30. Antara Aditya dan Aknan

654 30 2
                                        

HAPPY READING

•••🖤•••

"Gue ke depan bentar," izin Raga pada Fay yang masih menonton drama Korea sambil tengkurap di atas kasur. Fay langsung mengalihkan atensinya.

"Mau ke mana sih malem-malem?"

"Ke warung biasa," jawab Raga mengambil kunci motornya setelah memakai hoodie.

"Ngapain?"

"Nongkrong lah."

Fay mengubah posisinya menjadi duduk. "Udah malem ngapain sih?"

"Yaallah, suaminya pergi bentar aja nggak boleh. Segitunya?"

Fay langsung memangsa raut sebal, buang muka, berpura-pura fokus pada layar laptopnya lagi, "apa sih? Ya sana minggat aja."

"Mau ikut?"

"Nggak, tongkrongan cowok banyak asap rokok. benci asap rokok!"

"Tapi gue ke tongkrongan bapak-bapak sih," jawab Raga iseng.

Fay menatapnya lagi, "bapak-bapak pala lo! Punya anak aja belum."

Raga tersenyum miring, "yaudah ayo buat."

Desisan kesal keluar dari mulut Fay, tangannya langsung meraih bantal dan memukul pantat Raga. Cowok itu dipukul malah tertawa.

"Nggak jadi nongkrong deh gue, di rumah aja buat anak." Raga ikut duduk di kasur, sengaja.

"Sana pergi sana, gue nggak ngelarang. Sana pergi!" Usir Fay dengan panik, tapi dirinya mencoba tenang dan berpura-pura fokus pada tontonan nya.

Raga tidak bergerak, tetep duduk dihadapan Fay dan laptop yang menjadi sekat keduanya. Tapi tidak ada sekat untuk mata Raga terus mengintai manik mata cantik itu. Fay mulai panas dingin, memberanikan diri untuk mendongak.

"Lo minta hak lo sekarang ya?" cicitnya dengan terus menggigit bibir bawahnya yang gemetir.

Raga merasakan kepanik itu, tahu gadis di depannya ini tidak siap akan hal itu. Dengan senyum tulusnya Raga menggeleng, dan menepuk-nepuk pelan pipi Fay. Raga berdiri, masih saling tatap.

"Gue nggak akan minta, tapi saat lo udah mencintai gue. Gue akan dapat hak itu."

Hati Fay merasakan sebuah kelegaan, badannya tadi benar-benar sudah panas dingin. Ia tidak bisa menolak, tapi ia juga tidak siap jika Raga benar-benar memintanya. Tapi beruntung, Raga memahaminya. Raga tidak memaksa, dia mau menunggu dan melakukanya jika mereka benar-benar sudah saling mencintai.

Senyum Fay berhasil terbit, "lo bakal nunggu dan lakuin itu saat kita udah saling cinta?"

Raga mengangguk sekali, anggukan yang semakin membuat lebar senyum Fay. "Lanjut, habis nonton langsung tidur aja. Gue pergi dulu."

Setelah menepuk-nepuk kepala Fay beberapa kali, dan mendapatkan satu anggukan dari Fay. Raga berjalan keluar kamar, menjumpai teman-temannya di warung biasanya.

•••🖤•••

Langkah kaki Raga berjalan melewati lorong sempit menuju warung yang menjadi tempat nongkrong nya. Sudah tidak heran jika bising dengan suara tawa anak-anak cowok di sini. Entah topik apa yang mereka bahas, Raga langsung ikut duduk dan menimbrung.

"Dit, dibandingkan lo pusingin si Bella, mending sama Sasa aja sono," usul Kamal.

"Sasa adik gue?" sahut Raga ikut menimbrung, suaranya mengalihkan perhatian teman-temannya.

"Yoi bos! Langsung aja tuh pdkt in abangnya."

Aditya melemparkan kulit kacang ke wajah Kamal, "usulan lo sesat."

Tuan Muda: RagatamaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang