56

65 3 0
                                        

Deon mengantar Yasmin dan Putri ke rumah yang agar mereka bisa tinggal di tempat yang layak. Setelah itu Deon langsung pulang. baru beberapa hari di berikan Deon pada mereka, Deon kembali ke kediamannya. Erina yang yang melihat Deon sudah kembali langsung memanggil Deon untuk mengajak berbicara.

"Deon bisa kita berbicara sebentar."Ucap Erina. Deon pun mendekat lalu duduk di hadapan Erin dengan wajah datarnya.

"Ada apa?."Tanya Deon.

"Tidak ada papa. Mamah hanya ingin bilang sama kamu tentang hubungan kamu dan Yasmin. Kalau memang kamu menyukai Yasmin kenapa tidak kamu nikahi saja dia."Ucap Erina.

"Lagi pula sekarang Dira sudah tidak bisa apa apa lagi. Mamah hanya ingin yang terbaik untuk kamu agar kamu selalu bahagia."Sambung Erina.

Deon terdiam sejenak sebelum akhirnya Deon menjawab ucapan Erina.

"Akan aku pikirkan lagi nanti."Ucap Deon.

"Aku lelah dan aku ingin istirahat sekarang."Sambung Deon.

"Baiklah."Ucap Erina.

Deon pergi meninggalkan Erina seorang diri. Deon benar benar muak dengan semua ini dan Deon pun ingin segera mengakhiri semuanya secepat mungkin.

Deon masuk ke dalam kamar lalu mengunci kamar nya. Deon pun memeluk Dira yang saat ini tengah berdiri menghadap jendela.

"Aku ingin semua ini cepat selesai sayang. Aku muak melihat wajah mereka yang selalu tersenyum bahagia setelah apa yang sudah mereka lakukan pada kita dan anak kita."Ucap Deon.

"Iya, aku juga ingin semua cepat berakhir. Aku ingin tawa mereka berubah menjadi air mata darah."Ucap
Dira.

"Malam ini kita akan memulainya."Sambung Dira.

Waktu cepat berlalu dan kini malam pun semakin larut. Dira dan Deon sudah bersiap dan Dira pun tak lupa membawa pedang miliknya. Setelah mereka selesai bersiap, mereka langsung pergi.

Mereka pergi melalui kamar mereka dan melompati pagar agar tidak ada yang tahu kalau mereka pergi dari rumah. Mereka pergi menggunakan mobil milik Dira yang sudah di siapkan oleh Ziko di dekat kediaman Deon sebelumnya. Dira kini sudah tidak sabar ingin melihat ekspresi
Yasmin nanti.

Tak butuh waktu lama Deon dan Dira pun sudah sampai di depan rumah Yasmin. Mereka masuk melalui pintu depan karena memang Deon memiliki kunci pintu rumah Yasmin.

Deon langsung pergi ke kamar Putri untuk membawa Putri pergi. Sedang Dira pergi ke kamar Yasmin. Sebelum sampai Dira memecahkan guci guci yang ada di sana dengan pedangnya, dan foto Yasmin saat bersama dengan Putri yang terpajang dengan ukuran yang cukup besar pun di hancurkan oleh Dira.

Yasmin yang mendengar suara barang barang pecah langsung terbangun dari tidurnya. Yasmin diam sesaat untuk memastikan apakah yang di dengarnya tadi itu benar atau tidak.

Dan tak lama Yasmin mendengar nya kembali, lalu setelah itu Yasmin mendengar seperti benda yang terbuat dari besi i serat di lantai.
Yasmin yang mendengar itu langsung teringat pada Putri. Yasmin bangkit dari tempat tidurnya untuk segera  pergi menemui Putri di kamarnya.

Tapi saat Yasmin membuka pintu, Yasmin langsung menghentikan langkahnya saat melihat seorang wanita bertopeng yang sedang membawa pedang nya di seret di lantai yang tak lain adalah Dira.

Yasmin segera menutup pintu kamarnya kembali, tapi hal itu gagal karena Dira sudah menghalangi pintu dengan pedang.

BBRRUUUGGG.

Pintu kamarnya di tendang dengan begitu kencang dari luar hingga Yasmin yang sedang berada di balik pintu terjatuh karena terkena pintu yang di tendang dari luar.

Yasmin meringis kesakitan saat itu, namun dengan cepat Yasmin berdiri lalu melihat kearah wanita itu yang kini sedang berdiri di hadapannya dengan sebuah pedang di tangan nya.

"Siapa kamu?."Tanya Yasmin.

Tanpa menjawab ucapan Yasmin, Dira terus berjalan secara perlahan mendekat pada Yasmin. Dan refleks
Yasmin tersandung tempat tidur dan terjatuh ke tepat tidurnya, saat itu Dira langsung melompat ke atas Yasmin dengan mengayunkan pedang nya.
Yasmin pun berjalan mundur kebelakang, hingga

Crreeesss.

Jantung Yasmin berdegup dengan sangat kencang saat itu, dengan mata yang tertutup dia merasakan sakit di wajahnya. Dengan memberanikan diri
Yasmin pun membuka matanya. Saat itu Yasmin melihat wanita itu berada di atasnya dengan pedang yang tertangkap di samping wajahnya.

"Siapa kamu sebenarnya?."Tanya Yasmin sambil menangis.

"Dan apa mau kamu?."Tanya Yasmin kembali.

"Kamu tidak perlu tahu siapa aku, yang jelas aku di sini hanya ingin menuntut balas atas semua yang telah kamu lakukan pada ku."Ucap Dira.

"Dan aku akan membuat kamu merasakan apa yang aku rasakan. Aku akan mnembuat rasa kehilangan yang begitu dahsyat pada mu."Sambung Dira.

Setelah itu Dira pergi dari hadapan Yasmin. Setelah Dira pergi, Yasmin langsung berlari ke arah kamar Putri. Karena tidak berhati hati kaki Yasmin pun terluka karena menginjak pecahan kaca dari bingkai foto yang telah hancur.

Dan Yasmin bertambah khawatir pada Putri saat melihat foto nya dan Putri sudah rusak. Yasmin berlari ke arah kamar Putri dengan sedikit pincang.

"Putri..."Teriak Yasmin sambil membuka pintu kamar Putri.

Matanya terbelalak saat tidak melihat Putri di dalam kamarnya. Terlebih lagi saat melihat bercak darah di atas tempat tidur Putri.

Yasmin berteriak dengan sangat histeris dengan membayangkan apa yang terjadi pada Putri. Yasmin kembali ke dalam kamarnya untuk mengambil handphone lalu menghubungi Deon untuk meminta tolong. Tapi sayangnya handphone
Deon tidak dapat di hubungi.

"Deon kamu kemana? Kenapa handphone kamu tidak aktif."Ucap Yasmin sambil menangis.

Karena Deon tidak bisa di hubungi Yasmin pun memutuskan untuk pergi ke rumah Deon sekarang juga.
Yasmin langsung pergi tanpa membersihkan luka nya terlebih dahulu. Saat ini Yasmin hanya ingin segera menemukan Putri secepatnya sebelum terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.

Setelah tiga puluh menit Yasmin pun sampai di depan kediaman Deon. Security yang memang sudah mengenal Yasmin pun langsung membukakan pintu gerbang untuk Yasmin.

Yasmin berlari ke arah pintu utama agar bisa langsung masuk kedalam.

"Deon."Teriak Yasmin sambil menggebrak pintu beberapa kali.

"Deon."Teriak Yasmin kembali.

Dan setelah itu pintu utama pun di buka. Yasmin masuk sambil berteriak memanggil manggil Deon. Sehingga membangunkan semua orang di rumah itu.

"Ada apa ini?."Tanya Erina.

"Yasmin kamu kenapa berteriak dan kenapa wajah kamu terlalu seperti itu?."Tanya Erina kembali saat melihat Yasmin.

"Rumah aku di masuki orang tidak di kenal dan Putri di bawa pergi entah kemana."Jawab Yasmin sambil menangis.

"Deon."Sambung Yasmin yang kembali berteriak memanggil Deon.

"Kamu tenang dulu dan jangan berteriak seperti itu Yasmin!"Ucap Erina.

"Maya panggilan Deon sekarang."Sambung Erina.

"Maaf Nyonya saya tidak berani membangun Tuan Deon hanya karena sesuatu hal yang tidak penting."Saut Maya.

Yasmin yang mendengar ucapan Maya yang seperti itu membuat Yasmin marah. Karena bagaimana bisa
Maya dengan sangat mudah mengatakan kalau ini bukanlah sesuatu hal yang penting.

CINTA YANG SESUNGGUHNYA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang