83

92 1 0
                                        

Setelah hari itu Dira tidak pernah bertemu dengan Mario lagi, bahkan telpon atau pun cet dari Mario tidak di balas oleh Dira.

Dan karena itu semua Mario tidak fokus pada pekerjaannya, sehingga Mario tidak tahu kalau ada sesuatu yang sudah berubah di perusahaan nya.

Sedangkan kini Hardi sedang ketar ketir karena dokumen dokumen penting sebagian hilang entah kemana.
"Sialan kenapa bisa sampai kecolongan seperti ini. Aku yakin pasti ada penghianat di sini."Ucap Hardi.

"Tapi siapa penghianat itu?."Sambung Hardi.

Hardi pun memanggil semua orang kepercayaannya termasuk Rio. Hardi melihat orang orang kepercayaan nya satu persatu.

"'Saya panggil kalian kesini karena saya tahu pasti ada penghianat di antara kalian."Ucap Hardi.

Tidak ada yang bersuara, mereka hanya saling pandang dan penasaran juga siapa penghianat itu.

"Saya harap sebaiknya mengaku saja, kalau mengaku saya tidak akan menghukum dengan berat. Tapi kalau tidak mau mengaku saya akan memberikan hukuman yang sangat berat."Ucap Hardi.

"Maaf Tuan."Ucap salah satu orang kepercayaan Hardi.

"Jika saya boleh berbicara, bukankan hanya Rio orang baru di sini."Sambungnya.

"Maksud kamu apa?."Tanya Hardi.

"Maksud saya begini Tuan, kami semua sudah bekerja dengan tuan sangat lama dan selama ini juga tidak pernah ada kejadian apa apa bukan. Tapi setelah Rio datang dan bergabung baru terjadi sesuatu seperti sekarang."Jelas orang kepercayaan Hardi.

Hardi pun melihat ke arah Rio. Hardi melihat Rio sangat tenang dan tidak ada rasa kekhawatiran di wajah setelah ada orang yang menuduhnya. Hardi pun berjalan mendekat pada Rio.

"Apa yang di katakan kamu memang masuk akal"Ucap Hardi.

"Rio bagaimana pendapat mu?."Sambung Hardi yang bertanya pada Rio.

"Tuan saya di sini hanya orang baru. Meskipun saya tidak melakukan apa apa, pasti saya yang akan menjadi tersangkanya."Ucap Rio santai.

"Padahal bisa saja penghianat itu adalah orang lama yang berada di sisi Tuan. Karena iri, dia bisa saja memanipulasi semuanya dan melempar semua pada orang yang tidak dia sukai, contoh nya seperti saya."'Sambung Rio.

"Maksud anda apa Tuan Rio? Apa anda menuduh saya yang menghianati Tuan dan mengambil dokumen dokumen pentingnya. Lagi pula apa yang harus saya iri kan dari anda?"Ucap orang kepercayaan Hardi.

"Dokumen dokumen apa yang anda katakan? Memangnya Tuan Hardi kehilangan dokumen?"Tanya Rio.

"Dan untuk masalah anda iri pada saya semua orang juga tahu. Kalau anda tanya kenapa? Jawabannya karena Tuan Hardi lebih percaya pada saya untuk menangani kerja sama dengan perusahaan perusahaan besar."'Sambung Rio.

"Jangan asal bicara!."Teriak orang kepercayaan Hardi.

"Cukup! Saya sudah tahu permasalahannya di sini.
Dan apa yang di katakan oleh Rio itu benar."Ucap Hardi.

"Tidak Tuan, anda harus percaya kepada saya."Ucap orang kepercayaan Hardi.

"Lagi pula mana mungkin saya bisa melakukan itu sedangkan di sini saja banyak cctv dan keanmanan lainnya Tuan."Sambungnya panik.

"Tapi bisa saja bukan kamu sudah merencanakan semuanya dengan baik dan kemungkinan besar kamu tidak sendiri."Ucap Rio.

Mendengar itu tentu saja Hardi sangat marah dan kecewa pada mereka. Hingga akhirnya Hardi pun memecat mereka semua.

Rio yang melihat itu tentu saja senang. Karena rencananya untuk menyingkirkan satu persatu orang kepercayaan Hardi sudah berhasil.
Dengan berat hati mereka pun pergi meninggalkan perusahaan Hardi dan kini hanya tersisa Rio saja.

"Saya tidak tahu harus bagaimana lagi sekarang. Tapi untungnya ada kamu Rio, kamu benar benar bisa di andalkan."Ucap Hardi sambil tersenyum.

"Saya tahu itu Tuan. Karena saya akan selalu melakukan yang terbaik untuk Tuan saya."Ucap Rio.

"Tuan Deon." Imbuh Rio di dalam hati sambil tersenyum.

"Terimakasih Rio."Ucap Hardi.

"oh ya kamu harus mengurus semuanya sampai tuntas Rio, saya tidak mau hal ini di ketahui oleh orang lain apalagi oleh Harman."Sambung Hardi.

"Baik, kalau begitu saya permisi Tuan."Ucap Rio.

Rio keluar dari ruangan Hardi dengan senang, karena usahanya selama ini tidak sia sia dan dalam waktu dekat ini semuanya akan berakhir. Rio sudah muak berada di sisi Hardi.

Dalam waktu beberapa bulan ini mereka benar benar bekerja keras untuk membalikkan keadaan. Dan semua yang telah mereka lakukan tidaklah sia sia karena semuanya berjalan dengan sangat lancar.

Hanya tinggal beberapa langkah mereka akan menuntaskan semua. Kini mereka tengah menyiapkan rencana terakhir.

Dan hari itu pun kini tiba, hari dimana Hardi akan mengambil semua kekuasaan milik Herman. Mereka semua sudah berkumpul di sebuah ruangan bersama dengan para kelompok yang mendukung
Hardi sebelumnya.

Hardi sangat senang karena semua tujuannya akan tercapai hari ini.

"Setelah sekian lama akhirnya aku bisa mengalahkan Herman dan mengambil semuanya dari dia."Ucap Hardi.

Hardi melihat kearah Mario yang tidak terlalu senang dan Hardi tahu semua itu karena perasaan Mario pada wanita yang bernama Silfi.

"Sudahlah Mario kamu tenang saja, setelah ini kamu pasti akan bisa memiliki wanita manapun termasuk masuk Silfi yang kamu cintai itu."Ucap Hardi.

"Iya Pah aku tahu."Ucap Mario yang kemudian tersenyum.

Tak lama pintu ruangan pun terbuka dan masuklah Dira bersama dengan Deon yang tentunya di ikuti oleh Rio dan juga Ziko.

Mario yang melihat Silfi antara senang dan juga bingung. Begitu pun Hardi yang melihat Rio datang hadapan Hardi dan juga Mario. bersama mereka. Mereka pun langsung duduk di "Rio kamu ada di sini?."Tanya Hardi.

"Tentu saja, karena saya akan pergi kemana pun Tuan saya pergi."Jawab Rio.

"Silfi, kenapa kamu ada di sini?."Tanya Mario pada Dira.

"Kalau bukan di sini lalu di mana? Bukankah hari ini adalah hari pertemuan antara saudara yang memperebutkan kekuasaan?."Saut Dira.

"Maksud kamu?."Tanya Mario yang tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Dira.

Dira hanya tersenyum lalu Dira pun meminta Ziko untuk menjelaskan pada Mario dan juga Hardi.

"Biar saya jelaskan."Ucap Ziko.

"Perkenalkan dia adalah anak pertama dari Tuan Herman dan juga Nyonya Ayu yang bernama Silfiana Indira. Pewaris dari semua kekuasaan yang saat ini berada di tangan Tuan Herman. Dan yang ada di sebelahnya dan Tuan Deon Arsenio suami dari Nona Silfi atau yang sudah kita kenal dengan Nona Dira."Jelas Ziko.

Mario dan Hardi yang mendengar perkataan Ziko tentu saja sangat terkejut. Bagaimana bisa mereka tidak mengetahui tentang Dira.

"Bagaimana mungkin."Ucap Hardi.

"Apanya Paman?."Tanya Dira.

"Bukankah kamu sudah tidak ada?."Tanya Hardi.

"Ya, memang saat itu saya tidak ada, tidak ada di sini tapi ada di tempat lain. Dan hari ini saya kembali untuk mengambil apa yang menjadi hak saya."Ucap Dira.

Hardi yang mendengar itu tertawa dengan sangat keras.

CINTA YANG SESUNGGUHNYA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang