AKU BALIK LAGI, SELALU SELALU NUNGGUIN YAA?
•••
"Kotak skincare aku udah masuk tas kan?" Fay bertanya untuk memastikan barang pentingnya tidak tertinggal. Raga yang sudah di dalam mobil pun menoleh, kemudian memberikan anggukan kecil sebagai jawaban.
"Charger sama power bank udah kan?"
"Udah kok."
"Jajanan untuk nyemil ada kan?"
Raga mengangguk lagi, "udah di tas ku."
"Makanan kucing--" Perkataan Fay terhenti begitu saja, sebab tangan kekar Raga menutup mulutnya.
Raga berdecak kecil, kemudian menarik pelan lengan Fay agar masuk ke dalam mobil. Fay yang tidak siap mendapatkan tarikan itu, ia pun jatuh tepat di pangkuan Raga. Senyum Raga terbit begitu lebarnya, senang mendekap hangat tubuh istri nya itu.
Raga terkekeh kecil, "berisik banget sih? Pengen aku cium jadinya."
Mendengar perkataan Raga, bola mata Fay membulat sempurna. Tangannya yang bebas pun langsung mencubit perut Raga. "Ck, aku cuma memastikan semuanya aman."
"Aman semua selagi ada aku."
"Bener ya?"
"Masa sih nggak percaya suami sendiri?" Fay berdecak, kemudian mengangguk-anggukan kepalanya saja. Memilih menurut tanpa protes.
Raga menaikkan kaki jenjang Fay yang masih bergelantungan di luar mobil. Setelah itu ia menutup pintu mobil, ke-dua nya duduk di kursi penumpang. Sebab sekarang mereka akan segera menuju bandara untuk tujuan liburan ke Bali.
Fay hendak mengambil duduk di samping Raga, tetapi suami nya tidak mengizinkan. "Mau kemana sih?"
"Duduk yang bener lah," jawabnya. Namun, Raga menggelengkan kepalanya. Semakin mendekap tubuh Fay begitu dekat. Tak memberi ruang untuk Fay berpindah sedikit pun.
Fay melirik sang supir yang terus menatap lurus, ia kembali menoleh pada Raga. Berbisik, "malu ih, Raga!"
Mendengar bisikan kecil istri nya, membuat Raga tertawa gemas. Lihat saja sekarang bagaimana raut wajah Fay, bibirnya mengerucut dengan pipi gembul nya. Oh, sungguh Raga tidak tahan lagi menahan kegemasan nya. Ingin sekali melahap habis istri nya, tapi ia tahu tempat.
Raga pun menghela napas pelan, kemudian membiarkan Fay turun dari pangkuannya. Duduk tepat di sebelah Raga. Meski hanya berjarak sejengkal, Raga tak melepaskan genggaman tangannya. Sebucin itu kah ia sekarang?
Fay menatap genggaman tangan itu, "tangan aku keringetan, Raga. Lepasin dulu."
"Nggak masalah."
"Aku mau main hp ih!"
Bukan nya melepas genggaman tangan itu, Raga justru mengambil ponsel genggam Fay. Dengan tangan kanannya ia mulai mengotak-atik ponsel itu. Raga lebih merapatkan dirinya, menaruh dengan pelan kepala Fay agar bersandar di pundaknya. Kemudian menatap layar ponsel Fay berdua.
Fay menatap matanya sejenak, ia sungguh harus pasrah menghadapi sisi bucin Raga yang seperti ini. Hanya ingin bermain ponsel saja sampai harus berdua. Bahkan tak melepaskan genggaman tangan itu sedetik pun.
"Mau main apa?" tanya Raga.
"Main ular itu aja, wormszone."
"Itu cacing, Fay."
Fay berdecak, "sama aja ih! Buruan main."
Lagi dan lagi Raga terkekeh kecil, ia menurut saja apa yang di mau istri nya. Segera ia membuka game seperti yang di minta Fay. Permainan pun dimulai, tanpa kesulitan sama sekali Raga memainkan game dengan satu tangannya. Terlihat sekali sangat ahli bermain game.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tuan Muda: Ragatama
Ficção Adolescente"Lo mahal, Fay. Dapetin lo mahal." "Contohnya dengan mahar helikopter dan sejenisnya. Mahal anjir, istrinya tuan muda," lanjut Raga. •••🖤••• Tentang Tuan muda yang bernama Ragatama, yang kabur saat ditunjuk menjadi CEO oleh ayahnya. Pergi dari ayah...
