Pk-65

1.9K 108 36
                                        

Hai semua, selamat malam.

Wah, gak sabar ingin baca ceritanya yah?

Seantusias apa sih, pengen baca cerita nya?

POKOKNYA, UNTUK KALIAN YANG MAU BACA, SEMANGAT BUAT BACANYANYA YA.

JANGAN LUPA TEKAN BINTANG DIPOJOK KIRI TANGAN KALIAN. JUGA SURUH JARI KALIAN NGETIK DAN COMEN SEBANYAK-BANYAKNYA😋

SIAPIN TUSI JUGA, SIAPA TAU KALIAN NANGIS YA KAN?

PESAN KU UNTUK KALIAN.
MAKASIH, SUDAH MENDUKUNG {PK}SEJAUH INI. SAMPAI PADA PART INI.

KALIAN THE BEST! POKOKNYA.

{PK} BUKAN APA-APA TANPA ADANYA DUKUNGAN DARI KALIAN💓

OH, DAN KAYANYA {PK} BAKAL UP LAMA. SOALNYA BIAR BIKIN KALIAN PENASARAN SAMA PART LANJUTANNYA. BIAR GAK NGERASA BOSEN AJA SIH KALIANNYA. XIXI

OH YA, YANG TERPENTING SEKARANG ADALAH KESEHATAN KALIAN. WALAUPUN BADAN MERASA SEHAT, JANGAN ANGGAP SEPELE VIRUS NYA LOH. KITA TETAP HARUS WASPADA SEBELUM TERKENA. DIMANAPUN, APAPUN, DAN KAPANPUN, KALIAN WAJIB MEMATUHI PROTOKOL KESEHATAN YANG SUDAH DIANJURKAN.

MENCUCI TANGAN, JAGA JARAK, PAKAI MASKER.

JANGAN BOSEN UNTUK MENDENGAR TIGA HAL ITU. KARENA JIKA SUDAH TERKENA, AKAN KITA-KITA JUGA YANG RUGI.

EH. YAUDAH DEH, LANGSUNG BACA AJA YU.

XIXI... HAPPY READING ALL💖

___________

••~••

Kamu mencintaiku? Maka relakan aku, dan pergilah bersamanya. Ikhlaskan cinta kita, demi aku.

___o0o___

Devan menarik tangan Dela. "Biarin dia sendiri. Ini bukan waktu tepat buat kita marahin atau ikut campur masalahnya . Ini soal Angga dan Bella." ucap Devan menyarankan.

Dela mengangguk. Dia setuju. Tapi, tak kuasa saat melihat Bella menangis begitu terpuruknya dikursi kayu dekat rindangnya pohon. Dibawah sinar rembulan dimalam hari ini.

Dela dan Devan pergi. Tapi Reno menentang. "Kalian gila. Bego? Gak waras. Dia lagi sedih, kita harusnya tenangin dia!" bentaknya emosi.

"Bukan waktu yang tepat. Biarin dia luapin kesedihannya dulu." ucap Devan mencekal tangan Reno.

"Anjing! Sepupu tai lo! Lo seneng liat sepupu lo nangis kaya gitu hah!" teriak Reno emosi.

Bugh!

"Bangsat! Gak usah sok tau lo anjing! Gue bahkan lebih gak berdaya liat dia nangis. Tapi bukan berarti, gue harus selalu ada disampinya. Atau gue selalu harus ikut campur apapun masalah dia. Gue tau mana waktu yang tepat dimana gue harus tenangin dia. Dan ini bukan waktu yang tepat! Lo camkan itu!" bentak Devan mencekal kerah baju Reno.

"Udah. Jangan berantem!" lerai Dela kesal.

"Kamu juga. Tahan emosi kamu Van." ucap Dela memegang tangan Devan.

"Ayo." ajak Devan menarik tangan Dela.

Mereka bertiga lantas pergi dengan Devan yang masih memendam emosi dengan perkataan Reno yang sangat mengusik dirinya.

Preman Kampus {END}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang