Pk-78

1.7K 80 1
                                        


"Dua puluh delapan tahun yang lalu? Udah lama banget ya bu."

"Iya, memang lama Neng. Dan itu sudah jadi sebuah cerita warga setempat. Kami sangat kasihan pada keluarga itu. Padahal, yang punya rumah baik banget."

"Kemana mereka sekarang, kalo boleh saya tau bu?"

"Mereka meninggal Dua puluh delapan tahun yang lalu, Nyonya dan Tuan rumahnya dibunuh oleh menantunya sendiri. Saya denger juga sih, anak-anak mereka juga pergi meninggalkan rumah ini. Tidak tau pergi kemana."

"D-di... bunuh?"

"Iya sama psikopat jahat."

"P-psikopat? Memang ada bu?"

"Ya ada atuh Neng. Kabarnya sih, psikopat itu teh di penjara."

"D-di... Penjara?"

Bella memijat keningnya. Sangat pusing memikirkan semua hal ini. Semuanya sangat sulit di tangkap oleh memorinya.

"Bella, sayang kamu kenapa?"

Saras duduk di tepi ranjang, dia mengelus rambut Bella. Bella menoleh dan tersenyum.

"Enggak papa Mah. Aku gak papa."

"Yakin gak papa?"

"Mmm... Mah, boleh tanya sesuatu gak?"

"Boleh dong."

Bella membenarkan posisi duduknya menghadap Saras."Mamah Saras kenal udah lama ya, sama Mamah Tina?"

Saras terkekeh, "Jelas lama sayang. Mamah Tina kan sahabat Mamah Saras. Kita udah kaya perangko yang susah dipisahin. Ya... Walau suatu kejadian yang tak terduga memisahkan kami. Mamah menyesal itu pernah terjadi."

Bella menggenggam tangan Saras, "Maaf ya Mah, Bella gak bermaksud bikin Mamah sedih."

"Gak papa lah. Bukan salah kamu. Eh, tapi kamu nanya gini emang buat apa?"

"Mamah Tina, nama panjangnya apa? Bella gak tau."

"Mamahmu, namanya cantik, yaitu Tina Ruzzela."

"Em... Gitu yah."

Saras mengangguk, "Tidur yah, besok masuk Kampus. Good night sayang."

Saras mencium kening Bella. Sebelum ia pergi meninggalkan kamar Bella sepenuhnya.

Bella mengambil kertas Teka-teki nya. Dia melirik kertas Aksara jawa itu. Bergantian melihat ke arah kertas bertuliskan SIROMON AKAPMEC NALAJ.

Tunggu. Tanda apa ini?

Bella mencoba menulis sesuatu di sebuah kertas bersih

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Bella mencoba menulis sesuatu di sebuah kertas bersih. Dia menuliskan terjemahan Aksara jawa, ditambah dengan sedikit perbedaan di sana. Dia ragu, tapi ia yakin bahwa hasilnya akan di luar dugaan. Semoga bisa memecahkan Teka-tekinya.

Preman Kampus {END}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang