41

91 4 0
                                        

Olivia pun pulang dengan sejuta pertanyaan di dalam pikirannya, bagaimana Dira saat ini baik baik saja. Dan kemana perginya orang orang bayarannya itu.

Sesampainya di rumah Olivia sangat heran karena banyak orang yang berkumpul di depan rumah. olivia pun turun dari mobilnya.

"Ada apa ini, kenapa pada berkumpul di sini?."Tanya Olivia.

"oliv kamu sudah datang."Ucap Imelda.

"Mamah ada apa ini? Kenapa semuanya berkumpul di sini?."Tanya Olivia pada Imelda.

"Ini sayang ada orang yang mengantar peket untuk kamu, tapi kotak ini bau sekali. Mamah ingin membukanya."Ucap Imelda.

"Dari siapa memangnya Mah?".Tanya Olivia kembali.

"Mamah tidak tahu."'Saut Imelda.

"Cepat buka kotak itu!."Ucap Olivia pada pelayannya.

Pelayan itu pun membuka kota itu dengan susah payah, dan dengan bantuan pelayan yang lain akhirnya kotak itu pun berhasil di buka. Saat kotak itu berhasil di buka, semua orang menjerit ketakutan saat melihat isi kotak itu.

Bagaimana tidak, kotak itu berisi sepuluh kepala manusia. Sungguh tidak dapat di percaya jika ada orang yang keji dan sadis bisa melakukan hal seperti itu.

"Astaga siapa yang sudah melakukan hal seperti ini? Dan kalau tidak salah mereka adalah orang orang suruhan ku untuk menghabisi Dira. Kenapa mereka mati mengenaskan seperti in?" Batin livia.

"Tunggu apa lagi, cepat bereskan itu semua dan ingat jangan sampai ada yang tahu tentang hal ini."Ucap Olivia.

Setelah itu Olivia pun masuk ke dalam rumah di susul oleh Imelda. Olivia pun duduk di ruang keluarga bersama dengan Imelda dan juga Tomy.

"Bagaimana Mah apa kotak nya sudah di buka?."Tanya Tomy.

"Sudah Pah, dan Papah tahu tidak kalau isi kotak itu kepala manusia."Jawab Imelda.

"Kepala manusia? Siapa yang melakukan hal itu."Ucap Tomy yang kaget mendengar jawaban dari
Imelda.

"Dan kamu kenapa Oliv?"'Sambung Tomy yang melihat Olivia diam saja dari tadi.

"Aku sedang berpikir bagaimana caranya untuk menyingkirkan Dira dari sisi Deon. Padahal aku sudah mengirim sepuluh orang untuk menghabisi
Dira tapi kenyataannya apa? Dira baik baik saja walau pun sempat menghilang beberapa hari dan orang yang aku kirim sekarang sudah kembali tapi hanya kepalanya saja."Jawab Olivia dengan nada marah.

"Jadi kepala manusia itu orang suruhan kamu untuk membunuh Dira?."Tanya Imelda.

Olivia pun hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan Imelda. Tomy dan Imelda pun saling menatap setelah mendapat jawaban dari Olivia.

Karena sudah merasa cukup lelah akhirnya Olivia pun pergi ke kamarnya begitu juga dengan Imelda dan Tomy.

*****
Deon dan Dira sedang duduk di atas tempat tidur. Deon terus memeluk Dira dengan sangat erat seakan akan tidak ingin jauh dengan Dira. Saat Deon sedang memeluk Dira, Deon merasa kalau ada sesuatu di lengan Dira.

"Ini apa sayang?"Tanya Deon yang meraba lengan Dira.

"Apa?".Tanya Dira kembali yang tidak mengerti apa yang di maksud Deon.
Deon pun langsung memeriksanya, Deon terkejut saat melihat lengan Dira yang di perban dan perban itu basah karena darah.

"Sayang kamu terluka."'Ucap Deon.

"Tunggu di sini jangan bergerak aku akan panggilkan Dokter."Ucap Deon.

Deon mengambil handphonenya lalu menghubungi Dokter untuk datang ke rumah secepatnya. Setelah itu Deon duduk kembali di dekat Dira dengan perasaan yang sangat khawatir.

"Sayang sebenarnya apa yang sudah terjadi padamu beberapa hari ini?."Tanya Deon.

"Aku tidak apa apa. Ini juga tidak sakit jadi kamu tenang saja."Ucap Dira menenangkan Deon.

"Bagaimana aku bisa tenang, kamu terluka sangat parah."Ucap Deon.

"Kamu jangan hanya mengkhawatirkan diriku saja, kamu juga harus mengkhawatirkan keadaan kamu juga. Lihat! kamu juga terluka, bahkan lebih parah dari pada aku."Ucap Dira.

Tak lama Dokter pun datang untuk memeriksa keadaan Dira dan mengganti bahkan menjahit kembali luka Dira yang terbuka. Entah karena apa luka Dira bisa terbuka kembali Dira sendiri pun tidak tahu.

Saat sedang menjahit luka Dira, Dokter baru Sahar kalau sebelumnya Dira belum di beri obat bius agar Dira tidak merasakan sakit. Tapi Dokter heran Dira tidak merintih kesakitan atau bahkan menangis. Dira justru diam dengan ekspresi yang biasa saja dan tidak menunjukkan rasa sakit sedikit pun.

Karena tidak mau ambil pusing Dokter pun melanjutkan tugasnya. Setelah selesai Dokter itu pun pamit pada Deon tanpa mengatakan apa pun tentang Dira tadi.

Setelah Dokter pergi Deon duduk di samping Dira kembali. Deon memeluk Dira dengan sangat hati hati karena takut mengenai lukanya. Deon mengelus perut Dira dengan sangat lembut.

"'Apakah dia juga baik baik saja?."Tanya Deon sambil mengelus perut Dira.

"Kamu tidak perlu khawatir, dia baik baik saja. Karena selama aku hidup aku tidak akan membiarkan siapa pun melukai dia."Ucap Dira.

"Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun melukai kamu dan dia. Aku akan membuat siapa pun merasakan akibatnya karena sudah berusaha mencelakai kamu."Ucap Deon.

"Ya aku tahu itu."Ucap Dira.

Setelah itu mereka pun tidur dengan saling peluk.

****
Keesokan harinya Deon bangun lebih awal dari Dira, Deon langsung pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah itu Deon menghubungi Rio.

"Halo Rio."Ucap Deon saat sambungan teleponnya terhubung dengan Rio.

"Ada apa Tuan?."Tanya Rio.

"Aku ingin hari ini kamu buat perusahaan Tomy di ambang kehancuran, dan beritahu kepada semua para pengusaha untuk tidak membantu nya jika tidak ingin berurusan dengan ku"Ucap Deon.

"Baik Tuan."Ucap Rio.

"Dan kamu handel semua pekerjaan ku hari ini, karena aku harus memulihkan keadaan ku dan memastikan Dira baik baik saja."Ucap Deon.

"Tuan tidak perlu khawatir semuanya akan beres."Saut Rio.

Setelah itu sambungan telepon mereka pun terputus. Deon duduk di sofa sambil berkutik dengan laptopnya.

Tok

Tok

Tok

Deon berjalan membuka pintu saat ada yang mengetuknya dari luar. Saat itu Deon melihat Maya bersama dengan satu pelayan yang lain berdiri di depan pintu sambil membawa makanan untuk Deon dan Dira.

Deon langsung mempersilahkan Maya dan pelayan lainnya masuk membawa makanan untuk Deon dan Dira. Setelah itu mereka pun keluar dari kamar Deon.

Deon berjalan mendekat pada Dira yang masih terlelap, Deon pun membelai kepala Dira dengan sangat lembut lalu Deon mencium kening Dira.

"Sayang ayo bangun lah."Ucap Deon dengan sangat lembut.

"Hmmm aku masih mengantuk."Ucap Dira.

"Ayolah sayang kamu harus segera sarapan, aku tidak mau kalau kamu sampai telat untuk sarapan."Ucap Deon kembali.

Dira tidak menjawab ucapan Deon kembali, tapi Dira hanya membentangkan kedua tangannya. Deon pun mengerti apa maksud Dira, dengan cepat Deon langsung menggendong Dira untuk sarapan.

CINTA YANG SESUNGGUHNYA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang