Anneth

16 3 0
                                    

Sabtu, 24 Agustus 2049. Akademi Khusus Ksatria Kerajaan. Jam 07.34.

"Itu........ aku tidak tahu harus berkata apa," komentar Setemia setelah Saber menjelaskan analisisnya, "aku tidak mengira akan begitu rapi, jika kau memang benar mengatakan fakta."

"Belum menjadi fakta kalau aku belum memastikannya," Saber membalas, "tapi akan segera. Saat itu tiba, aku membutuhkanmu."

Setemia berpikir sejenak. Dari penjelasan Saber, dan jika memang penjelasan Saber itu benar, maka musuhnya itu benar-benar di luar jangkauan. Dia terlalu naif menganggap musuhnya hanya sebatas vampir, tapi Saber ternyata mengetahui jauh lebih banyak.

Namun, sejak awal dialah yang ingin Saber membantunya, dia yang sengaja menjebak Saber agar mendengarkan pendapatnya tentang Rachel, dia sudah tidak bisa lari.

"Baiklah, apa yang bisa aku lakukan?"

Saber tersenyum tipis seolah berterima kasih, kemudian menjelaskan, "untuk awalan, aku memerlukanmu saat aku mengungkap identitas kepala sekolah. Jika dilihat dari perannya, Ellia Myrtie mungkin akan memanggil Abyss kemari. Pesta nanti adalah saat yang tepat untuk melakukan penyerangan. Aku ingin kau menggunakan Chariot milikmu untuk menahan dia dan aku sendiri."

Setemia mengerutkan dahi, "kau tahu apa Chariot milikku?"

"Garuda," Saber menjawab tanpa jeda, "chariot yang sulit dijinakkan di masa awal. Pusaka negeri asalmu. Aku dengar salah satu kemampuannya adalah menciptakan realitas lain yang dapat menyedot jiwa makhluk hidup."

"Itu benar. <Realm of Divinity>. Garuda adalah kendaraan sekaligus simbol Wishnu, yang mana merupakan dewa kepercayaan Hindu. <Realm of Divinity> akan membawa jiwa target ke langit berbeda, yang mana cara mudah untuk lepas dari sana adalah dengan menebus seluruh dosamu. Selain itu, aku bisa mengeluarkan orang yang terjebak sesuai izin dariku sendiri."

"Itu dia. Pakai itu kepadaku dan kepala sekolah, tapi jangan sampai keluarkan kami berdua."

Setemia memiringkan kepala, merasa heran lagi, "jangan mengeluarkanmu? Apa kau memang menginginkan katarsis di sana?'

Saber tertawa singkat, "itu tawaran yang bagus untuk kemudian hari," dia lalu melanjutkan setelah tertawa lagi sebentar, "tidak, aku akan bertanya beberapa hal."

"Apa itu termasuk leluhur pertama?"

"Aku ragu dia akan tahu itu, tapi ada baiknya mencoba bertanya."

Setemia menghela napas panjang. Rasanya seluruh pembicaraan itu berisi informasi yang senilai dengan beberapa tahun penyelidikan. Terlalu banyak, dan terlalu sulit dipercaya. Masalahnya adalah, tidak ada yang aneh dari akademi, maupun barisan ksatria selama ini. Malah beberapa tahun ke belakang terjadi pengetatan latihan ksatria, baik tingkat elit atau barisan militer biasa.

Kenapa sebuah organisasi yang kedengarannya ingin menghancurkan Rearia, ingin menghancurkan dunia, malah memperkuat pasukan pertahanan yang mana merupakan ancaman?

Pertanyaan itu terbersit sejak tadi di benak pemuda itu. Dia ingin menanyakannya, tapi dia yakin jawabannya akan di luar jangkauan. Pada akhirnya, tidak ada yang bisa dia lakukan kecuali percaya pada Saber.

"Baiklah, akan kulakukan," ujar Setemia, "persoalan sekarang adalah bagaimana menggunakan <Realm of Divinity> di aula pesta? Kau juga tahu kita akan menggunakan gelang penahan sihir."

Saber langsung membuka ponselnya setelah mendengar pertanyaan Setemia. Beberapa detik kemudian, tampak rasa puas di wajahnya, "seperti dugaanku. Desain awal pembuatan gelang anti sihir adalah tongkat kepolisian anti sihir umum. Jika kita bisa mendapatkan pola sirkuitnya, kita bisa meretas gelang itu."

Seven Dragoneer: ZeroTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang