RUMAH CARAMEL : 08.43
Caramel meletakkan piring yang diatasnya terdapat beberapa macam roti bakar setelah itu dirinya melemparkan tubuhnya diatas sofa sambil menyeruput teh jasmine di cangkirnya. Tatapannya tertuju pada omnya yang sedang membaca Koran harian yang biasanya diletakkan dibawah meja kaca tamu.
“om? Caramel nanti mau main” ucap Caramel pelan sambil meletakkan cangkir yang tadi dia genggam diatas meja.
“sama siapa?” tanya Vian dengan tatapan matanya masih tertuju pada Koran yang sedang dia baca.
“Priselia, Amelia dan Anastasya..” jawab Caramel pelan. “tapi bareng sama anak cowo juga..”
“siapa anak cowonya?” tanya Vian dengan ekspresi yang masih sama.
“Jack, Karel, Haris dan Dariuss..” jawab Caramel ragu-ragu.
Mendengar nama Darius, Vian langsung meletakkan Koran yang dia baca tadi diatas meja dan kini menatap keponakan perempuannya itu. untuk apa Caramel bermain dengan Darius? Yang tadi malam baru saja Vian bilang tak suka Caramel dekat dengan Darius.
“ngapain main sama mereka?” tanya Vian.
“om jangan salah paham sama temen-temen sekolahku, mereka baik-baik kok!” ucap Caramel.
“om ga bilang mereka ga baik, tapi kamu harus jaga pergaulan” balas Vian dengan ekspresi khawatir.
“tenang aja om, Caramel bareng Amelia, Priselia sama Anastasya kok.. lagi pula ayahnya Priselia teman dari ayahnya Jack” tambah Caramel sambil tersenyum.
Vian menghembuskan nafasnya kasar. Bingung harus berkata apa lagi pada Caramel, karena Vian tak mau niat menjauhi Caramel dari Darius ketahuan, dirinya harus perlahan-lahan. Namun sepertinya Caramel sudah terlanjur jatuh ke daerah pertemanan Darius.
“memangnya Darius seperti apa sih orangnya? Om denger-denger dia ditinggal keluarganya sudah lama jadi bagaimana dia sekarang?” tanya Vian.
“Caramel ga tahu banyak om, tapi yang Caramel tahu Darius setia kawan banget” jawab Caramel.
“oke. Om ngebebasin kamu berteman sama siapa aja tapi kalau om tahu ada yang ga beres dengan teman-teman kamu itu, om langsung ngejauhin kamu dari mereka” ucap Vian tegas dengan sorot matanya tajam pada Caramel.
Caramel yang mendengar perkataan omnya itu hanya diam dan tanpa sengaja dirinya hanya merespond dengan anggukan kepalanya secara samar. Sebenarnya Caramel berbohong dengan omnya itu namun tak sepenuhnya berbohong.
Memang benar rumor Darius yang mengatakan kalau ketua geng terkenal disekolahnya itu sudah ditinggal keluarganya saat Darius kelas 4 SD. Kesepian dan kesendirian membuat Darius menjadi sosok yang bengis, kasar, dan tak tahu aturan. Namun disisi lain, Darius juga memiliki sifat setia kawan yang tinggi, tidak berkhianat pada siapa pun dan memiliki sifat kepemimpinan yang bagus.
Namun Caramel sedikit ragu untuk memperkenalkan Darius pada omnya itu. Karena apa? Sejak kejadian di pesta tadi malam, omnya itu seolah tak menyukai Darius. Memang Caramel tak terlalu bisa membaca pikiran orang dari ekspresinya namun Caramel tahu dari cara omnya itu membicarakan Darius.
“nanti minta anterin sama abangmu” ucap Vian sambil mengambil roti bakar yang dibawa Caramel tadi.
“ga usah, Bang Moza katanya mau kerja". tolak Caramel halus. Namun yang didapatkan hanya tatapan dingin omnya.
“memangnya mau main dimana?” tanya Vian.
Caramel sangat ingat bahwa Darius mengajaknya ngumpul bersama teman segengnya. Namun Darius tak menambahkan dimana mereka berkumpul. Caramel langsung bingung harus menjawab apa, dirinya takut salah langkah. Namun Caramel bisa berbohong sedikit.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Bad Boy ✓
Teen Fiction[COMPLETED 2020 & REPUBLISH 2024] Sinopsis The Bad Boy : Berawal dari kisah duka dan kelabu yang menjadi dendam sampai berakhir di geng motor besar bernama INVICTUS yang dalam bahasa latin berarti tak terkalahkan. Sosok lelaki yang temperamental mem...
