“bantu gue deketin Amelia”
Kedua bola mata Caramel terbelalak saat mendengar upacapan seperti itu dari mulut Haris sendiri. Saking kaget dan bingungnya, mulut Caramel masih setia menganga. Haris yang melihat kekagetan Caramel hanya bisa menggaruk punggung kepalanya karena ikut bingung juga.
“tunggu! Lo bilang apa?” tanya Caramel bingung.
“deketin gue sama temen lo itu” jawab Haris cepat saat Caramel sudah kembali sadar. Walaupun masih terlihat syok.
“apa maksud lo? Kenapa tiba-tiba kayak gini?” tanya Caramel semakin bingung.
“emang kenapa?” tanya Haris dengan wajah datarnya. Rasanya Caramel ingin mencakarnya saja.
“lo bodoh ya?” tanya Caramel kesal.
Haris yang mendengar ejekan Caramel langsung menaikkan alisnya. Bingung maksud dari ejekan tersebut, karena dirinya merasa lebih benar dibanding dengan pemikiran orang lain tentang dirinya.
“lo ga tahu perasaan Amelia selama ini?” tanya Caramel.
“gue tahu! Tapi jangan anggep gue disini sebagai pelakunya!” bentak Haris tanpa sengaja. Rasanya sangat kesal jika seseorang menanyakan perasaan Amelia. Tentu saja Haris tahu!
“untuk apa gue perasaan lo? Selama ini yang terlihat ga baik-baik saja itu Amel!” bentak Caramel balik.
“sial!” desis Haris pusing. Kini dia membuang wajah kesalnya kesembarang arah sambil berfikir. “enaknya gue mulai cerita dari apa?”
“dari awal!” jawab Caramel tegas. “lo pasti punya kisah sendiri yang mungkin berbeda dari kisah Amel, jadi gue pengen lo cerita dari awal”
“Amel cerita sama lo?” tanya Haris kaget.
“tentu! Gue temannya” jawab Caramel ikut kaget karena ekspresi Haris.
“maksud gue, sejak kapan dia berani cerita?” tanya Haris sambil berdehem.
“sejak dia nangis disekolah” jawab Caramel cepat.
Mendengar bahkan melihat wajah sedih Amelia saja membuat Haris sesak, apa lagi menangis? Entah lah kenapa Haris merasakan itu. Padahal Haris secara terang-terangan menolak Amelia bahkan terlihat tak suka hingga menolak pernyataan cinta dari Amelia setahun yang lalu. Dan sekarang, kenapa Haris merasa sesak jika melihat Amelia menolaknya?
“lo belum mulai cerita?” tanya Caramel. “mumpung mereka belum dateng”
“dia cerita apa aja tentang gue?” tanya Haris balik.
“lo sama dia deket banget dulu dan lo ga tahu perasaan dia saat berhasil temenan sama lo?” tanya Caramel mulai menceritakan semua yang keluar dari mulut Amelia.
“ya, gue dulu deket sama dia karena dia baik. Kelihatan kok dia seneng jadi temen gue” jawab Haris cepat. “banyak cewe yang gue tolak sedangkan dia, gue nerima dia jadi temen gue”
“lalu kenapa? Kenapa pas dia nyatain perasaannya lo nolak dia?” tanya Caramel bingung dan sedikit kecewa. “dia cewe yang baik bukan?”
Haris meletakkan helmnya dispion motornya dan turun dari motornya. Kini lelaki itu berdiri berhadapan dengan Caramel dan menatap perempuan itu tajam. Rasanya jantung Caramel mulai berdegup kencang karena ketakutan.
“gue nerima dia sebagai teman gue agar ga ada cowo jahat yang deketin dia” ucap Haris tiba-tiba. “dia, lo, kalian dan orang lain manapun ga tahu ancaman apa yang bakal terjadi kalau Amelia ga gue jaga”
“cowo jahat? Dan ga lo jaga? Apa maksud lo?” tanya Caramel kaget dan semakin bingung arah pembicaraan Haris.
“ya! Dulu ada anak dari sekolah kita yang berniat buruk dengan Amel, oleh karena itu gue nerima dia jadi temen gue. Dan selalu gue antar jemput karena rumah gue dan dia searah” jawab Haris. “sejak itu banyak anak-anak dari kelas lain yang ngira gue pacaran dengan Amelia dan gue senang, karena cowo itu ga deketin Amelia lagi”
KAMU SEDANG MEMBACA
The Bad Boy ✓
Teen Fiction[COMPLETED 2020 & REPUBLISH 2024] Sinopsis The Bad Boy : Berawal dari kisah duka dan kelabu yang menjadi dendam sampai berakhir di geng motor besar bernama INVICTUS yang dalam bahasa latin berarti tak terkalahkan. Sosok lelaki yang temperamental mem...
