Kesalahpahaman

600 43 1
                                    

Sabtu, 23 Juni 2049. Akademi khusus ksatria kerajaan. Jam 18.48.

Sudah seminggu sejak kejadian itu. Nora sudah pindah ke kamar Erin. Memang awalnya dia seperti tidak mau, tetapi dia merasa kamar Erin dan kamarnya hampir tidak ada bedanya. Hanya saja, kamar Erin lebih mewah daripada kamarnya.

Dia bahkan sudah berbaikan dengan Erin. Erin menerimanya dengan baik seperti saudara sendiri, dan Nora tidak terlalu mempermasalahkan itu.

Nora sudah mempersiapkan semuanya di dalam tas. Dia, Saber, dan Yuu berniat pergi ke pemandian air panas malam ini. Selama dia mempersiapkan pakaian dan barang-barang yang lainnya, dia terus bersenandung ria. Alasannya tentu saja, baru kali ini dia bisa pergi ke pemandian air panas bersama Saber, meskipun mereka berdua terus bersama selama dua tahun, baru kali ini dia bisa pergi. Dan, dia juga sepertinya memiliki niat buruk di dalam kepalanya. Niat yang "seharusnya" dilakukan laki-laki kepada perempuan.

"Hei......" Erin memanggilnya. Nora agak terkejut.

"O.... ooh, Erin, ada apa ?"

"Kau mau kemana ?"

"Pemandian umum."

"Hee, benarkah ? Boleh aku ikut ?" Dia langsung terlihat senang.

"Ma..... maaf, tapi kau tidak boleh ikut."

"Kenapa ?"

"Ngg...... anu.... bagaimana ya..... ah, aku akan pergi dengan Saber, orang dengan ranking terakhir itu, bukankah kau tidak menyukainya ?"

Seketika, dia menampakkan ekspresi kemarahan.

"Orang itu ya......"

"E..... eh ?"

"Aku ikut !"

"Haah ? Kenapa ?"

"Ada yang harus kutanyakan kepadanya." Dia berkata dengan serius.

"A.... apa ?"

"Bukan urusanmu."

"Hei-hei, aku adalah orang yang paling mengenal Saber disini, aku bisa menjawab apapun yang kau tanyakan !"

"Benarkah kau akan menjawabnya ?"

"Y.... yaah, selama bukan privasinya."

"Kalau begitu, siapa sebenarnya dia ?"

"Huh ?"

"Apa kau pernah berpikir, kenapa kau bisa pindah ke sini ?"

"I.... iya, sedikit, memangnya kenapa ?"

"Aku dan orang itu, melakukan duel satu minggu yang lalu."

"HAAAAH ??!!!"

"Ya, tentu saja aku yang menang, tapi-"

Nora langsung melihat dan menyentuh seluruh bagian tubuh Erin dengan panik.

"Apa yang kau lakukan ?" Erin bertanya dengan dingin.

"Apa kau terluka ? Apa ada bagian tubuhmu yang sakit ? Apa dia pernah menggoreskan pedangnya kepadamu ?"

"Hahaha, jangan menghinaku, mana mungkin dia bisa menyentuhku !"

"Be.... begitu ya...."

"Selain itu....."

Erin memasang kembali ekspresi seriusnya.

"Melihatmu yang panik saat aku mengatakan kami barduel, aku yakin pasti ada apa-apanya, bukan ?"

"Eh, tidak, ituu....." Nora berkata sambil mengangkat dan melebarkan kedua telapak tangannya.

Seven Dragoneer: ZeroTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang