HAAPPPY READYNGG
•••🖤•••
Cahaya matahari menembus kaca yang langsung menyorot matanya, ketenangan tidurnya mulai terusik. Tidurnya yang pendek, namun harus tetap bangun awal. Raga langsung duduk dan mengambil kaca mata putihnya, matanya terasa perih.
Menoleh ke samping, "cewek ini udah ilang aja."
Raga menyibakkan selimut, berjalan menuju kamar mandi. Sekedar mencuci muka, menyisir rambut dan berganti kaos santai, Fay sudah bangun lebih awal. Mengerjakan beberapa tugas rumah.
Setelan kaos biasa dan celana tidurnya, ditambah kaca mata putihnya, Raga segera turun ke bawah menyusul Fay. Diliriknya Fay yang tengah berinteraksi dengan seseorang di ruang tamu.
Bayu sudah menghampirinya di pagi hari seperti ini. Raga tahu ada sesuatu penting, mendekat dan menepuk pundak Fay.
"Buatin gue sarapan, laper."
Fay menoleh, menatap Raga yang masih berdiri. Ikut berdiri, "udah kok. Sarapan aja bareng Bayu."
Raga menelisir penampilan Fay, rapi, wangi dan mengenakan tas selempang nya. Raga sudah menduka, Fay akan pergi.
"Izin ke kampus ya, lanjut hangout sama temen nanti," ucap Fay dengan senyum tipisnya.
Raga mengangguk-angguk, sudah menduganya. "Bawa mobil sendiri?"
"Iya."
"Ya udah, hati-hati. Jangan pulang malam."
"Sore gue balik kok."
Hanya membalas dengan gumaman kecil, Fay melambaikan tangannya pada Bayu dan Raga. Langkahnya mulai keluar dari rumah. Raga membiarkan gadis itu bersenang-senang asal gadis itu aman, ia tidak mau terlalu mengekang.
"Gue nunggu adegan salaman terus dicium keningnya loh," celetuk Bayu.
Raga yang hendak duduk tertahan, menghela napas gusar. "Jangan halu, ayo sarapan aja."
Raga tidak jadi duduk, mengajak bayu untuk sarapan. Bayu cengengesan, melihat bagaimana suasana pagi rumah tangga sahabat nya ini.
•••🖤•••
"Istri lo yang masak?"
Raga diam sejenak, mengorek-ngorek telinganya lalu bergidik geli. Melihat tingkah Raga membuat Bayu lagi-lagi cengengesan.
"Kenapa sih?"
"Kuping gue masih canggung denger kata 'istri lo', merinding juga," jawab Raga sembari mengusap-usap lengan tangannya.
Bayu tertawa kecil, "lo yang nikahin loh."
"Nikah sebatas nikah doang ini mah."
"Belum dikasih jatah lo?" tanya Bayu setelah mengisi piringnya dengan nasi.
"Belum dikasih lah, gue nggak minta," sahut Raga dengan enteng dan diiringi candaan.
Bayu terdiam heran, ia tahu Fay dan Raga memang belum sedekat itu. Kabar pernikahan mereka saja cukup mengejutkan, jadi Bayu tidak terkejut lagi dengan suasana rumah tangga keduanya.
"Gue pikir tiap malem lo maksa," timpalnya dengan bercanda.
"Asem lo!"
Keduanya tertawa, Bayu menepuk pundak Raga. "Gue tahu lo pasti punya alasan nikahin dia, lo nggak main-main kan?"
Raga menatap Bayu sejenak, lalu menggeleng dengan tegas. Bayu yakin itu, meski tidak tahu alasan apa sebenarnya. Bayu menepuk lagi pundak Raga, menoleh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tuan Muda: Ragatama
Teen Fiction"Lo mahal, Fay. Dapetin lo mahal." "Contohnya dengan mahar helikopter dan sejenisnya. Mahal anjir, istrinya tuan muda," lanjut Raga. •••🖤••• Tentang Tuan muda yang bernama Ragatama, yang kabur saat ditunjuk menjadi CEO oleh ayahnya. Pergi dari ayah...
