"Lo mahal, Fay. Dapetin lo mahal."
"Contohnya dengan mahar helikopter dan sejenisnya. Mahal anjir, istrinya tuan muda," lanjut Raga.
•••🖤•••
Tentang Tuan muda yang bernama Ragatama, yang kabur saat ditunjuk menjadi CEO oleh ayahnya. Pergi dari ayah...
"Ah, shit!" Umpatan itu keluar dari mulut cowok berjas hitam, melihat goresan luka di tangannya, terkekeh kecil lalu kembali tidak peduli. Melangkahkan kakinya dengan hati-hati namun cepat. Matanya mengamati sekeliling, memastikan ia aman.
Dirasa dirinya aman, bergegas melarikan dirinya dari gedung tingkat tersebut. Terus berlari mencari tempat aman, menjauhi gedung itu, keluar dari bangunan itu. Berhasil keluar dari sana, melarikan diri dari sang Ayah, yang tak lain pemilik gedung bertingkat itu.
Cowok itu menyandarkan punggungnya pada pohon di tepi jalan, seperti bocah hilang. Napasnya terengah-engah, beberapa menit yang lalu ia kesusahan melarikan diri. Merasa panas, ia mulai melepaskan jas nya, menyisakan kemeja putih yang sudah berkeringat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mending sih nongkrong dibandingkan jadi CEO," ucap cowok itu dengan tangan yang sibuk melepaskan dasi nya. Cowok yang melarikan diri dari ayahnya, karena tidak mau menjadi CEO dari gedung besar ini.
Ragatama, nama cowok yang berusia sekitar 25 tahun tersebut. Sebentar lagi ia akan menyelesaikan kuliahnya, dan menjadi CEO seperti apa yang Ayah nya planning. Raga sendiri memang suka bisnis, tapi tidak untuk sekarang. Hanya ingin menikmati masa-masa ini sejenak.
Raga mulai berdiri, setelah napasnya mulai membaik. Berdiri di tepi jalan, menunggu taxi datang. Ia tidak mau Ayah nya menyadari bahwa ia kabur. Segera mungkin ia pergi, menaiki taxi menuju tongkrongan nya.
"Jalan, Pak," ucap Raga menutup pintu taxi tersebut. Menyenderkan kepalanya, memejamkan matanya sejenak. Tersenyum miring, berhasil lolos dari Ayah nya. Ayah nya sudah banyak uang, jadi Raga pikir ia tidak perlu kerja keras. Kasihan, uang Ayah nya tidak akan habis.
•••🖤•••
Sabtu adalah hari yang tidak terlalu buruk, apalagi di hari sabtu pagi matahari bersinar dengan cerah nya. Seakan memberikan sebuah semangat, di dukung pula oleh awan-awan cantik di sekitarnya. Sepertinya cuaca pagi hari ini pun memberikan semangat untuk gadis cantik satu ini, yang terus mengukir senyumnya.
Merenggangkan tangannya dengan senyum lebar, menikmati angin pagi dan cerahnya hari. Selesai mandi pagi, membuat tubuhnya semakin semangat. Wajah cantiknya yang terpapar sinar matahari, semakin membuat cantiknya meningkat. Tak lupa dengan rambut panjang nya yang tergerai cantik.
Kim Fay, yang menikmati sabtu paginya dengan senang. Beruntung sekali kuliahnya sedang libur, ia benar-benar bisa bersenang-senang di akhir pekan ini.
"Ah, so cute! Empuss!" pekik Fay melihat seekor kucing dengan bulu putih tebal lewat di depan gerbang rumahnya. Dengan gesit berlari, membuka gerbang menghampiri kucing tersebut. Seperti kucing liar biasanya, kucing itu merasa takut dan menjauh.
"Ih sini, aku baik kok," ucap Fay lembut pada kucing itu. Langkahnya mendekati begitu pelan, tidak mau membuat takut kucing itu. Kucing itu perlahan menjauh, Fay berhenti mendekatinya. Tapi melihat kaki kucing itu luka, ia tidak tega.