Dira berjalan menghampiri Deon dengan begitu anggunnya. Semua orang terpesona dengan kecantikan yang di miliki oleh Dira.
Namun mereka pasti tidak akan menyangka kalau wanita cantik dan anggun seperti Dira adalah seseorang yang sangat mematikan.
"'Sayang apa acaranya masih lama?"Tanya Dira yang sedikit berbisik pada Deon.
"Kenapa memangnya?."Tanya Deon sambil membelai rambut Dira.
"Aku bosan di sini."Jawab Dira.
"Baiklah kalau begitu kita pergi dari sini sekarang juga. Ayo kita pamit terlebih dahulu."Ucap Deon.
Mereka pun berjalan mendekat pada Erina yang tengah mengobrol dengan Jhon dan Syasa. Deon langsung berpamitan untuk pergi setelah itu Deon dan Dira pun meninggalkan acar itu.
Saat mereka meninggalkan acar itu Felix pun ikut pergi meninggalkan acara. Felix berpamitan pada orang tuanya dengan alasan kalau tiba tiba saja dia tidak enak badan.
Felix pun langsung pergi setelah berpamitan pada orang tuanya. Felix mengendarai mobil dengan kecepatan yang tinggi menuju kediamannya. Tak lama akhirnya Felix pun sampai di rumah.
Felix berjalan dengan sangat cepat menuju kamarnya yang tidak pernah di masuki oleh siapa pun kecuali pelayannya itu pun jika hanya untuk membersihkan kamar dan tentunya dengan pengawasan dari Felix sendiri.
Fatir masuk dan langsung mengunci pintu kamarnya. Felix berjalan hingga kini dia berdiri tepat di depan televisi, Felix pun menekan sebuah tombol yang ada bawah lukisan bunga yang berada tepat di atas televisi.
Setelah itu dinding pun bergerak memutar sehingga lukisan bunga tadi kini berada di dalam dan lukisan yang ada di dalam menjadi di luar.
Lukisan dengan ukuran yang besar itu adalah lukisan Dira. Felix memandang lukisan Dira lalu perlahan Felix memejamkan matanya.
"Maafkan aku Dira."Ucap Felix.
"'Semua ini memang salah ku, tapi jujur aku sangat mencintaimu sampai saat ini. Aku tidak pernah menyangka kalau akhirnya akan menjadi seperti ini."Sambung Felix.
"bodoh kamu, Aaaaaaaahhhhhh. Dasar
Felix."Teriak Felix frustasi.
✨✨✨
Dira adalah wanita yang baik, dia sangat sabar dan juga menyayangi Felix. Dira selalu memaafkan Felix dan Dira pun tidak pernah cemburu dengan wanita yang ada di dekat Felix. Karena Dira benar benar percaya pada Felix.
Hingga akhirnya Felix yang tergoda dengan seorang wanita cantik yang di kenalkan oleh temannya, Felix pun akhirnya menjalin hubungan dengan wanita itu dan setelah tiga hari Felix menjalin hubungan, wanita itu menggoda dan mengajak Felix untuk tidur bersama di hotel.
Tapi tanpa di duga Dira yang kebetulan saat itu sedang menjalankan sebuah tugas melihat Felix dan wanita itu masuk ke hotel dan memesan kamar.
Setelah Dira mengetahui kamar yang di pesan Felix, Dira pergi untuk menyelesaikan tugasnya setelah itu
Dira kembali lagi ke hotel di mana Felix menginap.
Dira berjalan menuju kamar yang di pesan oleh Felix. Dan dari luar Dira yang menang memiliki pendengaran yang tajam pun samar samar mendengar suara desahan dari dalam kamar.
Tapi basa basi lagi Dira membuka paksa pintu itu dengan pistolnya. Dan saat pintu terbuka Dira melihat dengan jelas kalau Felix dan wanita itu tidak memakai pakaian mereka.
Felix yang melihat Dira tentu saja kaget bukan main. Karena Felix sebenarnya tidak bermaksud untuk menghianati Dira, Felix hanya ingin melampiaskan hawa nafsunya karena memang selama bersama Dira, Felix tidak pernah menyentuh Dira sedikit pun.
Felix langsung berniat untuk mendekati Dira untuk menjelaskan apa yang terjadi. Sedangkan wanita itu hanya tersenyum mengejek Dira.
"Dira dengarkan aku dulu."Ucap Felix.
Dor dor dor.
Tiga tembakan pertama di arahkan pada wanita itu yang tengah tersenyum mengejek Dira.
Dor dor dor
Tiga tembakan kedua Dira arahkan pada Felix. Felix yang merasakan sakit karena tembakan peluru dari
Dira hanya diam tak bisa berkata apa pun. Mata Felix menatap Dira dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
"Ini adalah hukuman yang pantas untuk kalian dan ini adalah bukti putusnya hubungan kita Felix."Ucap
Dira.
Setelah itu Dira pergi meninggalkan mereka yang kini sudah berlumuran darah. Sedangkan Felix yang memang sudah jatuh hanya bisa menangisi perbuatannya.
Awalnya Felix mengira kalau Felix akan meninggal karena tembakan Dira tapi ternyata Felix masih bisa di selamatkan. Setelah Felix sudah kembali pulih Felix mencari keberadaan Dira tapi tidak pernah bertemu dengan Dira bahkan di rumahnya pun tidak ada.
Sejak kejadian itu orang tua Dira sudah tidak menerima Felix lagi. Karena itu Felix selalu datang diam diam untuk menunggu kedatangan Dira. Hingga hampir satu tahun Felix melakukan itu tapi tidak pernah berhasil menemui Dira kembali.
✨✨✨
Felix membuka matanya kembali, lalu Felix kembali memandangi lukisan Dira.
"Kenapa kita di pertemukan kembali dalam keadaan yang seperti ini Dira? Kenapa kamu menikah dengan pria lain?."Ucap Felix.
"Aku tidak tahu apakah aku sanggup menjalani ini semua."Ucap Felix kembali.
Karena lelah Felix pun akhirnya tertidur di atas tempat tidurnya.
Sedangkan kini Dira dan Deon sedang ada di sebuah cafe. Deon sangat penasaran dengan hubungan Dira dan Felix, dengan hati hati Deon pun menanyakannya pada Dira.
"Sayang apa aku boleh menanyakan sesuatu pada mu mengenai Felix? Tapi itu pun kalau kamu tidak keberatan."Ucap Deon sambil tersenyum.
"Aku tidak keberatan kok. Lagi pula ini demi kebaikan hubungan kita berdua agar tidak salah paham nantinya."Ucap Dira.
"Sebenarnya ada hubungan apa kamu dengan Felix, sepertinya Felix sangat mengenal kamu?."Tanya
Deon.
"Felix dulu adalah kekasih ku. Aku menyayangi dia dan mempercayai dia sepenuhnya. Hubungan kami berjalan bertahun tahun dan semua baik baik saja. Sampai akhinya saat aku pergi beberapa waktu aku tidak sengaja melihat Felix di sebuah hotel bersama dengan wanita lain. Dan aku melihat dengan kedua mata ku sendiri kalau Felix sedangkan berhubungan intim dengan wanita itu. Sejak saat itu aku tidak berhubungan lagi dengan dia meskipun dia memohon sekali pun aku tidak akan sudi kembali dengan seorang penghianat." Jelas Dira.
"Maaf karena sebelumnya aku tidak memberi tahu mu tentang hubungan ku dengan Felix. Karena dengan aku membahas dia pasti akan ada difikirkan ku lagi tentang kejadian itu, tapi aku rasa setelah ini aku pasti aku tidak menyangka kalau aku akan bertemu akan sering bertemu dengan dia karena dia adalah tunangan dari adik ipar ku sekarang."Sambung Dira.
"Kalau begitu aku minta pada mu untuk bertahan sedikit. Karena sebentar lagi mereka akan menikah dan llona pasti akan tinggal bersama dengan Felix di rumahnya setelah itu kamu tidak akan bertemu dengan dia kecuali dia berkunjung ke rumah."Ucap
Deon.
"Baiklah, aku akan bertahan. Tapi kamu harus memberi ku hadiah untuk itu."Ucap Dira sambil merangkul lengan Deon dengan manja.
"Hmm, jika istri ku menginginkan sesuatu mana mungkin aku bisa menolaknya."Ucap Deon sambil tersenyum.
Mendengar ucapan Deon, Dira tersenyum sangat puas. Bagaimana tidak Deon sangat baik dan begitu memanjangkan dia.
