77

69 2 0
                                        

Raw dan Gaby pun kini sudah sampai di depan rumah. Saat mereka sampai mereka sudah melihat belanjaan mereka di depan rumah. Gaby masuk terlebih dahulu untuk menaruh barang belanjaannya, setelah itu Gaby kembali keluar untuk membantu Raw memasukan barang belanjaan yang lainnya.

Sejak awal Raw sudah melarang Gaby untuk membantunya namun Gaby tetap saja ingin membantu Raw.

"Sudahlah Gaby sebaiknya kamu istirahat saja." Ucap Raw.

"Gapapa Raw."Saut Gaby.

Dan tak lama mereka pun sudah membereskan semuanya. Karena sudah merasa lelah akhirnya
Gaby langsung tiduran di sofa, sedangkan Raw kini tengah membuat minuman segar untuknya dan juga
Gaby.

Tiba-tiba handphone Gaby berdering. Gaby pun mengambil handphonenya untuk melihat siapa yang meneleponnya.

"Ini nomer siapa?." Ucap Gaby saat melihat nomer yang tidak dikenal di layar handphonenya.

Kemudian Gaby pun mengangkat telepon itu. "Halo" Ucap Gaby.

"Halo." Jawab seseorang dari sebrang telpon.

"Gaby." Sambung orang itu.

"Siapa ini?." Tanya Gaby.

"Apa kamu sudah tidak mengenali suaraku?." Tanya orang di seberang telepon.

Untuk sesaat Gaby pun berpikir dan mengingat-ingat suara orang itu, namun Gaby benar-benar tidak tahu siapa pemilik suara itu.

"Maaf tapi aku menmang tidak tahu."Ucap Gaby.

"Kalau boleh tahu ini siapa ya?."Sambung Gay yang bertanya pada orang itu.

"Gaby ini aku buatkan minuman segar untuk kamu.Ucap Raw yang datang dengan membawa minuman segar.

"Wah terimakasih banyak."Ucap yang kemudian mengambil minuman itu.

"Hmm ini enak banget."Sambung Gaby.

"Kamu sedang telpon?."Tanya Raw.

"oh iya ini ada nomor tidak di kenal telpon, tapi gak tahu siapa dia nggak mau kasih tahu dia siapa."Jawab Gaby.

"Sini biar aku lihat."Ucap Raw.

Gaby pun memberikan handphone nya pada Raw dan saat itu sambungan telepon pun langsung terputus.

Raw dan Gaby menjadi heran kenapa tiba tiba saja sambungan telepon itu terputus saat Raw akan berbicara.

"Mungkin salah sambung."Ucap Gaby.

"Dia kenal kamu?."Tanya Raw.

"Hmm dia sih tadi menyebutkan nama ku, tapi mungkin aja kebetulan orang yang ingin di telponnya memiliki nama yang sama."Jelas Gaby.

Raw pun hanya mengangguk. Tapi Raw tahu pasti yang telpon memang orang yang mengenal Gaby. Dan saat Raw melihat nomor telepon tadi Raw kaget saat melihat kalau nomor itu berasal dari luar negeri.

Karena tidak mau ambil pusing akhirnya Raw hanya diam saja dan menerka-nerka siapa yang menelepon
Gaby tadi.

"Oh ya, aku mau pergi ke rumah Bu Lastri sebentar ya."Ucap Raw.

"Mau ngapain?."Tanya Gaby.

"Aku mau minta Bu Lastri beres beres di sini setiap hari."Ucap Raw.

"Kenapa harus menyuruh orang? Kan ada aku. Aku bisa kok beres beres."Ucap Gaby.

"Aku tahu kamu bisa melakukan banyak hal, tapi aku nggak mau kalau sampai kamu kecapean. Lagipula kamu kesini itu mau liburan dan menenangkan diri bukan untuk menjadi pembantu ku di sini."Ucap Raw.

"Memangnya tidak papa?."Tanya Gaby.

"Ya tidak papa lah. Lagian Bu Lastri memang selalu membereskan rumah ku kalau aku tidak ada, ya tapi tidak tiap hari."Ucap Raw.

"Ya sudah, tapi aku ikut ya. Aku mau lihat lihat kampung ini."Ucap Gaby dan Raw pun mengangguk.

"Tapi tunggu sebentar aku mau ganti baju, baju ini sudah bau keringat."Sambung Gaby.

Gaby pun langsung pergi ke kamar untuk mengganti baju sedangkan Raw menunggu di depan. Dan tak lama Gaby pun keluar dengan mengenakan kaos putih dan celana jeans.

"Kamu nggak pakai sepatu?."Tanya Raw saat Gaby tidak memakai alas kaki.

"Taraaa...Hehehe. Aku beli ini tadi, lucu ya."Ucap Gaby sambil menunjukan sandal berbulu yang baru saja di belinya.

"lya lucu."Ucap Raw sambil tersenyum.
Mereka pun langsung pergi menuju rumah Bu Lastri.

Mereka berjalan beriringan sambil mengobrol. Dan hal itu tentu saja tidak luput dari perhatian orang orang.
Setelah tiga menit berjalan Raw dan Gaby pun sudah sampai di depan rumah Bu Lastri.

Raw mengetuk pintu rumah Bu Lastri dan tak butuh waktu lama pintu pun di buka.

"Bu Lastri."Ucap Raw saat melihat Bu Lastri yang membuka pintu.

"Eh Mas Raw, ayo silahkan masuk."Ucap Bu Lastri.

"Terimakasih."Ucap Raw yang kemudian masuk bersama Gaby.

"Ada apa ya Mas?."Tanya Bu Lastri.

"Begini Bu, saya mau minta tolong sama lbu untuk beres beres di rumah saya setiap hari selama saya tinggal di sini. Dan untuk bayarannya saya akan tambah."Jawab Raw.

"lbu bisakan?."'Sambung Raw yang bertanya pada Bu Lastri.

"Bisa Mas bisa."Ucap Bu Lastri.

"Raw, aku pengen ke kamar mandi nih."Bisik Gaby pada Raw.

"Bu maaf boleh tidak kalau dia menumpang ke kamar mandi?."Tanya RawW pada Bu Lastri.

"Oh boleh boleh."Ucap Bu Lastri.

"Non masuk saja, lurus belok kiri ya."Sambung Bu Lastri.

"oh iya."Ucap Gaby yang kemudian pergi ke kamar mandi.

Saat Gaby ke kamar mandi Raw pun memberitahu Bu Lastri tentang Gaby.

"Oh ya Bu, nama dia Gaby. Dia akan tinggal bersama saya di sini."Ucap Raw.

"Jadi nanti Ibu tolong bantu dia kalau sewaktu waktu saya tidak di rumah. Dan kalau dia ingin membantu pekerjaan Ibu pastikan dia tidak kecapean ya Bu. Saya juga minta Ibu untuk tidak berbicara pada orang orang di sini tentang hubungan saya dan Gaby, Ibu mengertikan?."'Sambung Raw.

"lya lbu mengerti, Mas Raw tidak perlu khawatir"Ucap Bu Lastri sambil tersenyum.

Gaby kini sudah kembali duduk di samping Raw. Sambil melihat lihat rumah Bu Lastri.

"Ibu tinggal di sini sendiri?."Tanya Gaby.

"Tidak, Ibu tinggal bersama anak lbu."Jawab Bu Lastri.

"Kalau di lihat lihat sepertinya umur Non Gaby dan anak Ibu sama."'Sambung Bu Lastri.

"Benarkah?."Ucap Gaby.

"lya, nanti Ibu kenalkan sama anak lbu ya, siapa tahu saja nanti Non Gaby bisa berteman sama anak lbu di sini."Ucap Bu Lastri.

"lya Bu."Ucap Gaby.

"Oh iya Ibu lupa belum siapkan minum buat kalian, tunggu sebentar ya lbu buatan dulu"Ucap Bu Lastri.

"Tidak perlu repot repot Bu, kami juga mau langsung pergi."Ucap Raw.

"Kenapa buru buru sekali?."Tanya Bu Lastri.

"Tidak papa Bu, selagi sudah keluar saya mau ajak Gaby keliling kampung."Ucap Raw.

"Oh begitu."Ucap Bu Lastri.

"Iya, kami pamit ya Bu."Ucap Raw.

"Iya, hati hati Mas."Ucap Bu Lastri dan Raw pun hanya tersenyum.

Raw dan Gaby pun pergi berkeliling kampung untuk memperkenalkan Gaby pada kampung di sini. Gaby pun sangat senang terlebih lagi saat melihat anak anak yang sedang bermain di perairan sawah.

CINTA YANG SESUNGGUHNYA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang