Buku diary, dan masa lalu itu, membuat semua tanya ku terjawab__Bella
•~•
🌕️🌕️🌕️
Benar. Kunci besar yang Tina berikan padanya, ternyata pas dengan tipe kunci rumah besar ini. Dengan ragu tapi pasti, Bella mulai masuk ke dalam rumah itu. Diikuti oleh yang lainnya juga.
"Besar juga yah, rumahnya. Ini berarti rumah Kakek Nenek gue juga ya?" tanya Devan girang.
"Van udah ih, jangan main-main mulu. Ayo kita bantu Bella cari buku, sebelum jam lima sore," tegur Dela.
Angga menarik tangan Bella untuk tetap ada di sampingnya, "Jangan jauh-jauh. Aku gak mau kamu kenapa-napa."
"Iya bawel," balas Bella kesal.
Mereka mulai mengamati benda-benda di sekitar sini. Ada bingkai foto besar di rumah ini. Dengan sepasang suami istri di dalamnya, juga dua anak perempuan di gendongan mereka. Di bawah lukisan itu, terdapat sebuah nama.
Tuan dan Nyonya Answar.
Tina Ruzzella Answar- Lina Zella Answar.
"Kata Mamah Saras, nama Mamah Tina cuman Tina Ruzzela. Kenapa di sini, ada tambahan Answar? Apa selama ini, Mamah menyembunyikan identitasnya?" gumam Bella.
"Lina Zella Answar? Kok gue baru tau, kalo Mamah nama panjangnya ada Answar? Kenapa dia gak kasih tau gue soal ini?" tanya Devan ikut bingung.
"Dev, Tante Lina juga sembunyiin nama belakangnya dari lo?" tanya Bella terkejut.
Devan mengangguk. "Iya, gue gak pernah tau kalo nama Mamah ada belakangnya lagi. Answar? Nama itu baru terdengar di telinga gue."
Bella mengangguk paham. "Gue tau, kayanya ini semua di sepakati oleh dua orang. Antara Mamah gue dan Tante Lina. Sekarang gue paham, kenapa Papah larang gue buat cari tau lebih banyak tentang Answar. Karena ini semua adalah faktanya. Ibu kita sembunyiin identitas asli mereka, gue belum tau apa alasan di balik ini semua. Kita harus cari buku yang dimaksud Om Dapa. Kita berpencar, harus gerak cepat. Cari ke setiap ruangan dan laci-laci. Ayo!" ucap Bella bergerak.
___o0o___
13.12.13
Hari kematian.
Answar Raden Sajati
Tentang dia, sang lelaki darah.
Matanya tajam setajam pisau, dengan penuh dendam di dalam sorotnya.
Kisah ini tidak akan terjadi, jika aku tidak membuat satu kesalahan yang berakibat fatal pada keluargaku sendiri. Aku memiliki dua putri, mereka sama-sama cantik seperti istriku Rina Putri Gwito Answar. Kedua putriku sangat amat manis. Sehingga, aku berinisiatif menjodohkan salah satu putriku. Dia setuju, namun... Ini adalah sebuah awal dari kehancuran kami.
Bella membaca sepenggal diary itu. Dirinya amat sangat semakin penasaran dengan kisah selanjutnya dari buku diary keluarga Answar yang ia temui tadi sore di rumah megah itu.
Bella lantas membuka lembaran baru. Lembaran kedua, dengan tulisan yang berbeda. Bella yakin, buku ini ditulis dengan kisah, dan orang yang berbeda pula. Buktinya, kini nama Tina lah yang berada tepat di atas kertas itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Preman Kampus {END}
أدب المراهقينTerkadang sikap pemarah menutupi semua kesedihan pada seseorang. Mungkin umumnya wanita memang yang sering dikejar oleh pria, namun apakah salah jika wanita yang mengejar pria? Bella mengenyampingkan rasa malu, gengsi dan rasa takut akan orang lain...
