Pk-76

1.5K 71 1
                                        

Bella kembali bersama Angga. Gadis itu terlihat berbeda, karena jacket Angga yang terbalut di tubuhnya. Dela dan Devan, justru senang karena kejadian ini bisa membuat mereka lebih berdekatan.

"Ada yang beda nih, tapi apa yah...." Devan menaik-turunkan alisnya. Ingin menggoda Bella.

Bella malas. Dia lebih baik diam.

Angga kini duduk di samping Bella. Dan Bella membiarkannya.

"Kenapa, gitu? Lo bukan siapa-siapa gue."

"Mau janji?"

"Apa?"

"Selama lo Amnesia, jangan pernah terlalu welcome sama cowok. Kecuali gue."

"Kok gitu, dasar cowok aneh."

"Karena aku calon suami kamu."

"HAH!"

Bella melirik Angga, masih terngiang ucapan lelaki itu. Gila! Memang gila sih cowok ini. Masa iya, calon suami! Bella semakin yakin, jika cowok ini aneh. Bahkan sangat aneh.

"Jangan liatin aku terus, aku emang ganteng," ucap Angga tersenyum kecil.

Bella mendelik malas. "Dih, pede."

Dela tertawa melihatnya. Dia merangkul bahu Bella. Dan berbisik padanya.

"Aku-kamu. Angga berubah yah, sejak lo Amnesia," bisik Dela pelan.

"Bodo," balas Bella jutek.

Bella kini menatap Devan. Ada yang ingin dia tanyakan padanya, mungkin sebagai sepupu, Devan sedikit tau tentang masa lalunya. Atau bahkan lebih, itu yang kini ada dipikiran Bella.

"Dev, gue mau tanya sesuatu sama lo. Boleh?" Bella berbicara serius. Membuat semuanya menoleh padanya. Termasuk Reno dan Kevin yang sejak tadi diam.

"Boleh, nanya apa?"

"Mamah Tina, meninggalnya wajar gak?"

Pertanyaan itu, membuat semuanya terdiam. Devan pun terkejut, namun dia tidak mau jahat jika nyatanya dia menyembunyikan fakta dari Bella. Ini tentang Tina.

"Tante Tina...."

•~•

Bella menunduk. Semuanya kini terungkap. Bagaimana dirinya dulu dengan Tina, dan bagaimana juga Tina dengan tega meninggalkan Bella sendiri di dunia ini. Kecelakaan. Tertabrak mobil truck. Dan tentang Delia sang dalang. Bella sedikit bleng dengan semua ini. Dia pusing, kepalanya terasa sangat sakit.

"Jawab Mah! Jangan diem aja!"

"Gak! Gak mungkin. Mamah saya gak mungkin meninggal!"

"Bunuh gue Reno! Gue jahat!"

Bella memekik kesakitan. Angga langsung merangkul bahu wanita itu. Menatapnya dengan cemas.

"Kamu gak papa? Apa yang sakit?"

"Gue... Gue... Gak papa," ucap Bella pelan.

Preman Kampus {END}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang