Pk-77

1.6K 73 1
                                        

Mereka hanya memperhatikkan Bella saja sejak tadi. Mereka dapat melihat banyak kertas kecil dengan tulisan sama di dalamnya. Juga satu kertas kecil dengan kata-kata aneh.

Bella membereskan kertas kecil dengan kata yang sama. Dia menatanya dengan benar. Suasana kantin cukup sepi, dia tidak perlu takut akan ada orang yang mengamati, karena posisi duduk mereka sangat di ujung kantin. Otomatis akan terhalang.

Setelah Bella menatanya, dia terus pokus menatap kertas itu. Sama halnya dengan Dela, Devan, Reno, Kevin dan Angga juga. Mereka sama-sama mengamatinya.

 Mereka sama-sama mengamatinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dev mengambil kertas berukuran sedang yang ada di bagian tengah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Dev mengambil kertas berukuran sedang yang ada di bagian tengah. Dia melihatnya dengan teliti.

"SI ROMON, AKAPMEC, NALAJ," gumam Devan membaca.

Devan membalik kertas itu. Hey, ternyata ada tulisan juga di belakangnya.

"Eh, ada tulisan di belakang nya nih."

Bella jelas sangat antusias ingin melihatnya. Dia dengan segera merampas kertas itu dengan cepat, dan melihat bagian belakangnya.

Tulisan usang pun Bella temukan.

"Angka tiga belas lagi," gumam Bella

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Angka tiga belas lagi," gumam Bella.

"Apa ini tanggal?" tanya Bella menunjuk Angka yang berada di bawah tulisan itu.

Preman Kampus {END}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang