih.

Caramel yang mendengar perkataan tajam Darius langsung menatapnya aneh. Sebenarnya Caramel masih mencerna perkataan Darius, namun kata 'Muna' yang keluar dari mulut Darius membuat Caramel kesal.

"muna? Munafik maksud lo?" tanya Caramel kesal.

"pake nanyak!"ucap Darius lalu memalingkan wajahnya ke arah Vino yang dari tadi masih berdiri didepan Caramel. "masih berdiri lagi lo! minggir!"

Vino sedikit terhuyung kebelakang saat Darius menyenggol bahu Vino dengan bahu kekarnya dan melewati jalan diantara Caramel dan Vino dengan ekspresi kesal. Vino hanya tertawa kecil melihat teman jauhnya yang berjalan mendekati Haris lalu duduk disalah satu bangku disebelah Haris.

Sedangkan Caramel? Entah kenapa perempuan itu diam tak berkutik. Kedua sorot matanya masih tertuju pada Darius dalam diam. Kenapa tiba-tiba Darius seperti itu? Padahal saat Darius mengantarnya pulang, hubungan Caramel dengannya sedikit membaik dan tadi? tiba-tiba datang dengan wajah yang sulit ditebak.

"udah ca, Darius lagi kesel kali!" tegur Jack yang dari tadi memperhatikan kediaman Caramel.

"gendutan jadinya bete dia!" ledek Karel sambil melirik Darius dengan takut-takut.

"DIEM LO BERDUA!!" Bentak Darius kesal.

"maap bwang!" ucap Jack takut.

"sorry..sorry boss.." ucap Karel.

"lo ngapain sih bawa mereka?" tanya Darius pada Jack melunak saat memperhatikan Caramel dan ketiga temannya yang masih diam saat kedatangan Darius tadi.

"pengen aja, lagian sepi banget" jawab Jack.

"iyaa yus, ga ada cewe-cewe ga seru juga" tambah Ari dan diikuti tepuk tangan Bisma.

"telephone aja sana cewe panggilan lo berdua!!" bentak Darius lagi. "ganggu suasana banget!"

"lo ga suka ada kita-kita yus? Yaudah kita balik aja" tanya Priselia.

Darius langsung menatap Priselia lalu ke ketiga teman-temannya satu persatu lalu tatapannya berakhir ke Caramel. Perempuan itu hanya tertunduk diam, melihat kedua kaki kecilnya sambil menyelipkan beberapa rambut panjangnya dibelakang daun telinga lalu mendongakkan kepalanya dan tak sengaja menatap Darius yang juga sedang menatapnya.

"ga perlu, lo pada disini aja gue yang pergi" ucap Darius lalu berdiri dari duduknya.

"jangan! Lo duduk aja, gue yang pergi" balas Caramel cepat dengan ekspresi yang sulit ditebak.

Darius langsung menatap Caramel lagi dan menaikkan alis kanannya, bingung. Kenapa Caramel tiba-tiba berekspresi seperti itu? Apa hanya bayangan Darius saja? Entah lah, lelaki garang dan galak itu sedang emosi sehingga tak bisa berfikir jernih dan peka terhadap Caramel.

The Bad Boy ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang